BUNPOU.JEPANG.ORG
ものの

Kontras dan Konsesi

Konjungsi Formal untuk Harapan yang Tidak Terpenuhi

Konjungsi formal bahasa Jepang 「ものの」 menghubungkan dua klausa untuk menyatakan "walaupun" atau "meskipun". Pola ini mengakui fakta yang sudah mapan pada klausa pertama, tetapi memperkenalkan kenyataan pada klausa kedua yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pola kalimat ini terutama digunakan dalam tulisan formal dan ragam bahasa lisan yang kaku, sehingga penting untuk pemahaman bacaan dan konteks profesional.

01Fungsi Utama

Mengakui Fakta yang Sudah Mapan

Gunakan paruh pertama kalimat untuk menyatakan fakta yang diakui atau tindakan yang benar-benar telah terjadi. Hal ini membangun ekspektasi untuk sisa kalimat tersebut.

パソコンをったものの、使つかかたがわからない。

Walaupun (saya) sudah membeli komputer, (saya) tidak tahu cara menggunakannya.

Memperkenalkan Kenyataan yang Mengecewakan

Paruh kedua kalimat menunjukkan bahwa hasil aktualnya tidak sesuai dengan ekspektasi yang dibangun oleh klausa pertama, sering kali menggambarkan kurangnya kemajuan atau masalah yang belum terselesaikan.

あやまったものの、まだゆるしてもらえない。

Meskipun (saya) sudah meminta maaf, (saya) belum dimaafkan.

Menyatakan Konsesi Formal

Pola kalimat ini membawa nada yang objektif dan kaku, sehingga cocok untuk esai, laporan formal, dan komunikasi bisnis, bukan untuk obrolan kasual sehari-hari.

計画けいかくてたものの、実行じっこうにはいたっていない。

Walaupun rencana sudah dibuat, (rencana itu) belum dilaksanakan.

02Pola Kalimat

verba (bentuk た) + ものの

設備せつび導入どうにゅうしたものの、まだ活用かつようできていない。

Walaupun (kami) sudah mendatangkan fasilitas tersebut, (kami) belum dapat memanfaatkannya.

Pola ini sangat umum digunakan dengan bentuk lampau untuk mengontraskan tindakan yang telah selesai dengan kurangnya hasil yang terus berlangsung di masa kini.

verba (bentuk kamus) + ものの

英語えいご毎日まいにち勉強べんきょうするものの、なかなか上達じょうたつしない。

Walaupun (saya) belajar bahasa Inggris setiap hari, (saya) tidak kunjung mahir.

Dengan verba bentuk kamus, pola ini menggambarkan tindakan yang berulang atau kebiasaan saat ini yang gagal membuahkan hasil yang diharapkan.

verba (bentuk て) + いる + ものの

努力どりょくしているものの、結果けっかない。

Meskipun (saya) sedang berusaha keras, hasilnya tidak terlihat.

Penggunaan verba yang menyatakan keadaan berkelanjutan menekankan upaya atau kondisi yang sedang berlangsung namun saat ini tidak mencapai efek yang diinginkan.

adjektiva-i + ものの

値段ねだんたかいものの、品質ひんしつ素晴すばらしい。

Walaupun harganya mahal, kualitasnya luar biasa.

Pola ini langsung menempel pada adjektiva-i untuk mengontraskan sifat negatif dengan kenyataan positif, atau sebaliknya.

adjektiva-na + な + ものの

このシステムは便利べんりなものの、エラーがおおい。

Walaupun sistem ini praktis, ada banyak kesalahan.

Kamu dapat menghubungkan adjektiva-na dengan 「ものの」 dengan mempertahankan 「」.

adjektiva-na + である + ものの

かれはなし複雑ふくざつであるものの、非常ひじょう興味深きょうみぶかい。

Walaupun ceritanya rumit, (ceritanya) sangat menarik.

Dalam tulisan yang sangat formal, adjektiva-na sering dihubungkan menggunakan 「である」 sebagai ganti 「」.

nomina + である + ものの

かれはまだ学生がくせいであるものの、プロとしてはたらいている。

Walaupun dia masih seorang siswa, (dia) bekerja sebagai seorang profesional.

Nomina harus menggunakan 「である」 sebelum 「ものの」. Kamu tidak dapat menghubungkan nomina secara langsung dengan 「」.

03Contoh Kalimat

パソコンをったものの、使つかかたがわからない。

Walaupun (saya) sudah membeli komputer, (saya) tidak tahu cara menggunakannya.

Klausa pertama menyatakan tindakan yang telah selesai, tetapi klausa kedua menunjukkan kurangnya hasil yang diharapkan.

あやまったものの、まだゆるしてもらえない。

Meskipun (saya) sudah meminta maaf, (saya) belum dimaafkan.

Tindakan di masa lalu dikontraskan dengan situasi saat ini yang belum terselesaikan.

あたらしいシステムを導入どうにゅうしたものの、まだ活用かつようできていない。

Walaupun (kami) sudah mendatangkan sistem baru tersebut, (kami) belum dapat memanfaatkannya.

Sering digunakan dalam konteks formal dan bisnis untuk menggambarkan kurangnya kemajuan.

英語えいご毎日まいにち勉強べんきょうするものの、なかなか上達じょうたつしない。

Walaupun (saya) belajar bahasa Inggris setiap hari, (saya) tidak kunjung mahir.

Verba bentuk kamus menggambarkan tindakan berulang atau kebiasaan yang gagal membuahkan hasil yang diharapkan.

努力どりょくしているものの、結果けっかない。

Meskipun (saya) sedang berusaha keras, hasilnya tidak terlihat.

Penggunaan verba yang menyatakan keadaan berkelanjutan menekankan upaya yang sedang berlangsung namun tidak mencapai efek yang diinginkan.

値段ねだんたかいものの、品質ひんしつ素晴すばらしい。

Walaupun harganya mahal, kualitasnya luar biasa.

Pola ini langsung menempel pada adjektiva-i untuk mengontraskan sifat negatif dengan kenyataan positif.

この仕事しごと給料きゅうりょうがいいものの、やすみがすくない。

Walaupun pekerjaan ini gajinya bagus, hari liburnya sedikit.

Adjektiva-i membangun ekspektasi berdasarkan gaji yang tinggi, yang dipatahkan oleh kenyataan yang mengecewakan.

このシステムは便利べんりなものの、エラーがおおい。

Walaupun sistem ini praktis, ada banyak kesalahan.

Kamu dapat menghubungkan adjektiva-na secara langsung dengan 「ものの」 dengan mempertahankan 「」.

かれはなし複雑ふくざつであるものの、非常ひじょう興味深きょうみぶかい。

Walaupun ceritanya rumit, (ceritanya) sangat menarik.

Dalam tulisan formal, adjektiva-na sering dihubungkan menggunakan 「である」 sebagai ganti 「」.

かれはまだ学生がくせいであるものの、プロとしてはたらいている。

Walaupun dia masih seorang siswa, (dia) bekerja sebagai seorang profesional.

Nomina harus menggunakan 「である」 sebelum 「ものの」. Kamu tidak dapat menghubungkannya secara langsung dengan 「」.

はるであるものの、まださむつづいている。

Meskipun saat ini musim semi, hari-hari yang dingin masih berlanjut.

Fakta yang mapan mengenai musim dikontraskan dengan kenyataan sebaliknya tentang cuaca.

説明せつめいしょんだものの、まった理解りかいできない。

Walaupun (saya) sudah membaca buku petunjuknya, (saya) sama sekali tidak dapat memahaminya.

Ekspektasi yang dibangun dari membaca buku petunjuk benar-benar tidak terpenuhi.

プロジェクトをはじめたものの、予算よさんりない。

Meskipun (kami) sudah memulai proyek tersebut, (kami) tidak memiliki anggaran yang cukup.

Pola kalimat yang umum dalam tulisan bisnis yang mana suatu tindakan diambil meskipun keadaannya tidak menguntungkan.

そのレストランは有名ゆうめいなものの、実際じっさいひとすくない。

Walaupun restoran itu terkenal, sedikit orang yang benar-benar pergi ke sana.

Adjektiva-na digunakan untuk membangun reputasi, sementara klausa kedua memperkenalkan kenyataan yang mengecewakan.

04Perbandingan

ものの vs. のに

Kedua pola tata bahasa ini diterjemahkan menjadi "meskipun" atau "walaupun", tetapi nada dan ketepatan penggunaannya berbeda secara signifikan. 「のに」 adalah pilihan standar untuk percakapan santai sehari-hari dan secara alami membawa nada emosional yang kuat berupa keterkejutan, rasa frustrasi, atau keluhan pribadi. Sebaliknya, 「ものの」 sangat formal, objektif, dan tidak terikat secara emosional. Pola ini terutama digunakan dalam bahasa tulis, seperti laporan bisnis atau esai, untuk menyatakan secara netral bahwa suatu hasil tidak memenuhi harapan.

あやまったものの、まだゆるしてもらえない。

Meskipun (saya) sudah meminta maaf, (saya) belum dimaafkan. (Formal, fakta objektif)

あやまったのに、まだゆるしてくれない!

Meskipun (saya) sudah meminta maaf, (mereka) tetap tidak mau memaafkan saya! (Kasual, mengungkapkan rasa frustrasi)

ものの vs. が / けれども

「が」 dan 「けれども」 adalah konjungsi standar yang berarti "tetapi", digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang kontras dalam bahasa lisan maupun tulisan. 「ものの」 selangkah lebih maju daripada kontras sederhana: pola ini secara khusus menekankan bahwa kenyataan pada klausa kedua mengkhianati harapan yang dibangun oleh fakta yang sudah mapan pada klausa pertama. Pola ini sangat menyoroti kurangnya kemajuan yang diharapkan, masalah yang belum terselesaikan, atau kenyataan yang mengecewakan.

パソコンをったものの、使つかかたがわからない。

Walaupun (saya) sudah membeli komputer, (saya) tidak tahu cara menggunakannya. (Penekanan pada harapan yang tidak terpenuhi untuk menggunakannya)

パソコンをいましたが、使つかかたがわかりません。

(Saya) membeli komputer, tetapi (saya) tidak tahu cara menggunakannya. (Pernyataan sederhana tentang fakta yang kontras)

05Nuansa dan Pemakaian

Nuansa inti dari 「ものの」 terletak pada nadanya yang formal dan objektif. Pola ini diklasifikasikan sebagai bahasa ragam tulis (文章語) dan merupakan standar dalam esai, artikel berita, tulisan akademik, dan email bisnis. Saat pola ini muncul dalam bahasa lisan, penggunaannya terbatas pada situasi yang sangat formal, seperti pidato, presentasi, atau pengumuman resmi. Menggunakannya dalam obrolan santai sehari-hari terdengar terlalu kaku dan tidak wajar.

Secara struktural, 「ものの」 bergantung pada dinamika "harapan vs. kenyataan". Klausa pertama harus selalu menyatakan kebenaran yang tidak dapat disangkal atau tindakan yang sudah selesai dilakukan. Dengan menyatakan fakta ini, kamu membangun ekspektasi logis bagi pendengar atau pembaca. Klausa kedua kemudian memperkenalkan kekecewaan—bagaimana kenyataan gagal memenuhi hasil yang diharapkan dari fakta yang sudah mapan tersebut.

Karena 「ものの」 melaporkan secara objektif bahwa suatu situasi tidak berjalan sesuai harapan, pola ini memiliki batasan tata bahasa yang ketat untuk klausa kedua. Paruh akhir kalimat tidak dapat digunakan untuk mengajak seseorang (ましょう), memerintah seseorang (てください), atau menyatakan kemauan maupun niat aktif pembicara. Pola ini hanya melaporkan keadaan saat ini, sering kali menyoroti masalah yang belum terselesaikan atau kurangnya kemajuan.

06Penjelasan Inti

Konjungsi formal bahasa Jepang 「ものの」 menghubungkan dua klausa untuk menyatakan "walaupun" atau "meskipun".

Konjungsi formal bahasa Jepang 「ものの」 menghubungkan dua klausa untuk menyatakan "walaupun", "meskipun", atau "terlepas dari fakta bahwa". Pola ini terutama digunakan dalam bahasa tulis, seperti esai dan laporan bisnis, untuk mengakui fakta yang diakui sebelum memperkenalkan kenyataan yang kontras.

Struktur dasar kalimat 「ものの」 mengharuskan klausa pertama untuk menyatakan sesuatu yang benar-benar telah terjadi atau tidak dapat disangkal kebenarannya. Kamu mengakui fakta yang sudah mapan ini sebelum beralih ke poin utama di klausa kedua.

Paruh kedua kalimat mengungkapkan hasil yang tidak memenuhi ekspektasi yang dibangun oleh paruh pertama. Hal ini sering kali menyoroti kurangnya kemajuan, masalah yang belum terselesaikan, atau kenyataan yang mengecewakan. Misalnya, jika klausa pertama adalah "(Saya) membeli komputer", hasil yang diharapkan adalah kamu menggunakannya; klausa 「ものの」 akan menyatakan kenyataan sebaliknya, seperti "tetapi (saya) tidak tahu cara menggunakannya".

Aturan tata bahasa yang krusial adalah klausa kedua tidak boleh mengandung ungkapan kemauan aktif pembicara, perintah, atau permintaan. Kamu tidak dapat menggunakan 「ものの」 untuk mengatakan "Walaupun hujan turun, ayo pergi ke luar". Kalimat tersebut harus menggambarkan keadaan atau hasil yang objektif dan ada.

Dalam percakapan sehari-hari, pembelajar sering keliru menggunakan 「ものの」 sebagai ganti 「のに」, karena keduanya dapat diterjemahkan sebagai "meskipun". Akan tetapi, 「のに」 jauh lebih kasual dan membawa nada emosional yang kuat berupa ketidakpuasan pribadi, keterkejutan, atau keluhan. 「ものの」 tetap sangat formal, objektif, dan tidak terikat secara emosional.

Saat membentuk kalimat, verba dan adjektiva-i langsung dihubungkan ke 「ものの」. Untuk adjektiva-na, kamu harus menambahkan 「な」 atau 「である」. Nomina dihubungkan secara eksklusif menggunakan 「である」; kesalahan pembelajar yang umum adalah menggunakan 「の」 (seperti 学生のものの), yang mana tidak tepat dan harus ditulis sebagai 学生であるものの.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

学生のものの、プロとして働いている。

Lebih Alami

学生であるものの、プロとして働いている。

Alasan: Nomina tidak dapat dihubungkan ke 「ものの」 menggunakan partikel 「の」. Nomina tersebut harus diikuti oleh 「である」.

Kurang Tepat

便利だものの、エラーが多い。

Lebih Alami

便利なものの、エラーが多い。

Alasan: Adjektiva-na bahasa Jepang harus mempertahankan akhiran 「な」 miliknya atau menggunakan 「である」 sebelum 「ものの」. Adjektiva-na tidak dapat dirangkai dengan 「だ」.

Kurang Tepat

時間がないものの、手伝ってください。

Lebih Alami

時間がないが、手伝ってください。

Alasan: Klausa yang mengikuti 「ものの」 tidak boleh memuat permintaan, perintah, atau kemauan aktif. Klausa tersebut harus menggambarkan keadaan yang objektif dan ada. Untuk permintaan, gunakan konjungsi standar seperti 「が」 atau 「けれども」.

Kurang Tepat

春ものの、まだ寒い日が続いている。

Lebih Alami

春であるものの、まだ寒い日が続いている。

Alasan: Kamu tidak dapat menempelkan nomina secara langsung pada 「ものの」. Nomina selalu membutuhkan 「である」.

Kurang Tepat

病気なものの、会社へ行った。

Lebih Alami

病気であるものの、会社へ行った。

Alasan: Nomina tidak dapat dihubungkan dengan 「な」, yang dikhususkan untuk adjektiva-na. Nomina harus menggunakan 「である」.

Kurang Tepat

明日雨が降るものの、試合は行われます。

Lebih Alami

明日雨が降っても、試合は行われます。

Alasan: Paruh pertama kalimat 「ものの」 harus menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi atau sudah menjadi fakta yang mapan. Untuk pengandaian di masa depan, gunakan 「ても」, yang berarti "meskipun", sebagai gantinya.

08Tanya Jawab

Bisakah saya menggunakan 「ものの」 untuk mengajak seseorang melakukan sesuatu? Seperti "Walaupun hujan turun, ayo pergi ke luar!"

Tidak, kamu tidak bisa. Klausa setelah 「ものの」 harus menggambarkan keadaan atau hasil yang objektif dan ada. Klausa tersebut tidak boleh memuat ajakan (ましょう), perintah (ください), atau kemauan aktif. Untuk ajakan, kamu harus menggunakan konjungsi standar seperti 「けれども」 atau 「が」 (contohnya, 雨が降っていますが、出かけましょう).

Apa perbedaan antara 「ものの」 dan 「のに」?

Walaupun keduanya diterjemahkan menjadi "meskipun", nadanya sangat berbeda. 「のに」 digunakan dalam bahasa sehari-hari dan membawa emosi yang kuat seperti keterkejutan, rasa frustrasi, atau keluhan. 「ものの」 sangat formal, objektif, dan tidak terikat secara emosional, sehingga cocok untuk laporan bisnis dan esai formal.

Bagaimana cara menghubungkan nomina dengan 「ものの」? Bisakah saya mengatakan 学生のものの?

Tidak, menggunakan 「の」 untuk menghubungkan nomina ke 「ものの」 adalah kesalahan yang umum. Nomina harus dihubungkan menggunakan 「である」. Bentuk yang tepat adalah 学生であるものの (Walaupun dia adalah seorang siswa).

09Latihan Mini

  1. 01

    Walaupun (saya) sudah membaca buku petunjuknya, (saya) sama sekali tidak dapat memahaminya.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  2. 02

    彼はまだ学生( )、プロとして働いている。

  3. 03

    このシステムは( )、エラーが多い。

  4. 04

    (Berbicara dengan teman dekat tentang sebuah permainan) 毎日練習しているものの、全然勝てないよ!

    Susun potongan jawaban berurutan.

  5. 05

    新しい設備を導入( )、まだ活用できていない。

  6. 06

    雨が降っているものの、( )。

  7. 07

    値段は( )、品質は素晴らしい。

  8. 08

    Meskipun (saya) sedang berusaha keras, hasilnya tidak terlihat.

    Susun potongan jawaban berurutan.

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • 「ものの」 adalah konjungsi yang sangat formal yang berarti "walaupun", "meskipun", atau "terlepas dari fakta bahwa".
  • Klausa pertama harus menyatakan fakta yang diakui atau tindakan yang benar-benar terjadi.
  • Klausa kedua memperkenalkan kenyataan yang tidak sesuai harapan, sering kali menunjukkan kurangnya kemajuan atau masalah yang belum terselesaikan.
  • Verba dan adjektiva-i dihubungkan secara langsung. Adjektiva-na menggunakan 「な」 atau 「である」, dan nomina secara eksklusif menggunakan 「である」.
  • Klausa kedua tidak boleh mengandung perintah, permintaan, atau ungkapan kemauan aktif pembicara.
  • Pola ini terutama digunakan dalam tulisan formal dan pembicaraan kaku; gunakan 「のに」 untuk percakapan santai dan untuk mengekspresikan ketidakpuasan pribadi.

10Peta Materi

Isi

14 contoh8 latihan6 kesalahan umum

Kanji yang Dipakai

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT