Bentuk Konjugasi
Bentuk Kausatif untuk Menyuruh dan Membiarkan
Bentuk kausatif (~させる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Bentuk ini mencakup paksaan (memaksa seseorang melakukan sesuatu) dan izin (membiarkan seseorang melakukan sesuatu), yang bergantung sepenuhnya pada konteks. Setelah dikonjugasikan, bentuk kausatif berfungsi layaknya verba ichidan standar.
01Fungsi Utama
Menyuruh Seseorang Melakukan Sesuatu (Paksaan)
Bentuk kausatif sering kali menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki otoritas (seperti orang tua, guru, atau atasan) memaksa atau menyuruh orang lain untuk melakukan suatu tindakan.
母は子供に部屋を掃除させました。
Ibu menyuruh anak membersihkan kamar.
Membiarkan Seseorang Melakukan Sesuatu (Izin)
Bentuk kausatif yang sama persis juga digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang mengizinkan atau membiarkan orang lain melakukan apa yang mereka inginkan. Arti memaksa versus mengizinkan bergantung sepenuhnya pada konteks situasi.
両親は私を海外へ行かせました。
Orang tua saya membiarkan saya pergi ke luar negeri.
Menyebabkan Emosi atau Keadaan
Bersama verba tertentu, bentuk kausatif menyatakan bahwa tindakan seseorang atau suatu peristiwa tertentu menyebabkan orang lain merasakan emosi tertentu, seperti khawatir, terkejut, atau sedih.
彼の言葉はみんなを怒らせました。
Perkataannya membuat semua orang marah.
02Pola Kalimat
nomina + は + nomina + を + verba godan (~u → ~a) + せる
コーチは選手を走らせました。
Pelatih menyuruh para pemain berlari.
Saat bentuk kausatif dibentuk dari verba intransitif (tindakan tanpa objek langsung), orang yang disuruh bertindak ditandai dengan を. Untuk verba godan, bunyi akhir -u berubah menjadi bunyi -a sebelum menambahkan せる.
nomina + は + nomina + に + nomina + を + verba + せる/させる
母は子供に野菜を食べさせました。
Ibu menyuruh anak makan sayur.
Saat bentuk kausatif dibentuk dari verba transitif (yang sudah memiliki objek langsung yang ditandai dengan を), orang yang disuruh ditandai dengan に. Hal ini menghindari adanya dua partikel を dalam satu kalimat.
verba godan (~u → ~a) + せる
先生は学生に作文を書かせました。
Guru menyuruh siswa menulis karangan.
Untuk membentuk bentuk kausatif dari verba godan, ubah bunyi akhir -u menjadi bunyi -a yang sepadan, lalu tambahkan せる. Untuk verba yang berakhiran う (seperti 買う), bunyinya berubah menjadi わ, sehingga menjadi 買わせる.
verba ichidan (hilangkan ~る) + させる
社長は彼を辞めさせました。
Presiden direktur menyuruhnya berhenti.
Untuk membentuk bentuk kausatif dari verba ichidan, hilangkan る di akhir, lalu tambahkan させる. Setelah dibentuk, verba ini berperilaku seperti verba ichidan standar.
nomina + させる (する verba)
父は毎日私に勉強させます。
Ayah menyuruh saya belajar setiap hari.
Verba tidak beraturan する (melakukan) menjadi させる. Nomina yang bergabung dengan する, seperti 勉強 (belajar) atau 心配 (khawatir), mengikuti pola ini.
来(こ)させる (verba tidak beraturan)
先生は親を学校に来させました。
Guru menyuruh orang tua datang ke sekolah.
Verba tidak beraturan 来る (くる) berubah seluruhnya menjadi 来させる (こさせる). Perhatikan perubahan pada cara baca kanji dan akhirannya.
verba (bentuk て kausatif) + ください
今日は早く帰らせてください。
Tolong izinkan saya pulang cepat hari ini.
Penggunaan bentuk kausatif ~て bersama ください membentuk permintaan izin yang sopan ("tolong izinkan saya melakukan"). Ini jauh lebih natural daripada perintah kausatif langsung saat berbicara dengan atasan.
03Contoh Kalimat
コーチは選手を走らせました。
Pelatih menyuruh para pemain berlari.
走る (berlari) adalah verba intransitif (tidak memiliki objek langsung). Oleh karena itu, orang yang dipaksa bertindak ditandai dengan partikel を.
先生は学生に本を読ませました。
Guru menyuruh para siswa membaca buku.
読む (membaca) adalah verba transitif, artinya verba ini mengambil objek langsung (buku). Para siswa ditandai dengan に untuk menghindari penggunaan dua partikel を dalam kalimat.
両親は私を海外へ行かせました。
Orang tua saya membiarkan saya pergi ke luar negeri.
Bentuk kausatif juga bisa menyatakan izin selain paksaan. Arti "membiarkan" versus "menyuruh" berasal dari konteks pergi ke luar negeri.
母は子供に野菜を食べさせました。
Ibu menyuruh anak makan sayur.
Untuk verba ichidan seperti 食べる (makan), hilangkan る di akhir lalu gabungkan dengan させる. Anak ditandai dengan に karena kalimat ini sudah memiliki objek langsung 野菜 (sayur).
彼は子供に好きなおもちゃを買わせました。
(Dia) membiarkan anaknya membeli mainan yang disukainya.
Untuk verba godan yang berakhiran vokal う seperti 買う (membeli), base berubah menjadi わ sebelum menambahkan せる. Konteks memberi tahu kita bahwa ini adalah tindakan memberi izin, bukan paksaan.
社長は日曜日に彼を会社へ来させました。
Presiden direktur menyuruhnya datang ke kantor pada hari Minggu.
Verba tidak beraturan 来る (datang) berubah seluruhnya menjadi 来させる (こさせる). Perhatikan perubahan pada pelafalannya.
子供の病気は両親を心配させました。
(Penyakit) anak membuat orang tua (saya) khawatir.
Bentuk kausatif dapat menyatakan penyebab suatu keadaan emosional, mengubah verba seperti 心配する (khawatir) menjadi 心配させる (membuat seseorang khawatir).
彼の言葉はみんなを怒らせました。
Perkataannya membuat semua orang marah.
Verba godan 怒る (marah) menjadi 怒らせる. Bentuk kausatif sering kali menunjukkan bahwa suatu tindakan atau peristiwa menyebabkan perasaan marah pada orang lain.
この仕事は私にやらせてください。
Tolong izinkan saya melakukan pekerjaan ini.
Saat kamu ingin meminta izin untuk melakukan sesuatu, ubah bentuk kausatif dari やる (melakukan) ke dalam bentuk て lalu tambahkan ください (sasete kudasai).
気分が悪いので、早く帰らせてください。
(Saya) merasa tidak enak badan, jadi tolong izinkan saya pulang cepat.
Meminta izin untuk pulang lebih awal. Penggunaan bentuk permintaan kausatif terasa sopan dan menghindari kesan seolah-olah kamu membuat tuntutan yang tidak pantas.
毎日三時間、子供にピアノを練習させます。
(Saya) menyuruh anak (saya) berlatih piano selama tiga jam setiap hari.
Verba tidak beraturan 練習する (berlatih) menjadi 練習させる. Orang yang berlatih ditandai dengan に karena piano adalah objek langsung.
母は私にゲームをさせませんでした。
Ibu saya tidak membiarkan saya bermain gim.
Bentuk kausatif dikonjugasikan seperti verba ichidan standar. Di sini verba tersebut diubah menjadi negatif (させません) untuk menyatakan "tidak membiarkan" atau "tidak mengizinkan".
友達を一時間も待たせました。
(Saya) membuat teman (saya) menunggu selama satu jam.
Verba godan 待つ (menunggu) menjadi 待たせる. Karena menunggu berfungsi sebagai tindakan intransitif di sini, teman ditandai dengan を.
04Perbandingan
~させる vs. ~られる
Bentuk kausatif (~させる) menunjukkan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Bentuk pasif (~られる) menunjukkan bahwa suatu tindakan dilakukan kepada seseorang, yang sering kali menyebabkannya merasa kesulitan. Pembelajar sering kali tertukar antara kedua bentuk ini karena keduanya dikonjugasikan dengan cara yang sama seperti verba ichidan yang baru.
先生は学生に本を読ませました。
Guru menyuruh para siswa membaca buku.
先生は学生に本を読まれました。
Guru mendapati buku dibaca oleh para siswa (dan terpengaruh oleh hal itu).
~させる vs. ~させられる
Bentuk kausatif (~させる) berfokus pada orang yang berotoritas yang menyuruh atau membiarkan seseorang bertindak. Bentuk kausatif-pasif (~させられる) berfokus pada orang yang dipaksa untuk melakukan suatu tindakan yang bertentangan dengan keinginannya.
先生は学生を走らせました。
Guru menyuruh para siswa berlari.
学生は先生に走らされました。
Para siswa dipaksa berlari oleh guru.
~させる vs. ~させてくれる
Penggunaan bentuk kausatif saja dapat terdengar seperti pernyataan fakta yang netral tentang izin. Penggabungan bentuk て kausatif dengan verba memberi/menerima seperti くれる secara eksplisit menyatakan rasa syukur karena telah diizinkan untuk melakukan sesuatu.
父は私を留学させました。
Ayah saya membiarkan saya belajar di luar negeri.
父は私を留学させてくれました。
Ayah saya berbaik hati membiarkan saya belajar di luar negeri (dan saya merasa bersyukur).
05Nuansa dan Pemakaian
Bentuk kausatif dalam bahasa Jepang secara elegan merangkum "menyuruh" (paksaan) dan "membiarkan" (izin) ke dalam satu struktur tata bahasa. Hal ini pada awalnya bisa membingungkan penutur bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang terbiasa menggunakan kata yang terpisah untuk memaksa dan mengizinkan. Makna sebenarnya selalu diperoleh dari konteks, hubungan antara pembicara dan pelaku, serta apakah tindakan tersebut umumnya diinginkan (seperti pergi ke konser) atau tidak diinginkan (seperti makan sayuran yang pahit).
Karena bentuk kausatif pada dasarnya membawa nuansa otoritas yang kuat dan arahan dari atas ke bawah, sangat natural bagi seorang atasan untuk menggunakannya mengenai timnya, atau orang tua mengenai anaknya. Namun, budaya Jepang sangat menghargai kerendahan hati dan keharmonisan; oleh karena itu, penggunaan bentuk kausatif untuk menggambarkan menyuruh orang yang dihormati atau atasan melakukan sesuatu (seperti siswa membuat guru menunggu) dianggap sangat tidak pantas dan kasar.
Jika kamu ingin berterima kasih kepada seseorang karena telah membiarkanmu melakukan sesuatu, penggunaan bentuk kausatif saja sering kali terdengar agak terlalu kaku atau netral. Agar terdengar benar-benar menghargai, penutur asli hampir selalu menggabungkan bentuk て kausatif dengan verba memberi dan menerima, seperti ~させてくれてありがとう (terima kasih telah membiarkan saya melakukan). Demikian pula, saat meminta izin, mengungkapkannya sebagai permintaan (~させてください) adalah satu-satunya cara natural untuk menghindari kesan menuntut.
06Penjelasan Inti
Bentuk kausatif (~させる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan.
Bentuk kausatif (~させる atau ~せる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Menariknya, bahasa Jepang menggunakan bentuk verba yang sama persis untuk paksaan (memaksa seseorang melakukan sesuatu) maupun izin (membiarkan seseorang melakukan sesuatu). Perbedaan antara "menyuruh" dan "membiarkan" ditentukan sepenuhnya oleh konteks situasi dan hubungan antara orang-orang yang terlibat.
Untuk mengonjugasikan verba ke dalam bentuk kausatif, kamu mengikuti aturan berdasarkan jenis konjugasi verba. Untuk verba godan, ubah bunyi akhir -u menjadi bunyi -a yang sepadan, lalu tambahkan せる. Misalnya, 行く menjadi 行かせる (ikaseru). Perhatikan bahwa untuk verba yang berakhiran vokal う, bunyinya berubah menjadi わ, sehingga 買う (kau) menjadi 買わせる (kawaseru). Untuk verba ichidan, cukup hilangkan る di akhir dan gabungkan dengan させる, mengubah 食べる menjadi 食べさせる (tabesaseru). Verba tidak beraturan する dan 来る (くる) menjadi させる dan 来させる (こさせる).
Setelah suatu verba diubah ke dalam bentuk kausatifnya, verba tersebut berperilaku layaknya verba ichidan yang baru. Ini berarti kamu bisa dengan mudah mengonjugasikannya lebih lanjut. Kamu bisa membuatnya menjadi bentuk sopan (させます), bentuk negatif (させない), atau mengubahnya menjadi bentuk て (させて).
Saat menyusun kalimat kausatif, pemilihan partikel bergantung pada apakah verba aslinya transitif atau intransitif. Untuk verba intransitif—tindakan yang tidak mengambil objek langsung, seperti berlari atau pergi—orang yang disuruh (pelaku) ditandai dengan partikel を. Misalnya, dalam コーチは選手を走らせました (Pelatih menyuruh para pemain berlari), para pemain ditandai dengan を.
Namun, untuk verba transitif—tindakan yang mengambil objek langsung, seperti makan atau membaca—objeknya tetap menggunakan partikel を. Untuk menghindari tata bahasa yang membingungkan akibat adanya dua partikel を dalam klausa yang sama, orang yang disuruh harus ditandai dengan partikel に. Misalnya, dalam 先生は学生に本を読ませました (Guru menyuruh para siswa membaca buku), para siswa ditandai dengan に sementara buku tetap ditandai dengan を.
Penggunaan bentuk kausatif secara langsung menyiratkan dinamika kekuasaan di mana pembicara atau penyuruh memiliki otoritas atas orang yang melakukan tindakan. Penggunaan ini sangat natural bagi orang tua yang membicarakan anaknya atau manajer yang menyuruh bawahannya. Namun, penggunaan bentuk kausatif untuk menyuruh atasan atau orang yang dihormati melakukan sesuatu dianggap sangat tidak sopan dan arogan. Saat kamu ingin meminta izin secara sopan untuk melakukan suatu tindakan sendiri, kamu harus mengubah verba kausatif ke dalam bentuk て dan menambahkan ください, seperti pada やらせてください (Tolong izinkan saya melakukannya).
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
先生は学生に本を読まれました。
Lebih Alami
先生は学生に本を読ませました。
Alasan: ~られる adalah bentuk pasif (guru mendapati buku dibaca oleh siswa), sedangkan ~させる adalah bentuk kausatif (guru menyuruh siswa membaca).
Kurang Tepat
母は子供を野菜を食べさせました。
Lebih Alami
母は子供に野菜を食べさせました。
Alasan: Saat verba kausatif bersifat transitif dan sudah mengambil objek langsung yang ditandai dengan を, orang yang disuruh melakukan tindakan tersebut harus ditandai dengan に. Hal ini menghindari adanya dua partikel を dalam klausa yang sama.
Kurang Tepat
コーチは選手に走らせました。
Lebih Alami
コーチは選手を走らせました。
Alasan: Untuk verba intransitif yang tidak mengambil objek langsung, orang yang disuruh bertindak ditandai dengan を, bukan に.
Kurang Tepat
子供におもちゃを買あせました。
Lebih Alami
子供におもちゃを買わせました。
Alasan: Untuk verba godan yang berakhiran vokal う (seperti 買う), base berubah menjadi わ sebelum menambahkan せる, sehingga menjadi 買わせる, bukan 買あせる.
Kurang Tepat
友達を待たさせました。
Lebih Alami
友達を待たせました。
Alasan: 待つ adalah verba godan. Kamu hanya menambahkan せる setelah mengubah bunyi akhirnya menjadi bunyi -a (待た). Menambahkan させる adalah kesalahan yang terjadi akibat mencampuradukkan aturan verba godan dengan aturan verba ichidan.
Kurang Tepat
私にそれをやらせます。
Lebih Alami
私にそれをやらせてください。
Alasan: Menyampaikan kalimat kausatif langsung kepada lawan bicara akan terdengar menuntut. Untuk meminta izin, gunakan bentuk て dari verba kausatif ditambah ください (tolong izinkan saya melakukan).
08Tanya Jawab
Bagaimana saya tahu apakah ~させる berarti "menyuruh" atau "membiarkan"?
Kamu harus melihat konteks dan sifat tindakannya. Jika orang tua menyuruh anak makan sayur, kemungkinan besar itu paksaan. Jika orang tua membiarkan anak membeli mainan atau pergi ke konser, itu adalah izin. Bentuk tata bahasanya sama persis untuk keduanya.
Mengapa kita terkadang menggunakan に dan terkadang を untuk orang yang melakukan tindakan?
Itu bergantung pada verbanya. Tata bahasa Jepang menghindari adanya dua partikel を dalam satu klausa. Jika verbanya transitif dan sudah memiliki objek langsung yang ditandai dengan を (seperti "membaca buku"), orang yang bertindak menggunakan に. Jika verbanya intransitif dan tidak memiliki objek langsung (seperti "berlari"), orang yang bertindak menggunakan を.
Bolehkah saya menggunakan bentuk kausatif kepada atasan atau guru saya?
Kamu harus sangat berhati-hati. Penggunaan bentuk kausatif secara langsung kepada seseorang yang statusnya lebih tinggi akan terdengar arogan, karena menyiratkan bahwa kamu memiliki otoritas untuk menyuruh atau membiarkannya melakukan sesuatu. Jika kamu ingin menawarkan diri untuk melakukan sesuatu sendiri atau meminta untuk melakukan sesuatu, kamu harus meminta izin menggunakan ~させてください (tolong izinkan saya melakukan).
Apa perbedaan antara kausatif dan pasif?
Bentuk kausatif (~させる) berarti kamu menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan sesuatu. Bentuk pasif (~られる) berarti suatu tindakan dilakukan kepadamu atau orang lain, yang sering kali mengakibatkan kesulitan. Karena kedua konjugasi ini menciptakan verba ichidan yang baru dan terdengar mirip, pembelajar sering kali mencampuradukkannya.
09Latihan Mini
- 01
先生は学生に作文を( )。
- 02
コーチは選手( )走らせました。
- 03
母は子供( )野菜を食べさせました。
- 04
両親は私をイギリスへ( )。
- 05
Tolong izinkan saya melakukan pekerjaan ini.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 06
Presiden direktur menyuruhnya berhenti.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 07
(Berbicara kepada guru) 先生、私にそれを説明させます。
- 08
子供の病気は両親を心配( )。
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- Bentuk kausatif (~させる / ~せる) menyatakan menyuruh seseorang melakukan suatu tindakan (paksaan) atau membiarkannya melakukannya (izin), yang bergantung sepenuhnya pada konteks.
- Untuk verba godan, ubah bunyi akhir -u menjadi bunyi -a lalu tambahkan せる (misalnya: 行く -> 行かせる).
- Untuk verba ichidan, hilangkan る di akhir lalu tambahkan させる (misalnya: 食べる -> 食べさせる).
- Verba tidak beraturan する dan 来る menjadi させる dan 来させる.
- Bersama verba intransitif, tandai orang yang bertindak dengan を. Bersama verba transitif, tandai orang yang bertindak dengan に untuk menghindari adanya dua partikel を.
- Untuk meminta izin secara sopan, ubah bentuk kausatif ke dalam bentuk て lalu tambahkan ください (misalnya: やらせてください).
10Peta Materi
Info Belajar
Isi