Evaluasi dan Penilaian
Ekspektasi Formal untuk Suatu Peran atau Posisi
Pola tata bahasa tingkat lanjut 「たる」 adalah ungkapan yang sangat formal yang digunakan untuk menyatakan tugas wajib, tanggung jawab moral, atau standar perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memegang peran tertentu. Pola ini paling sering dijumpai dalam frasa tetap 「たるもの」 (mereka yang merupakan ~), yang ditulis dengan kanji 「者」, dan menempel langsung pada nomina yang merepresentasikan gelar, profesi, atau posisi kepemimpinan. Karena pola ini menetapkan ekspektasi yang tegas, kalimat yang menggunakan pola ini biasanya diakhiri dengan bentuk kewajiban seperti 「べきだ」 yang berarti "harus", atau bentuk larangan seperti 「てはならない」 yang berarti "tidak boleh".
01Fungsi Utama
Menunjukkan Status atau Peran Formal
Pola ini menempel pada nomina yang merepresentasikan posisi penuh tanggung jawab, seperti seorang pemimpin, guru, atau politisi, untuk menetapkan pernyataan mengenai peran tersebut.
リーダーたる者は、常に冷静であるべきだ。
Seorang pemimpin harus selalu bersikap tenang.
Menyiratkan Tanggung Jawab yang Besar
Pola ini secara inheren membawa nuansa tugas wajib dan ekspektasi moral yang tegas, menekankan apa yang dituntut dari orang yang memegang peran tersebut.
教師たる者、学生の手本にならなければならない。
Sebagai seorang guru, harus menjadi panutan bagi para siswa.
Menetapkan Perilaku yang Diharapkan
Paruh kedua dari kalimat tersebut secara alami diakhiri dengan apa yang harus dilakukan, dilarang dilakukan, atau secara wajar diharapkan untuk dilakukan oleh seseorang dalam posisi tersebut.
親たる者は、子供の前でそんな言葉を使ってはいけない。
Sebagai orang tua, tidak boleh menggunakan kata-kata seperti itu di depan anak-anak.
02Pola Kalimat
nomina + たるものは + adjektiva-na + であるべきだ
リーダーたるものは、常に冷静であるべきだ。
Seorang pemimpin harus selalu bersikap tenang.
Nomina リーダー menetapkan posisi tersebut, dan たるものは menetapkan ekspektasi kuat bahwa pemimpin tersebut harus tetap tenang.
nomina + たるもの + nomina + にならなければならない
教師たる者、学生の手本にならなければならない。
Sebagai seorang guru, harus menjadi panutan bagi para siswa.
教師 mendefinisikan profesi tersebut, diikuti oleh kewajiban mutlak yang menggunakan なければならない.
nomina + たるものは + nomina + のために + verba
政治家たる者は、国民のために尽くすべきだ。
Mereka yang merupakan politisi harus mengabdi kepada rakyat.
政治家 merepresentasikan tugas publik, menjadikannya sangat cocok untuk nuansa moral yang tegas dari たる.
nomina + たるもの + verba + のが当然だ
学生たるもの、しっかり勉強するのが当然だ。
Sudah sewajarnya bahwa seseorang yang merupakan siswa harus belajar dengan giat.
Pola ini juga dapat diakhiri dengan frasa yang menyatakan ekspektasi wajar, seperti 当然だ.
nomina + たるもの + nomina + を + verba + なければならない
警察官たる者、市民の安全を守らなければならない。
Seorang polisi harus melindungi keselamatan warga.
Peran seorang polisi membawa ekspektasi sosial yang besar, sangat cocok dengan nuansa berat dari たる.
nomina + たるものは + nomina + を + nomina + にするべきだ
医者たるものは、患者の命を最優先にするべきだ。
Seorang dokter harus memprioritaskan nyawa pasiennya.
医者 adalah nomina penunjuk status klasik yang digunakan dengan pola ini untuk menyatakan tugas profesional dan moral yang teguh.
nomina + たるものは + frasa + てはいけない
親たる者は、子供の前でそんな言葉を使ってはいけない。
Sebagai orang tua, tidak boleh menggunakan kata-kata seperti itu di depan anak-anak.
Ketika mendiskusikan tanggung jawab orang tua, pola ini menetapkan larangan yang tegas menggunakan てはいけない.
03Contoh Kalimat
リーダーたる者は、常に冷静であるべきだ。
Seorang pemimpin harus selalu bersikap tenang.
Nomina penunjuk status リーダー menetapkan posisi kepemimpinan, dan たる者 menetapkan ekspektasi kuat bahwa seorang pemimpin tidak boleh panik dalam situasi sulit.
教師たる者、学生の手本にならなければならない。
Sebagai seorang guru, harus menjadi panutan bagi para siswa.
教師 mendefinisikan profesi tersebut, diikuti oleh kewajiban mutlak yang menggunakan なければならない.
政治家たる者は、国民のために尽くすべきだ。
Mereka yang merupakan politisi harus mengabdi kepada rakyat.
政治家 merepresentasikan tugas publik, menjadikannya sangat cocok untuk nuansa moral yang tegas dari pola tata bahasa ini.
学生たるもの、しっかり勉強するのが当然だ。
Sudah sewajarnya bahwa seseorang yang merupakan siswa harus belajar dengan giat.
Pola ini juga dapat diakhiri dengan frasa yang menyatakan ekspektasi wajar, seperti 当然だ.
警察官たる者、市民の安全を守らなければならない。
Seorang polisi harus melindungi keselamatan warga.
Peran seorang polisi membawa ekspektasi sosial yang besar, sangat cocok dengan nuansa berat dari たる者.
医者たるものは、患者の命を最優先にするべきだ。
Seorang dokter harus memprioritaskan nyawa pasiennya.
医者 adalah nomina penunjuk status klasik yang digunakan dengan pola ini untuk menyatakan tugas profesional dan moral yang teguh.
親たる者は、子供の前でそんな言葉を使ってはいけない。
Sebagai orang tua, tidak boleh menggunakan kata-kata seperti itu di depan anak-anak.
Ketika mendiskusikan tanggung jawab orang tua, pola ini menetapkan larangan yang tegas menggunakan てはいけない.
プロの選手たるもの、日々の厳しい練習を怠ってはいけない。
Sebagai seorang atlet profesional, tidak boleh melalaikan latihan harian yang ketat.
Pola ini menguraikan standar perilaku tegas yang diharapkan dari seseorang yang menyandang status profesional.
裁判官たる者は、常に公平な判断を下さなければならない。
Seorang hakim harus selalu menjatuhkan putusan yang adil.
Hakim adalah posisi yang sangat dipercaya dalam masyarakat, menjadikannya subjek yang alami untuk ekspektasi khidmat dari たる者.
社長たる者、会社の責任を一人で負う覚悟が必要だ。
Sebagai seorang presiden perusahaan, harus bersiap memikul tanggung jawab perusahaan seorang diri.
Klausa konsekuensi juga dapat mendeskripsikan kebutuhan yang tegas atau kesiapan mental (覚悟が必要だ) yang dibutuhkan oleh peran tersebut.
武士たる者、一度口にした約束は必ず守るべきだ。
Seorang samurai harus benar-benar menepati janji yang pernah diucapkannya.
Pola ini memiliki asal-usul klasik dan sangat cocok dengan konteks sejarah atau sastra yang mendeskripsikan kode etik yang tegas.
科学者たるもの、真実を曲げてはならない。
Sebagai seorang ilmuwan, tidak boleh memutarbalikkan kebenaran.
Larangan formal てはならない dipasangkan secara alami dengan たる者 untuk menekankan etika profesional yang tidak dapat diganggu gugat.
国の代表たる者は、その発言に重い責任を持つべきだ。
Mereka yang merupakan perwakilan negara harus memikul tanggung jawab besar atas pernyataannya.
Nomina sebelum たる dapat berupa frasa deskriptif seperti 国の代表 yang berarti "perwakilan negara", asalkan menyiratkan suatu peran dengan tugas yang berat.
04Perbandingan
たる vs. として
「として」 sekadar menyatakan peran atau kapasitas secara netral (sering diterjemahkan sebagai "sebagai" atau "dalam kapasitas sebagai") dan dapat diikuti oleh pernyataan faktual sehari-hari. 「たる」 membawa nuansa formal yang jauh lebih berat dari tugas moral yang tegas atau ekspektasi tinggi dan harus diikuti oleh kewajiban, larangan, atau ekspektasi yang wajar.
医者として病院で働いている。
(Saya) sedang bekerja di rumah sakit sebagai seorang dokter.
医者たる者は、患者の命を最優先にするべきだ。
Seorang dokter harus memprioritaskan nyawa pasiennya.
たる vs. にあるまじき
Kedua pola ini menempel pada nomina penunjuk status untuk mendiskusikan perilaku yang diharapkan untuk suatu peran. Namun, 「たる」 menguraikan apa yang seharusnya dilakukan atau diwujudkan oleh seseorang dalam suatu posisi, sementara 「にあるまじき」 yang berarti "tidak pantas untuk" menyatakan kecaman keras atas tindakan yang tidak boleh dilakukan seseorang karena melanggar standar posisi tersebut.
教師たる者、学生の手本になるべきだ。
Sebagai seorang guru, harus menjadi panutan bagi para siswa.
それは教師にあるまじき行為だ。
Itu adalah tindakan yang tidak pantas untuk seorang guru.
05Nuansa dan Pemakaian
Pola tata bahasa Jepang tingkat lanjut 「たる」 adalah ungkapan yang sangat formal, kaku, dan berakar pada bahasa Jepang klasik. Saat seorang pembicara menggunakan pola ini, mereka tidak sekadar menyatakan apa pekerjaan seseorang; mereka menerapkan standar perilaku yang khidmat dan pantang menyerah. Pola ini terdengar seperti teguran formal, sumpah khidmat, atau aturan sosial yang tak tergoyahkan.
Dalam bahasa Jepang modern, pola ini hampir secara eksklusif digunakan dalam frasa tetap 「たる者」 (sering ditulis dalam hiragana sebagai 「たるもの」), yang berarti "seseorang yang merupakan sebuah" atau "mereka yang merupakan". Pola ini menempel langsung pada nomina penunjuk status tanpa partikel perantara apa pun. Nomina sebelum 「たる」 tidak boleh berupa objek umum atau netral; nomina tersebut harus dikaitkan oleh masyarakat dengan tanggung jawab yang besar, kode etik profesional, atau standar perilaku yang jelas, seperti profesi (教師, 医者) atau peran kepemimpinan (リーダー, 政治家).
Karena pola ini menetapkan ekspektasi yang kaku, klausa yang mengikutinya sangat dibatasi. Kalimat tersebut harus diakhiri dengan ungkapan kewajiban (べきだ atau なければならない), larangan yang tegas (てはいけない atau てはならない), atau pernyataan tentang ekspektasi yang wajar (当然だ). Pola ini tidak pernah digunakan untuk mendeskripsikan fakta objektif sederhana atau peristiwa masa lalu, menjadikannya alat khusus untuk mengekspresikan keharusan moral.
06Penjelasan Inti
Pola tata bahasa tingkat lanjut 「たる」 adalah ungkapan yang sangat formal yang digunakan untuk menyatakan tugas wajib, tanggung jawab moral, atau standar perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memegang peran tertentu.
Pola tata bahasa Jepang tingkat lanjut 「たる」 adalah ungkapan yang sangat formal, kaku, dan berakar pada bahasa Jepang klasik. Pola ini digunakan untuk menyatakan secara tegas tugas wajib, kewajiban moral, atau standar perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memegang posisi atau peran tertentu di masyarakat. Saat seorang pembicara menggunakan pola ini, mereka sedang menerapkan standar perilaku yang tinggi.
Dalam bahasa Jepang modern, pola ini hampir secara eksklusif digunakan dalam frasa tetap 「たるもの」, yang biasanya ditulis dengan kanji sebagai 「たる者」, dan berarti "seseorang yang merupakan sebuah" atau "mereka yang merupakan". Pola ini menempel langsung pada nomina penunjuk status tanpa partikel perantara apa pun. Rumus dasarnya hanyalah nomina + たる + nomina, tetapi yang paling sering dijumpai adalah nomina + たるもの.
Yang terpenting, nomina sebelum 「たる」 tidak boleh berupa objek umum atau netral. Nomina tersebut harus berupa nomina yang dikaitkan oleh masyarakat dengan tanggung jawab yang besar, kode etik profesional, atau standar perilaku yang jelas. Contoh yang umum mencakup profesi seperti 教師 yang berarti "guru" atau 医者 yang berarti "dokter"; peran kepemimpinan seperti リーダー yang berarti "pemimpin" atau 政治家 yang berarti "politisi"; serta peran sosial mendasar seperti 親 yang berarti "orang tua" atau 学生 yang berarti "siswa". Menggunakannya dengan nomina demografis netral akan terdengar tidak alami kecuali jika hal tersebut secara khusus merujuk pada standar moral tegas yang diharapkan dari kelompok tersebut.
Karena pola ini menetapkan ekspektasi yang kaku, klausa yang mengikutinya sangat dibatasi. Kalimat tersebut harus diakhiri dengan ungkapan kewajiban, seperti べきだ yang berarti "harus" atau なければならない yang berarti "harus"; larangan yang tegas, seperti てはいけない yang berarti "tidak boleh"; atau pernyataan tentang ekspektasi yang wajar, seperti 当然だ yang berarti "sudah sewajarnya". Pola ini tidak dapat diikuti oleh pernyataan sederhana mengenai fakta objektif atau deskripsi peristiwa masa lalu. Misalnya, kalimat seperti "Mereka yang merupakan dokter sedang berada di rumah sakit kemarin" tidak dapat dibentuk menggunakan pola ini.
Pembelajar sering bertanya-tanya apa perbedaan 「たる」 dengan pola yang jauh lebih umum digunakan yaitu 「として」 (sebagai / dalam kapasitas sebagai). Sementara 「として」 sekadar menyatakan peran atau kapasitas secara netral dan dapat digunakan untuk mendeskripsikan fakta biasa, 「たる」 membawa nuansa klasik yang jauh lebih berat terkait tugas yang tegas. 「たる」 terdengar seperti teguran formal, sumpah khidmat, atau aturan sosial yang pantang menyerah, menjadikannya pantas untuk pidato formal dan teks tertulis, tetapi terlalu dramatis untuk percakapan sehari-hari yang santai.
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
医者たる者は昨日病院にいた。
Lebih Alami
医者は昨日病院にいた。
Alasan: Pola 「たる」 harus diikuti oleh ungkapan kewajiban, larangan, atau ekspektasi yang tegas. Pola ini tidak dapat digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa masa lalu atau fakta objektif secara netral.
Kurang Tepat
勉強したたる者はしっかり休むべきだ。
Lebih Alami
学生たる者はしっかり休むべきだ。
Alasan: 「たる」 menempel langsung pada nomina penunjuk status, bukan pada verba.
Kurang Tepat
人たる者は毎日水を飲むべきだ。
Lebih Alami
人は毎日水を飲むべきだ。
Alasan: Nomina sebelum 「たる」 harus merepresentasikan posisi atau peran yang membawa tugas sosial yang berat atau standar moral yang tinggi, bukan sekadar kategori demografis atau biologis umum.
Kurang Tepat
教師たる者は学校に行きます。
Lebih Alami
教師たる者、学生の手本にならなければならない。
Alasan: 「たる」 adalah ungkapan klasik dan sangat formal yang menguraikan tugas wajib yang tegas. Kalimat tersebut harus diakhiri dengan pernyataan kewajiban yang kuat seperti べきだ atau なければならない, alih-alih tindakan sopan sederhana.
Kurang Tepat
医者たる、患者を助けるべきだ。
Lebih Alami
医者たる者、患者を助けるべきだ。
Alasan: Dalam bahasa Jepang modern, tata bahasa ini hampir secara eksklusif digunakan sebagai frasa tetap 「たる者」 (atau 「たるもの」) yang berarti "mereka yang merupakan ~".$ Menghilangkan 者 membuat kalimat terasa tidak lengkap.
Kurang Tepat
(Saat berbicara santai dengan teman) 友達たる者、お金を貸してよ。
Lebih Alami
(Saat berbicara santai dengan teman) 友達なんだから、お金を貸してよ。
Alasan: 「たる」 sangat formal dan bergaya sastra. Menggunakannya dalam permintaan sehari-hari yang santai akan terdengar terlalu dramatis dan tidak alami.
08Tanya Jawab
Bisakah (saya) menggunakan たる dengan sembarang nomina?
Tidak. Nomina tersebut harus merepresentasikan posisi, gelar, atau peran yang membawa tugas sosial tertentu atau kode etik yang tegas (seperti politisi, orang tua, atau profesional). Menggunakannya dengan nomina netral akan terdengar tidak alami.
Mengapa pola ini hampir selalu muncul sebagai たる者?
Meskipun たる adalah verba bantu klasik, dalam bahasa Jepang modern pola ini bertahan terutama dalam frasa tetap たる者 (atau たるもの), yang berarti "seseorang yang merupakan ~" atau "mereka yang merupakan ~".
Bisakah (saya) menggunakan たる dalam percakapan santai sehari-hari?
Secara umum, tidak. Ini adalah ungkapan yang sangat formal dan kaku. Menggunakannya dalam percakapan santai akan terdengar terlalu dramatis, kuno, atau seperti sedang memberikan ceramah yang tegas.
09Latihan Mini
- 01
( )たる者、市民の安全を守らなければならない。
- 02
教師たる( )、学生の手本にならなければならない。
- 03
リーダーたる者は、常に冷静で( )。
- 04
Seorang dokter harus memprioritaskan nyawa pasiennya.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 05
Sebagai orang tua, tidak boleh menggunakan kata-kata seperti itu di depan anak-anak.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 06
学生( )、しっかり勉強するのが当然だ。
- 07
(Mendeskripsikan peristiwa masa lalu secara objektif) 医者たる者は昨日病院にいました。
Susun potongan jawaban berurutan.
- 08
(Memberikan pidato formal mengenai kepemimpinan) リーダーたる者は、常に冷静であるべきだ。
Susun potongan jawaban berurutan.
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- Pola tata bahasa tingkat lanjut nomina + たる + nomina (paling umum berupa たる者) adalah ungkapan yang sangat formal yang digunakan untuk menyatakan tugas wajib dan kewajiban moral yang tegas.
- Pola ini menempel langsung pada nomina yang merepresentasikan suatu peran dengan ekspektasi sosial yang besar, seperti 教師 yang berarti "guru", 医者 yang berarti "dokter", atau リーダー yang berarti "pemimpin".
- Kalimat yang menggunakan pola ini harus diakhiri dengan kewajiban (べきだ, なければならない), larangan (てはいけない), atau ekspektasi yang wajar (当然だ).
- Pola ini tidak dapat digunakan untuk menyatakan fakta objektif sederhana atau untuk mendeskripsikan peristiwa masa lalu.
- Berbeda dengan として (sebagai / dalam kapasitas sebagai) yang bersifat netral, たる membawa nuansa yang berat dan pantang menyerah yang cocok untuk pidato formal, tulisan, atau teguran yang tegas.
10Peta Materi
Info Belajar
Isi
Bandingkan