BUNPOU.JEPANG.ORG
~まま

Waktu, Urutan, dan Aspek

Membiarkan Keadaan Seperti Adanya

Kata Jepang まま digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kondisi, situasi, atau keadaan tetap persis seperti sebelumnya, tanpa perubahan apa pun. Bentuk ini sering mendeskripsikan dilakukannya suatu tindakan sekunder sambil mempertahankan keadaan primer yang biasanya diharapkan untuk berubah. Karena まま berperilaku secara tata bahasa seperti nomina, kata ini mengikuti aturan penyambungan nomina standar saat menempel pada verba, adjektiva, dan nomina lainnya.

01Fungsi Utama

Membiarkan Keadaan Tidak Berubah

Menunjukkan bahwa suatu situasi tetap persis seperti sebelumnya, sering kali digunakan dengan kopula di akhir kalimat.

むかしのままです。

(Ini) tetap seperti semula.

Melakukan Tindakan dalam Keadaan yang Tidak Berubah

Mendeskripsikan melakukan tindakan sekunder sambil mempertahankan keadaan primer, sering kali menyiratkan bahwa keadaan tersebut bertentangan dengan ekspektasi normal.

テレビをつけたままました。

(Saya) tidur dengan televisi dibiarkan menyala.

Melanjutkan Tanpa Mengambil Tindakan yang Diharapkan

Digunakan dengan verba bentuk negatif untuk menunjukkan bahwa tindakan yang diharapkan tidak dilakukan dan keadaan yang belum dilakukan tersebut terus berlanjut.

なにわないままかえりました。

(Dia) pulang tanpa mengatakan apa pun.

02Pola Kalimat

verba (bentuk た) + まま

まどけたままです。

Jendela dibiarkan terbuka.

Gunakan bentuk-ta untuk menekankan bahwa keadaan yang dihasilkan dari suatu tindakan yang telah selesai tetap dipertahankan.

verba (bentuk た) + ままで + verba

めがねをかけたままでました。

(Saya) tidur sambil memakai kacamata.

Tambahkan untuk memperlakukan keadaan yang tidak berubah sebagai kondisi di mana tindakan berikutnya terjadi.

verba (bentuk ない) + まま

連絡れんらくがないままです。

Masih belum ada kabar.

Gunakan bentuk-nai untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan yang diharapkan tidak dilakukan dan keadaan yang belum dilakukan tersebut terus berlanjut.

nomina + のまま

このまちむかしのままです。

Kota ini tetap seperti semula.

Karena まま bertindak seperti nomina, kamu harus menggunakan partikel untuk menyambungkan nomina lain ke kata ini.

nomina + のままで + verba

くつのままではいってもいいですか。

Bolehkah (saya) masuk dengan memakai sepatu?

Menambahkan memungkinkanmu mendeskripsikan suatu tindakan yang dilakukan saat masih berada dalam keadaan nomina tersebut.

adjektiva-na + なまま

部屋へやはきれいなままだ。

Ruangan tetap bersih.

Pertahankan saat menyambungkan adjektiva-na ke まま.

adjektiva-i + まま

料理りょうりあついままです。

Makanannya tetap panas.

Adjektiva-i menempel langsung pada まま tanpa perubahan apa pun.

03Contoh Kalimat

まどけたままです。

Jendela dibiarkan terbuka.

Bentuk-ta dari verba digunakan untuk menunjukkan bahwa tindakan membuka jendela yang telah selesai tetap berada dalam keadaan tersebut.

テレビをつけたままてしまいました。

(Saya) tertidur dengan televisi dibiarkan menyala.

Bentuk-ta ditambah ままで mendeskripsikan melakukan tindakan kedua (tidur) sementara keadaan pertama (televisi menyala) terus berlanjut.

けたままのドアからねこはいってきた。

Seekor kucing masuk melalui pintu yang dibiarkan terbuka.

Karena まま bertindak seperti nomina, menambahkan partikel memungkinkannya memodifikasi nomina berikutnya.

コンタクトレンズをれたままでると、わるいです。

Jika (kamu) tidur dengan lensa kontak dibiarkan terpasang, itu buruk bagi mata (kamu).

Bentuk-ta mendeskripsikan tindakan memasang lensa kontak yang telah selesai, yang keadaannya dipertahankan selama tindakan berikutnya.

かれなにわないまま、部屋へやった。

Dia meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apa pun.

Bentuk-nai menunjukkan bahwa tindakan mengatakan sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, dan keadaan tersebut berlanjut saat dia pergi.

問題もんだいはまだ解決かいけつされないままです。

Masalahnya masih belum terpecahkan.

Menggunakan bentuk-nai menunjukkan bahwa keadaan masalah yang tidak terpecahkan terus berlanjut persis seperti adanya.

このまちむかしのままです。

Kota ini tetap seperti semula.

Partikel diperlukan untuk menyambungkan nomina ke まま.

日本にほんでは、くつのままでいえはいってはいけません。

Di Jepang, (kamu) tidak boleh masuk ke dalam rumah dengan memakai sepatu.

Menambahkan memungkinkanmu mendeskripsikan tindakan yang dilakukan saat masih berada dalam keadaan nomina (memakai sepatu).

パジャマのままでゴミをてにきました。

(Saya) pergi membuang sampah saat masih memakai piyama.

Keadaan memakai piyama dipertahankan saat melakukan tindakan sekunder.

その計画けいかく白紙はくしのままです。

Rencana itu tetap menjadi lembaran kosong.

Menunjukkan bahwa keadaan dari nomina tersebut tidak berubah.

部屋へやはきれいなままだ。

Ruangan tetap bersih.

Suku kata diperlukan untuk menyambungkan adjektiva-na secara langsung ke まま.

部屋へやをきれいなままでたもちたいです。

(Saya) ingin menjaga ruangan tetap bersih.

Menambahkan mendeskripsikan mempertahankan keadaan yang dideskripsikan oleh adjektiva-na selama tindakan tersebut.

料理りょうりあついままです。

Makanannya tetap panas.

Adjektiva-i menempel langsung pada まま tanpa perubahan apa pun.

コーヒーをつめたいままでみました。

(Saya) meminum kopi saat masih dingin.

Adjektiva-i mendeskripsikan keadaan minuman yang tidak berubah sementara tindakan meminum terjadi.

04Perbandingan

まま vs. っぱなし

Kedua pola tersebut dapat mendeskripsikan membiarkan suatu situasi dalam keadaan tertentu (seperti membiarkan pintu terbuka atau air mengalir). Namun, 「っぱなし」 hanya menempel pada bentuk verba sebelum 「ます」 dan sangat menekankan ketidakpuasan atau keluhan pembicara tentang sesuatu yang diabaikan. 「まま」 lebih fleksibel—ini menempel pada verba, nomina, dan adjektiva—dan dapat mendeskripsikan keadaan yang sepenuhnya netral atau bahkan positif, seperti sebuah kota yang tetap indah.

まどけたままです。

Jendela dibiarkan terbuka. (Fakta netral)

まどけっぱなしです。

Jendela dibiarkan terbuka lebar. (Keluhan tentang kelalaian)

ままで vs. ながら

Kedua pola tersebut mendeskripsikan banyak hal yang terjadi secara bersamaan, tetapi fokusnya berbeda. 「ながら」 digunakan untuk dua tindakan aktif yang dilakukan secara bersamaan oleh orang yang sama (seperti makan sambil menonton televisi). 「ままで」 digunakan saat keadaan diam primer dipertahankan sementara tindakan sekunder dilakukan (seperti tidur sementara televisi tetap menyala). Tidur adalah tindakannya, dan televisi yang menyala adalah kondisi yang dipertahankan.

テレビをつけたままでました。

(Saya) tidur dengan televisi dibiarkan menyala.

テレビをながらごはんべました。

(Saya) makan sambil menonton televisi.

05Nuansa dan Pemakaian

Pada dasarnya, pola tata bahasa Jepang 「まま」 berfungsi seperti nomina yang diterjemahkan menjadi "kondisi" atau "keadaan". Karena bertindak sebagai nomina, kata ini menentukan bagaimana semua kata lain terhubung padanya: verba menggunakan bentuk biasa, nomina memerlukan partikel 「の」, dan adjektiva mempertahankan bentuk modifikasi standarnya. Sifat seperti nomina ini pada dasarnya "membekukan" kata sebelumnya menjadi kondisi yang berlanjut.

Saat digunakan dengan verba dan nomina, 「まま」 sering kali membawa ekspektasi tersirat bahwa suatu keadaan seharusnya diubah, tetapi tidak. Misalnya, memasuki rumah di Jepang disertai dengan ekspektasi melepaskan sepatumu. Mengatakan 「靴のままで入った」, yang berarti "masuk dengan memakai sepatu," menyoroti bahwa ekspektasi normal ini dilewati. Demikian pula, tidur dengan lampu menyala (「電気をつけたまま」) bertentangan dengan rutinitas normal mematikannya.

Partikel yang mengikuti 「まま」 mengubah bagaimana pola tersebut berfungsi dalam kalimat. Saat berada di akhir kalimat sebagai gagasan utama, ini mengambil kopula seperti 「だ」 atau 「です」, seperti dalam 「昔のままです」, yang berarti "tetap seperti sebelumnya". Saat kamu ingin mendeskripsikan melakukan tindakan lain sambil terjebak dalam keadaan beku tersebut, kamu harus menambahkan partikel 「で」 untuk membuat frasa adverbial, seperti dalam 「そのままで待ってください」, yang berarti "tolong tunggu persis seperti kondisimu sekarang". Memilih akhiran yang tepat membuat perbedaan antara mendeskripsikan suatu keadaan dan mendeskripsikan tindakan yang dilakukan dalam keadaan tersebut.

06Penjelasan Inti

Kata Jepang まま digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kondisi, situasi, atau keadaan tetap persis seperti sebelumnya, tanpa perubahan apa pun.

Pola tata bahasa Jepang 「まま」 digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu kondisi, situasi, atau keadaan dibiarkan persis seperti adanya, tanpa mengalami perubahan apa pun. Kata ini berperilaku secara tata bahasa seperti nomina, yang menentukan bagaimana kata-kata lain menempel padanya. Kamu akan sering melihatnya diikuti oleh kopula 「です」 atau 「だ」 saat bertindak sebagai predikat utama dari suatu kalimat, yang berarti bahwa subjek "tetap seperti sebelumnya."

Saat menggunakan 「まま」 dengan verba, verba tersebut biasanya mengambil bentuk-ta (bentuk lampau). Hal ini terjadi karena tindakan awal telah selesai, dan 「まま」 menyoroti bahwa keadaan yang dihasilkan dari tindakan tersebut berlanjut. Misalnya, 「つけたまま」 berarti kamu menyalakan sesuatu dan membiarkannya dalam keadaan tersebut. Sebaliknya, menyambungkan bentuk-nai (bentuk negatif) ke 「まま」 menunjukkan bahwa tindakan yang diharapkan tidak diambil dan keadaan yang belum dilakukan tersebut tetap bertahan.

Karena 「まま」 diperlakukan sebagai nomina, menyambungkan nomina lain padanya memerlukan partikel 「の」. Kamu akan umum melihat frasa seperti 「靴のまま」, yang berarti "dengan memakai sepatu," atau 「昔のまま」, yang berarti "sama seperti dulu". Demikian pula, adjektiva mengikuti aturan modifikasi nomina standar: adjektiva-i menempel langsung, sementara adjektiva-na memerlukan suku kata 「な」 sebelum 「まま」.

Cara yang sangat umum untuk menggunakan poin tata bahasa ini adalah untuk mendeskripsikan melakukan tindakan sekunder sambil mempertahankan keadaan primer. Dalam kasus-kasus ini, 「まま」 diikuti oleh partikel 「で」. Struktur ini, seperti 「つけたままで寝ました」, menyiratkan melakukan tindakan kedua (tidur) sementara kondisi pertama (dinyalakan) tetap tidak berubah. Menggunakan 「まま」 dengan tindakan sering kali menyiratkan bahwa keadaan yang dipertahankan sedikit bertentangan dengan ekspektasi normal, seperti tidur dengan lampu menyala atau berjalan di dalam rumah dengan memakai sepatu.

Pembelajar sering mengacaukan 「まま」 dengan akhiran verba 「っぱなし」, karena keduanya dapat mendeskripsikan membiarkan suatu situasi dalam keadaan tertentu. Namun, 「っぱなし」 hanya menempel pada verba sebelum 「ます」 dan sangat menekankan ketidakpuasan atau keluhan pembicara tentang sesuatu yang diabaikan. Sebaliknya, 「まま」 lebih fleksibel secara tata bahasa—menempel pada nomina dan adjektiva juga—dan dapat mendeskripsikan keadaan yang sepenuhnya netral atau bahkan positif, seperti sebuah kota yang tetap indah.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

窓を開けるままです。

Lebih Alami

窓を開けたままです。

Alasan: Saat mendeskripsikan keadaan berlanjut dari suatu tindakan yang telah selesai, verba harus dalam bentuk-ta (bentuk lampau), bukan bentuk kamus. Tindakan membuka jendela telah selesai, dan keadaan yang dihasilkan tersebut tetap ada.

Kurang Tepat

靴ままで入ってもいいですか。

Lebih Alami

靴のままで入ってもいいですか。

Alasan: Karena まま berperilaku seperti nomina secara tata bahasa, kamu harus menyambungkan nomina lain ke kata tersebut menggunakan partikel の.

Kurang Tepat

部屋はきれいままです。

Lebih Alami

部屋はきれいなままです。

Alasan: Untuk menyambungkan adjektiva-na ke bentuk yang seperti nomina まま, kamu harus mempertahankan な.

Kurang Tepat

窓を開けたまました。

Lebih Alami

窓を開けたままでした。

Alasan: まま adalah nomina, jadi untuk membuatnya menjadi bentuk lampau, kamu harus menggunakan kopula lampau seperti でした atau だった, bukan akhiran verba した.

Kurang Tepat

窓を開けてままです。

Lebih Alami

窓を開けたままです。

Alasan: Jangan gunakan bentuk て sebelum まま. Gunakan bentuk-ta untuk menunjukkan keadaan yang dihasilkan dari tindakan yang telah selesai.

Kurang Tepat

靴のままに入りました。

Lebih Alami

靴のままで入りました。

Alasan: Saat mendeskripsikan tindakan yang dilakukan saat dalam keadaan yang tidak berubah, gunakan partikel で setelah まま untuk membuat frasa adverbial, bukan partikel tujuan に.

08Tanya Jawab

Mengapa saya menggunakan bentuk lampau (bentuk-ta) dengan まま jika keadaannya terjadi saat ini?

Bentuk-ta menunjukkan bahwa tindakan awal itu sendiri (seperti membuka jendela atau menyalakan lampu) diselesaikan pada masa lalu. まま kemudian mengambil hasil yang telah selesai itu dan menunjukkan bahwa keadaannya berlanjut tanpa perubahan hingga masa kini.

Apakah saya selalu perlu menggunakan で setelah まま?

Tidak. Kamu menggunakan で (~ままで) saat kamu mendeskripsikan tindakan sekunder yang dilakukan saat dalam keadaan tersebut, seperti tidur (tindakan sekunder) dengan TV menyala (keadaan). Jika keadaan yang tidak berubah hanyalah poin utama dari kalimat, kamu cukup mengakhirinya dengan kopula, seperti ~ままです atau ~ままだ.

Bisakah saya menggunakan まま dengan bentuk verba negatif?

Ya. Menyambungkan bentuk-nai ke まま menunjukkan bahwa tindakan yang diharapkan tidak diambil dan bahwa keadaan yang "belum dilakukan" tersebut terus berlanjut. Misalnya, 何も言わないまま berarti seseorang tetap dalam keadaan tidak mengatakan apa pun.

09Latihan Mini

  1. 01

    エアコンを( )ままで寝てしまいました。

  2. 02

    日本では、( )ままで家に入ってはいけません。

  3. 03

    この町は( )です。

  4. 04

    問題はまだ解決されない( )。

  5. 05

    (Saya) tidur dengan televisi dibiarkan menyala.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  6. 06

    Tolong tunggu persis seperti kondisimu sekarang.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  7. 07

    靴ままで入ってもいいですか。

    Susun potongan jawaban berurutan.

  8. 08

    彼は何も言わないまま帰りました。

    Susun potongan jawaban berurutan.

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • Pola tata bahasa まま berarti membiarkan situasi atau keadaan persis seperti adanya, tanpa mengubahnya.
  • Karena まま bertindak secara tata bahasa seperti nomina, kata ini memerlukan sambungan spesifik: verba bentuk-ta, verba bentuk-nai, nomina + の, adjektiva-na + な, dan adjektiva-i yang tidak berubah.
  • Gunakan kata ini di akhir kalimat dengan kopula (だ atau です) untuk menyatakan bahwa subjek "tetap seperti sebelumnya."
  • Tambahkan で (~ままで) untuk mendeskripsikan melakukan tindakan sekunder saat terjebak dalam keadaan yang tidak berubah tersebut.
  • Bentuk ini sering menyiratkan bahwa keadaan tersebut dibiarkan tidak berubah padahal biasanya seharusnya diubah, seperti tidur dengan lampu menyala atau berjalan di dalam rumah dengan memakai sepatu.
  • Tidak seperti っぱなし, yang menempel pada bentuk verba sebelum ます untuk menekankan kelalaian dan keluhan, まま adalah kata netral yang juga dapat mendeskripsikan keadaan yang positif dan tidak berubah.

10Peta Materi

Info Belajar

Isi

14 contoh8 latihan6 kesalahan umum

Kanji yang Dipakai

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT