BUNPOU.JEPANG.ORG
~と

Kondisional dan Pengandaian

Kondisional untuk Konsekuensi Alami

Akhiran kondisional bahasa Jepang 「~と」 menghubungkan dua kejadian di mana kejadian kedua adalah hasil alami, pasti, atau otomatis dari kejadian pertama. Bentuk ini umum digunakan untuk menjelaskan cara kerja mesin, memberikan arah jalan, dan menyatakan fakta umum. Karena menyatakan kenyataan yang objektif, kamu tidak dapat menggunakan permintaan pribadi, perintah, atau ajakan setelah 「~と」.

01Fungsi Utama

Konsekuensi Alami dan Fakta

Gunakan 「~と」 untuk menyatakan kebenaran universal, kebiasaan, atau fenomena alam di mana satu kejadian selalu menyebabkan kejadian lain.

はるになると、さくらきます。

Kalau musim semi tiba, bunga sakura mekar.

Cara Kerja Mesin

Gunakan 「~と」 untuk menjelaskan cara kerja mesin atau sistem, yang menunjukkan bahwa suatu tindakan menyebabkan respons otomatis.

このボタンをすと、切符きっぷます。

Kalau (kamu) menekan tombol ini, tiketnya akan keluar.

Memberikan Arah

Gunakan 「~と」 untuk menjelaskan apa yang terjadi saat mengikuti arah jalan, yang menunjukkan bahwa mengambil jalur tertentu pasti akan mengarah ke lokasi tertentu.

つぎ交差点こうさてんみぎがると、えきがあります。

Kalau (kamu) belok kanan di perempatan berikutnya, stasiun ada di sana.

02Pola Kalimat

verba (bentuk kamus) + と + nomina + が + verba ます

はるになると、さくらきます。

Kalau musim semi tiba, bunga sakura mekar.

Tambahkan 「」 pada bentuk kamus verba untuk menyatakan konsekuensi yang pasti dan faktual seperti fenomena alam.

verba (bentuk kamus) + と + verba ます

このボタンをすと、うごきます。

Kalau (kamu) menekan tombol ini, (mesin) akan bergerak.

Untuk mesin dan sistem, 「」 menunjukkan bahwa suatu tindakan menjamin hasil tertentu secara otomatis.

verba (bentuk kamus) + と + nomina + に + nomina + が + あります

まっすぐくと、みぎ銀行ぎんこうがあります。

Kalau (kamu) jalan lurus, ada bank di sebelah kanan.

Saat memberikan arah jalan, 「」 digunakan karena tujuan adalah fakta objektif yang pasti akan muncul jika arah tersebut diikuti.

verba (bentuk negatif) + と + verba ます

いそがないと、おくれます。

Kalau (kamu) tidak bergegas, (kamu) akan terlambat.

Tambahkan 「」 pada bentuk-nai verba untuk menunjukkan konsekuensi negatif yang pasti jika suatu tindakan tidak terjadi.

verba (bentuk kamus) + と + nomina + を + verba ます

つかれると、コーヒーをみます。

Kalau (saya) lelah, (saya) minum kopi.

Kamu dapat menjelaskan kebiasaan pribadi jika kamu menganggap reaksimu sebagai respons yang terjamin dan otomatis, bukan sekadar pilihan biasa.

verba (bentuk kamus) + と + nomina + が + verba ました

まどけると、うみえました。

Waktu (saya) membuka jendela, (saya) bisa melihat laut.

Bila hasil kejadian berada dalam bentuk lampau, 「」 menyatakan suatu penemuan. Melakukan tindakan pertama segera mengungkapkan situasi kedua.

verba (bentuk negatif) + と + verba ません

かねれないと、うごきません。

Kalau (kamu) tidak memasukkan uang, (mesinnya) tidak akan bergerak.

Gunakan bentuk-nai dengan mesin untuk menunjukkan bahwa kondisi yang diperlukan harus dipenuhi agar sistem dapat beroperasi.

03Contoh Kalimat

はるになると、さくらきます。

Kalau musim semi tiba, bunga sakura mekar.

Gunakan 「」 untuk menjelaskan fenomena alam dan fakta universal di mana satu kejadian pasti menyebabkan kejadian lain.

あきになると、すずしくなります。

Kalau musim gugur tiba, (cuaca) menjadi sejuk.

」 sering digunakan dengan cuaca dan musim, memperlakukan perubahan tersebut sebagai konsekuensi otomatis.

このボタンをすと、切符きっぷます。

Kalau (kamu) menekan tombol ini, tiketnya akan keluar.

Ini adalah tata bahasa standar untuk menjelaskan cara kerja mesin. Hasilnya adalah respons mekanis otomatis.

みぎまわすと、おとおおきくなります。

Kalau (kamu) memutarnya ke kanan, suaranya menjadi lebih keras.

Kamu dapat menggunakan 「」 dengan adjektiva di klausa hasil untuk menjelaskan perubahan otomatis, seperti menyesuaikan tombol volume.

かねれないと、うごきません。

Kalau (kamu) tidak memasukkan uang, (mesinnya) tidak akan bergerak.

Tambahkan 「」 pada bentuk-nai verba untuk menunjukkan bahwa kondisi yang diperlukan untuk suatu mesin belum terpenuhi.

つぎ交差点こうさてんひだりがると、みぎ銀行ぎんこうがあります。

Kalau (kamu) belok kiri di perempatan berikutnya, ada bank di sebelah kanan.

」 sangat umum digunakan untuk memberikan arah jalan karena tata letak kota adalah kenyataan yang objektif.

まっすぐくと、えきえます。

Kalau (kamu) jalan lurus, (kamu) bisa melihat stasiun.

Saat memberikan arah jalan, tindakan pertama pasti mengungkapkan tujuan.

いそがないと、電車でんしゃおくれますよ。

Kalau (kamu) tidak bergegas, (kamu) akan terlambat naik kereta.

Menggunakan bentuk-nai dengan 「」 menyatakan konsekuensi negatif yang alami atau pasti.

つかれると、あまものべます。

Kalau (saya) lelah, (saya) makan yang manis-manis.

Kamu dapat menggunakan 「」 untuk kebiasaan pribadi jika kamu menganggap reaksimu otomatis dan terjamin.

毎日まいにち練習れんしゅうしないと、上手じょうずになりません。

Kalau (kamu) tidak berlatih setiap hari, (kamu) tidak akan menjadi mahir.

」 berfungsi dengan baik untuk menyatakan aturan umum atau kepastian logis berdasarkan kondisi.

まどけると、うみえました。

Waktu (saya) membuka jendela, (saya) bisa melihat laut.

Bila hasil kejadian berada dalam bentuk lampau, 「」 menyatakan suatu penemuan. Melakukan tindakan pertama segera mengungkapkan situasinya.

いえかえると、手紙てがみていました。

Waktu (saya) pulang ke rumah, ada surat yang datang.

Perhatikan bahwa verba sebelum 「」 tetap dalam bentuk kamus, meskipun penemuannya terjadi di masa lalu.

さけむと、かおあかくなります。

Kalau (saya) minum sake, wajah (saya) memerah.

」 digunakan untuk reaksi fisik tak terelakkan yang tidak bisa kamu kendalikan secara sadar.

言葉ことばがわからないと、大変たいへんです。

Kalau (kamu) tidak mengerti bahasanya, itu akan sulit.

Kondisi sebelum 「」 dapat berupa suatu keadaan, seperti tidak memahami sesuatu, yang mengarah pada konsekuensi faktual.

04Perbandingan

~と vs. ~たら

Bentuk kondisional 「と」 secara ketat digunakan untuk fakta objektif, konsekuensi alami, dan hasil otomatis. Kamu tidak dapat menggunakannya untuk menyatakan niatmu sendiri, permintaan, perintah, atau ajakan di klausa hasil. Bila kamu ingin menyatakan kemauan pribadi atau meminta seseorang melakukan sesuatu berdasarkan suatu kondisi, kamu harus menggunakan 「たら」.

はるになったら、お花見はなみきましょう。

Kalau musim semi tiba, ayo pergi melihat bunga sakura.

はるになると、さくらきます。

Kalau musim semi tiba, bunga sakura mekar.

~と vs. ~ば

Baik 「と」 maupun 「ば」 dapat digunakan untuk kondisi logis, tetapi fokusnya sedikit berbeda. 「と」 menekankan kepastian atau urutan kejadian yang alami, terdengar seperti aturan otomatis yang terjamin. 「ば」 berfokus murni pada kondisi logis yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil. Saat menjelaskan cara kerja mesin, keduanya dapat dipahami, tetapi 「と」 terasa lebih seperti fakta mekanis.

このボタンをすと、切符きっぷます。

Kalau (kamu) menekan tombol ini, tiketnya akan keluar. (Fokus pada hasil otomatis)

このボタンをせば、切符きっぷます。

Kalau (kamu) menekan tombol ini, tiketnya akan keluar. (Fokus pada kondisi yang diperlukan)

05Nuansa dan Pemakaian

Nuansa inti dari 「と」 adalah kepastian. Saat kamu menggunakan 「と」, kamu menyajikan hubungan antara dua kejadian sebagai aturan mutlak dan bukan kebetulan. Inilah sebabnya mengapa ini merupakan tata bahasa standar untuk menjelaskan cara kerja mesin, menggambarkan fenomena alam, dan memberikan arah jalan. Jika kamu melakukan tindakan pertama, kejadian kedua dijamin akan terjadi.

Kamu dapat menggunakan 「と」 untuk menggambarkan kebiasaan pribadimu sendiri, tetapi ini menambahkan nuansa khusus pada kalimat. Mengatakan 'Kalau saya lelah, saya minum kopi' (疲れると、コーヒーを飲みます) menggunakan 「と」 menyiratkan bahwa ini bukan sekadar pilihan biasa yang kadang kamu buat; ini adalah reaksi otomatis dan hampir mekanismu. Ini membingkai perilakumu sebagai aturan yang dapat diandalkan.

Ada pengecualian khusus untuk nuansa 'aturan yang pasti' ini yaitu ketika klausa hasil berada dalam bentuk lampau. Dalam kasus ini, 「と」 menyatakan penemuan yang tiba-tiba atau kejadian yang berurutan. Ini berarti bahwa segera setelah melakukan tindakan pertama, kamu menyadari atau menghadapi situasi kedua. Misalnya, 'Waktu saya membuka jendela, saya bisa melihat laut' sekadar menjelaskan bagaimana kejadian kedua langsung terungkap setelah kejadian pertama, bukan bahwa membuka jendela secara universal menghasilkan lautan.

06Penjelasan Inti

Akhiran kondisional bahasa Jepang 「~と」 menghubungkan dua kejadian di mana kejadian kedua adalah hasil alami, pasti, atau otomatis dari kejadian pertama.

Partikel kondisional bahasa Jepang 「と」 menghubungkan dua klausa untuk menunjukkan bahwa kejadian kedua adalah hasil alami, pasti, atau otomatis dari kejadian pertama. Tidak seperti kata "kalau" dalam bahasa Indonesia yang dapat digunakan untuk hampir semua situasi pengandaian, 「と」 membawa nuansa kepastian yang kuat. Pada dasarnya, partikel ini berarti "kapan pun A terjadi, B selalu terjadi."

Karena sifatnya yang faktual, kamu akan sering mendengar 「と」 digunakan untuk menjelaskan cara kerja sesuatu. Misalnya, saat membaca buku petunjuk atau mengajari seseorang cara menggunakan mesin, kamu menggunakan 「と」 untuk mengatakan "Kalau kamu menekan tombol ini, tiketnya akan keluar." Ini juga merupakan pola tata bahasa standar untuk memberikan arah jalan, seperti "Kalau kamu belok kanan, ada stasiun di sana," karena tata letak kota adalah kenyataan yang objektif.

Penggunaan umum lainnya untuk 「と」 adalah menjelaskan kebenaran universal dan fenomena alam, seperti "Kalau musim semi tiba, bunga sakura mekar." Kamu juga dapat menerapkannya pada kebiasaan pribadi jika hasilnya terasa otomatis bagimu. Mengatakan "Kalau saya lelah, saya minum kopi" menggunakan 「と」 menunjukkan bahwa reaksi ini praktis merupakan aturan yang mapan dalam hidupmu, bukan pilihan biasa yang hanya dilakukan sekali.

Penggunaan khusus dari 「と」 adalah untuk menyatakan penemuan yang tidak terduga. Bila paruh kedua kalimat berada dalam bentuk lampau, 「と」 sering kali diterjemahkan menjadi "waktu" alih-alih "kalau". Bentuk ini mengatur urutan di mana melakukan tindakan pertama segera mengungkapkan situasi baru, seperti dalam "Waktu saya membuka jendela, saya bisa melihat laut."

Aturan paling penting yang harus diingat adalah bahwa klausa hasil setelah 「と」 harus berupa fakta objektif atau konsekuensi alami. Kamu tidak dapat menggunakan 「と」 untuk menyatakan kemauan pribadi, permintaan, perintah, atau ajakan di paruh kedua kalimat. Misalnya, kamu tidak dapat mengatakan "Kalau musim semi tiba, ayo pergi melihat bunga sakura" menggunakan 「と」. Untuk pernyataan yang melibatkan niat atau permintaan pribadi, kamu harus menggunakan bentuk kondisional lain seperti 「~たら」.

Untuk membentuk kondisional ini, cukup tambahkan 「と」 langsung pada bentuk biasa verba. Untuk kondisi afirmatif, tambahkan pada bentuk kamus. Untuk kondisi negatif yang berarti "jika sesuatu tidak terjadi," tambahkan pada bentuk-nai verba. Ingatlah bahwa meskipun klausa hasil menjelaskan penemuan di masa lalu, verba tepat sebelum 「と」 tetap dalam bentuk kamus atau bentuk-nai non-lampau.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

時間があると、手伝ってください。

Lebih Alami

時間があったら、手伝ってください。

Alasan: Kamu tidak dapat menggunakan permintaan pribadi (seperti 「〜てください」) di klausa hasil setelah 「と」. Kamu harus menggunakan kondisional yang berbeda seperti 「たら」 untuk permintaan.

Kurang Tepat

日本に行くと、お寿司を食べたいです。

Lebih Alami

日本に行ったら、お寿司を食べたいです。

Alasan: 「と」 digunakan untuk fakta objektif dan konsekuensi otomatis. Partikel ini tidak dapat digunakan untuk menyatakan keinginan pribadi (「〜たい」) di paruh kedua kalimat.

Kurang Tepat

春になると、京都へ行きましょう。

Lebih Alami

春になったら、京都へ行きましょう。

Alasan: Ajakan (seperti 「〜ましょう」) adalah ekspresi kemauan pembicara dan tidak dapat mengikuti bentuk kondisional objektif 「と」.

Kurang Tepat

家へ帰ったと、手紙が来ていました。

Lebih Alami

家へ帰ると、手紙が来ていました。

Alasan: Bahkan ketika hasilnya terjadi di masa lalu (seperti penemuan yang tiba-tiba), verba tepat sebelum 「と」 harus tetap dalam bentuk kamus non-lampau.

Kurang Tepat

明日雨が降ると、家にいます。

Lebih Alami

明日雨が降ったら、家にいます。

Alasan: Tinggal di rumah adalah keputusan pribadi yang sewenang-wenang untuk kejadian satu kali yang spesifik, bukan kebenaran universal atau konsekuensi otomatis. 「と」 menyiratkan aturan yang pasti, bukan rencana pribadi.

Kurang Tepat

右へ曲がってと、銀行があります。

Lebih Alami

右へ曲がると、銀行があります。

Alasan: Kamu harus menambahkan 「と」 langsung pada bentuk kamus atau bentuk-nai verba. Kamu tidak dapat menambahkannya pada bentuk て.

08Tanya Jawab

Bolehkah saya menggunakan と untuk rencana pribadi, seperti 'Kalau hujan turun, saya akan tinggal di rumah'?

Tidak boleh. 「と」 menyiratkan aturan objektif atau konsekuensi otomatis. Karena tinggal di rumah adalah keputusan pribadimu untuk kejadian tertentu, kamu harus menggunakan bentuk kondisional lain seperti 「たら」 (明日雨が降ったら、家にいます).

Apakah saya harus mengubah verba sebelum と menjadi bentuk lampau jika kejadiannya terjadi di masa lalu?

Tidak. Verba tepat sebelum 「と」 selalu tetap dalam bentuk non-lampau, meskipun kamu menjelaskan penemuan di masa lalu. Hanya verba terakhir di ujung kalimat yang berubah menjadi bentuk lampau, seperti dalam 窓を開けると、海が見えました (Waktu saya membuka jendela, saya bisa melihat laut).

Bolehkah saya menambahkan と pada nomina dan adjektiva?

Meskipun hal ini mungkin secara tata bahasa pada bahasa Jepang tingkat lanjut, tata bahasa pemula terutama berfokus pada verba. Saat menjelaskan perubahan yang terkait dengan nomina atau adjektiva dengan 「と」, kamu biasanya akan menggunakan verba なる (menjadi). Misalnya, 寒くなると (Kalau cuaca menjadi dingin) atau 春になると (Kalau musim semi tiba).

09Latihan Mini

  1. 01

    このボタンを( )と、切符が出ます。

  2. 02

    まっすぐ( )と、駅が見えます。

  3. 03

    急が( )と、遅れますよ。

  4. 04

    (Meminta bantuan rekan kerja) 時間があると、この仕事を手伝ってください。

  5. 05

    (Menjelaskan cara kerja pemanas) これをつけると、暖かくなります。

  6. 06

    (Mengajak teman) 春になると、お花見に行きましょう。

  7. 07

    Kalau (kamu) belok kiri di perempatan berikutnya, ada bank di sebelah kanan.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  8. 08

    Waktu (saya) membuka jendela, (saya) bisa melihat laut.

    Susun potongan jawaban berurutan.

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • Partikel kondisional 「と」 menghubungkan dua klausa untuk menunjukkan bahwa kejadian kedua adalah hasil alami, pasti, atau otomatis dari kejadian pertama.
  • Partikel ini umum digunakan untuk fakta universal, menjelaskan cara kerja mesin, dan memberikan arah jalan.
  • Untuk membentuk kondisional ini, tambahkan 「と」 langsung pada bentuk kamus atau bentuk-nai non-lampau verba.
  • Kamu tidak dapat menggunakan kemauan pribadi, permintaan, perintah, atau ajakan di klausa hasil setelah 「と」.
  • Bila verba terakhir berada dalam bentuk lampau, 「と」 menyatakan urutan kejadian yang mengarah pada penemuan langsung (misalnya, 'Waktu saya membuka pintu, ada surat di sana').

10Peta Materi

Isi

14 contoh8 latihan6 kesalahan umum

Kanji yang Dipakai

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT