BUNPOU.JEPANG.ORG
~べからず

Permintaan, Perintah, dan Larangan

Larangan Formal untuk Papan Tanda dan Pengumuman

Pola ~べからず adalah cara tingkat lanjut dan sangat formal untuk menyatakan larangan tegas dalam bahasa Jepang. Pola ini menempel pada verba bentuk kamus sebagai perintah bahwa suatu tindakan tidak boleh dilakukan, dengan nada yang impersonal dan otoritatif. Karena nuansanya yang kaku, kamu sebagian besar akan melihatnya tertulis pada papan tanda publik, pengumuman peringatan, atau pepatah klasik, alih-alih mendengarnya dalam percakapan sehari-hari.

01Fungsi Utama

Papan Tanda Publik dan Peringatan

Digunakan pada pengumuman tertulis untuk melarang keras suatu tindakan, seperti melarang orang memasuki area terlarang atau berbahaya.

芝生しばふはいるべからず。

Dilarang memasuki area rumput.

Aturan dan Peraturan Formal

Digunakan dalam dokumen resmi atau instruksi ujian untuk secara jelas menyatakan perilaku yang tidak diizinkan.

試験しけんちゅう私語しごわすべからず。

Dilarang mengobrol selama ujian.

Pepatah dan Maksim Moral

Digunakan dalam kutipan klasik atau pelajaran hidup untuk mengungkapkan aturan etika universal yang tidak boleh dilanggar.

初心しょしんわすれるべからず。

Jangan lupakan niat awalmu.

02Pola Kalimat

verba godan (bentuk kamus) + べからず

芝生しばふはいるべからず。

Dilarang memasuki area rumput.

Pada papan tanda publik, pola ini mengeluarkan perintah tegas dan impersonal untuk tidak melakukan suatu tindakan dengan menempel langsung pada verba godan.

verba ichidan (bentuk kamus) + べからず

危険きけん。この機械きかいれるべからず。

Bahaya. Dilarang menyentuh mesin ini.

Digunakan dalam peringatan keselamatan untuk melarang keras tindakan yang dapat menyebabkan bahaya atau cedera, menempel pada verba ichidan.

verba tidak beraturan (bentuk kamus) + べからず

ここにゴミを投棄とうきするべからず。

Dilarang membuang sampah di sini.

Untuk verba tidak beraturan yang berakhiran dengan する, べからず dapat menempel langsung pada bentuk kamus standar untuk membuat pengumuman tertulis formal.

verba tidak beraturan (す) + べからず

ここに駐車ちゅうしゃすべからず。

Dilarang parkir di sini.

Bentuk klasik yang lebih tua yaitu sering digunakan alih-alih する dengan verba tidak beraturan untuk menciptakan nada yang lebih tradisional dan otoritatif pada papan tanda.

nomina + を + verba tidak beraturan (bentuk kamus) + べからず

試験しけんちゅう携帯けいたい電話でんわ使用しようするべからず。

Dilarang menggunakan telepon seluler selama ujian.

Aturan formal pada ujian atau dokumen resmi menggunakan pola ini dengan objek untuk secara jelas menetapkan perilaku yang dilarang.

nomina + を + verba ichidan (bentuk kamus) + べからず

初心しょしんわすれるべからず。

Jangan lupakan niat awalmu.

Pepatah terkenal ini menggunakan pola ini untuk mengungkapkan aturan moral abadi bahwa seseorang tidak boleh melupakan semangat awalnya.

nomina + を + verba godan (bentuk kamus) + べからず

他人たにん悪口わるぐちうべからず。

Tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain.

Saat menetapkan pedoman etika atau mengajarkan pelajaran hidup secara tertulis, pola ini memberikan bobot otoritatif dan objektif pada pernyataan tersebut.

03Contoh Kalimat

芝生しばふはいるべからず。

Dilarang memasuki area rumput.

Papan peringatan publik standar yang menggunakan verba bentuk kamus untuk melarang masuk.

危険きけん。この機械きかいれるべからず。

Bahaya. Dilarang menyentuh mesin ini.

Pengumuman keselamatan yang menggunakan べからず untuk menetapkan batasan yang ketat.

ここにゴミを投棄とうきするべからず。

Dilarang membuang sampah di sini.

Untuk verba tidak beraturan, べからず dapat menempel pada bentuk kamus standar.

ここに駐車ちゅうしゃすべからず。

Dilarang parkir di sini.

Bentuk klasik yang lebih tua () yang digunakan dengan verba tidak beraturan untuk nada yang otoritatif.

試験しけんちゅう携帯けいたい電話でんわ使用しようするべからず。

Dilarang menggunakan telepon seluler selama ujian.

Instruksi formal menggunakan pola ini untuk secara jelas mencantumkan tindakan yang dilarang.

初心しょしんわすれるべからず。

Jangan lupakan niat awalmu.

Pepatah terkenal yang memperlakukan larangan ini sebagai pelajaran hidup abadi.

他人たにん悪口わるぐちうべからず。

Tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain.

Mengungkapkan aturan etika universal dengan otoritas yang impersonal.

関係かんけいしゃ以外いがいるべからず。

Selain yang berkepentingan dilarang masuk.

Larangan tertulis umum yang mencegah akses ke area pribadi atau staf.

館内かんない写真しゃしん撮影さつえいするべからず。

Dilarang mengambil foto di dalam gedung.

Aturan fasilitas yang melarang keras suatu tindakan.

動物どうぶつえさあたえるべからず。

Dilarang memberi makan hewan.

Larangan tegas pada papan tanda di kebun binatang atau taman.

廊下ろうかはしるべからず。

Dilarang berlari di lorong.

Aturan institusi tertulis yang menyatakan perilaku yang tidak dapat diterima.

無断むだん欠席けっせきするべからず。

Dilarang absen tanpa izin.

Aturan organisasi formal yang membatasi masalah kehadiran.

04Perbandingan

~べからず vs. ~てはいけない / ~ないでください

~べからず sangat formal, otoritatif, dan digunakan hampir secara eksklusif untuk papan tanda tertulis atau pepatah klasik. Pola ini terasa impersonal dan institusional. Untuk larangan lisan sehari-hari, kamu harus menggunakan bentuk percakapan standar seperti ~てはいけない untuk aturan umum atau saran kuat, atau ~ないでください untuk permintaan yang sopan.

試験しけんちゅう私語しごわすべからず。

Dilarang mengobrol selama ujian.

試験しけんちゅう私語しごわさないでください。

Tolong jangan mengobrol selama ujian.

~べからず vs. ~な

Kedua pola tata bahasa ini menempel pada verba bentuk kamus untuk menyatakan larangan langsung yang kuat. Perbedaannya sepenuhnya terletak pada laras bahasa dan mediumnya. ~な adalah perintah yang kasar dan blak-blakan yang digunakan dalam bahasa lisan kasual, sering kali pada saat marah atau mendesak. ~べからず adalah aturan formal dan impersonal yang ditujukan untuk teks tertulis.

ここにはいるべからず。

Dilarang masuk ke sini.

ここにはいるな。

Jangan masuk ke sini!

~べからず vs. ~べからざる

Keduanya memiliki akar bahasa Jepang klasik yang sama, tetapi berfungsi secara berbeda dalam sebuah kalimat. ~べからず adalah ungkapan akhir kalimat yang digunakan untuk mengeluarkan larangan tegas ("dilarang melakukan X"). ~べからざる adalah bentuk pewatas sebelum nomina; pola ini harus diikuti langsung oleh sebuah nomina untuk mendeskripsikan keadaan yang tidak diizinkan, tidak dapat dimaafkan, atau sangat penting (misalnya, "tindakan yang tidak dapat dimaafkan").

無断むだん欠席けっせきするべからず。

Dilarang absen tanpa izin.

それは学生がくせいとしてあるべからざる態度たいどだ。

Itu adalah sikap yang tidak pantas bagi seorang siswa.

05Nuansa dan Pemakaian

Pola ~べからず adalah peninggalan yang bertahan dari bahasa Jepang klasik yang membawa nada yang sangat berat, objektif, dan otoritatif. Ketika sebuah larangan diakhiri dengan べからず, hal itu menghilangkan hubungan personal apa pun antara penulis dan pembaca. Itu bukan sebuah permintaan; melainkan sebuah ketetapan mutlak. Karena nuansa impersonal dan kaku ini, pola ini sangat cocok untuk papan tanda publik, peringatan, dan pengumuman resmi di mana suatu institusi menetapkan batasan yang ketat, seperti menjauhkan orang dari area berbahaya.

Dalam hal penempelan verba, penting untuk diingat bahwa ~べからず selalu mengikuti bentuk kamus. Untuk verba tidak beraturan yang berakhiran dengan する, kamu memiliki dua pilihan yang benar. Kamu dapat menggunakan bentuk kamus standar (するべからず), yang umum dalam aturan hukum atau ujian modern. Sebagai alternatif, kamu dapat menggunakan bentuk klasik yang lebih tua (すべからず), yang meningkatkan nada formal dan tradisional, serta sering kali lebih disukai pada papan peringatan yang tegas atau di institusi yang lebih tua.

Selain papan tanda publik, pola ini banyak digunakan dalam peribahasa tradisional dan maksim moral. Dalam konteks ini, べからず menyajikan pedoman etika universal atau pelajaran hidup yang harus diikuti oleh semua orang. Contoh paling terkenal adalah 初心を忘れるべからず, yang berarti "Jangan lupakan niat awalmu". Menggunakannya dengan cara ini memberikan pernyataan tersebut rasa kebijaksanaan yang abadi. Namun, karena skala besar ini, kamu tidak boleh menggunakan べからず untuk sekadar meminta rekan kerja atau anggota keluarga agar berhenti melakukan sesuatu dalam kehidupan sehari-hari.

06Penjelasan Inti

Pola ~べからず adalah cara tingkat lanjut dan sangat formal untuk menyatakan larangan tegas dalam bahasa Jepang.

Pola ~べからず adalah sufiks bahasa Jepang klasik yang digunakan untuk menyatakan larangan formal yang sangat tegas. Pola ini kira-kira diterjemahkan menjadi "dilarang" atau "tidak boleh", tetapi membawa nada yang jauh lebih berat dan otoritatif dibandingkan ungkapan sehari-hari. Karena nuansanya yang kaku, pola ini tidak digunakan dalam percakapan lisan sehari-hari. Sebaliknya, ini adalah tata bahasa tingkat lanjut yang akan kamu temui hampir secara eksklusif dalam bahasa Jepang tertulis.

Untuk membentuk pola ini, tempelkan べからず langsung pada bentuk kamus dari verba. Untuk verba godan seperti 入る yang berarti "masuk", menjadi 入るべからず yang berarti "dilarang masuk". Untuk verba ichidan seperti 忘れる yang berarti "lupa", menjadi 忘れるべからず yang berarti "jangan lupa". Saat menggunakan verba tidak beraturan yang berakhiran dengan する, kamu memiliki dua pilihan: kamu dapat menggunakan bentuk kamus standar untuk membentuk するべからず, atau kamu dapat menggunakan bentuk klasik yang lebih tua untuk membentuk すべからず. Keduanya benar dan umum dilihat, meskipun すべからず membawa nuansa yang lebih tradisional.

Karena ~べからず terdengar sangat impersonal dan memerintah, penggunaan modernnya yang paling umum adalah pada papan peringatan publik dan pengumuman resmi. Jika sebuah taman ingin melarang orang menginjak rumput, atau sebuah lokasi konstruksi perlu memperingatkan orang-orang agar menjauh dari bahaya, mereka mungkin menggunakan pola ini untuk mengeluarkan larangan menyeluruh. Pola ini juga ditemukan dalam aturan formal pada dokumen, seperti instruksi ujian, untuk secara jelas menyatakan perilaku yang dilarang keras oleh suatu institusi.

Selain papan tanda publik, ~べからず sering muncul dalam peribahasa, idiom, dan maksim moral. Dalam konteks ini, pola ini menyatakan aturan perilaku universal atau pedoman etika yang harus diikuti. Contoh paling terkenal adalah pepatah 初心を忘れるべからず ("Jangan lupakan niat awalmu"). Saat digunakan dengan cara ini, pola ini mengambil dari asal-usul klasiknya agar terdengar abadi, bijaksana, dan sangat dihormati.

Kesalahan umum bagi pembelajar adalah mencoba menggunakan ~べからず untuk menyuruh seseorang agar tidak melakukan sesuatu dalam percakapan sehari-hari. Jika kamu berbicara dengan teman, keluarga, atau rekan kerja, kamu harus menggunakan bentuk lisan standar seperti ~ないでください, yang berarti "tolong jangan", untuk permintaan sopan, atau ~てはいけません, yang berarti "tidak boleh", untuk aturan umum. Ada juga perintah lisan yang kasar ~な, seperti 入るな yang berarti "jangan masuk", yang keras tetapi memang digunakan untuk percakapan. Sebaliknya, ~べからず secara tegas hanya untuk papan tanda tertulis dan dokumen formal.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

(Saat berbicara kepada orang tersebut) 部屋に入るべからず。

Lebih Alami

(Saat berbicara kepada orang tersebut) 部屋に入らないで。

Alasan: ~べからず adalah bentuk tata bahasa tertulis yang otoritatif yang digunakan untuk papan tanda dan pepatah. Menggunakannya dalam percakapan lisan yang kasual terdengar tidak wajar dan terlalu teatrikal.

Kurang Tepat

芝生に入らないべからず。

Lebih Alami

芝生に入るべからず。

Alasan: Sufiks べからず itu sendiri sudah mengandung makna negatif "tidak boleh". Pola ini selalu menempel pada verba bentuk kamus yang positif, bukan bentuk-nai yang negatif.

Kurang Tepat

芝生に入りべからず。

Lebih Alami

芝生に入るべからず。

Alasan: ~べからず menempel pada verba bentuk kamus. Pola ini tidak menempel pada bentuk seperti 入り, yang digunakan sebelum ます.

Kurang Tepat

約束を破ったべからず。

Lebih Alami

約束を破るべからず。

Alasan: ~べからず selalu menempel pada bentuk kamus masa kini, terlepas dari kapan aturan itu ditetapkan. Pola ini tidak bisa mengikuti bentuk-ta.

Kurang Tepat

危険な場所に近づいてべからず。

Lebih Alami

危険な場所に近づくべからず。

Alasan: ~べからず tidak pernah menempel pada bentuk て. Pola ini harus mengikuti bentuk kamus secara langsung.

Kurang Tepat

それは許すべからず行為だ。

Lebih Alami

それは許すべからざる行為だ。

Alasan: ~べからず digunakan di akhir kalimat. Untuk menerangkan nomina secara langsung (misalnya, "tindakan yang tidak dapat dimaafkan"), kamu harus menggunakan bentuk pewatas nomina terkait yaitu べからざる.

08Tanya Jawab

Bisakah saya menggunakan ~べからず saat berbicara dengan teman atau keluarga saya?

Tidak. ~べからず adalah ungkapan tertulis yang sangat formal yang digunakan untuk papan tanda otoritatif atau pepatah klasik. Menggunakannya dalam percakapan sehari-hari terdengar tidak wajar dan terlalu teatrikal. Gunakan bentuk lisan standar seperti ~ないで, yang berarti "tolong jangan", atau ~てはいけない, yang berarti "tidak boleh".

Mengapa saya terkadang melihat すべからず alih-alih するべからず?

べからず berasal dari bahasa Jepang klasik. Untuk verba tidak beraturan yang berakhiran dengan する, menempelkannya pada bentuk kamus standar (するべからず) adalah benar secara tata bahasa. Namun, banyak papan tanda lama, institusi tradisional, dan peribahasa lebih menyukai bentuk klasik yang lebih tua す, sehingga menjadi すべからず. Keduanya memiliki arti yang sama persis, tetapi すべからず terdengar sedikit lebih tradisional dan otoritatif.

Apakah べからず menempel pada bentuk negatif karena artinya "jangan" atau "tidak boleh"?

Tidak, pola ini selalu menempel pada verba bentuk kamus yang positif. Makna negatif ("tidak" atau "jangan") sepenuhnya terkandung di dalam sufiks klasik べからず itu sendiri. Oleh karena itu, kamu mengucapkan 入るべからず, yang berarti "dilarang masuk", bukan 入らないべからず.

09Latihan Mini

  1. 01

    (Papan tanda publik) Dilarang memasuki area rumput. 芝生に( )。

  2. 02

    (Maksim moral) Tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain. 他人の悪口を( )べからず。

  3. 03

    (Pengumuman publik) Bahaya. Dilarang menyentuh mesin ini.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  4. 04

    (Berbicara dengan teman) 私のケーキを食べるべからず。

  5. 05

    (Maksim moral) Jangan lupakan niat awalmu. 初心を( )。

  6. 06

    (Instruksi ujian) Dilarang mengobrol selama ujian. 試験中、私語を交わ( )べからず。

  7. 07

    (Peribahasa) Tidak boleh mengingkari janji.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  8. 08

    (Papan tanda di area terlarang) Selain yang berkepentingan dilarang masuk. 関係者以外、立ち入るべからず。

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • Pola ~べからず adalah ungkapan tingkat lanjut dan sangat formal yang digunakan untuk menyatakan larangan tegas.
  • Pola ini diterjemahkan menjadi "dilarang" atau "tidak boleh" dan membawa nada impersonal, otoritatif, dan klasik.
  • Untuk membentuknya, tempelkan べからず langsung pada verba bentuk kamus yang positif (misalnya, 入るべからず).
  • Untuk verba tidak beraturan yang berakhiran dengan する, kamu dapat menggunakan bentuk kamus standar (するべからず) atau bentuk klasik yang lebih tua (すべからず).
  • Pola ini terutama digunakan pada papan peringatan publik, aturan tertulis resmi, dan dalam maksim moral atau peribahasa.
  • Karena sifatnya yang kaku dan otoritatif, pola ini tidak boleh digunakan dalam percakapan lisan sehari-hari.

10Peta Materi

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT