Bentuk Konjugasi
Bentuk Pasif, Potensial, dan Hormat
Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk membentuk ungkapan pasif, potensial, dan hormat. Karena fungsi-fungsi yang berbeda ini memiliki bentuk yang sama persis, kamu harus bergantung pada konteks dan partikel untuk memahami makna yang dimaksud. Dalam ragam lisan, bentuk potensial sering menghilangkan ら menjadi ~れる, yang membantu membedakannya dari penggunaan pasif dan hormat.
01Fungsi Utama
Bentuk Pasif
Menyatakan bahwa subjek dikenai tindakan orang lain, sering kali berdampak negatif.
先生に褒められました。
(Saya) dipuji oleh guru.
Bentuk Potensial
Menyatakan kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemungkinan terjadinya suatu tindakan.
朝早く起きられます。
(Saya) bisa bangun pagi-pagi.
Bentuk Hormat
Meninggikan tindakan subjek yang dihormati, seperti guru atau atasan.
社長が来られました。
Presiden direktur telah datang.
Pikiran Spontan
Menunjukkan bahwa suatu pikiran, perasaan, atau kesimpulan muncul secara alami.
そのように考えられます。
(Hal itu) bisa dipikirkan seperti itu.
02Pola Kalimat
verba + られました (pasif)
先生に褒められました。
(Saya) dipuji oleh guru.
Untuk verba ichidan, hilangkan る terakhir dan tambahkan られる. Dalam kalimat pasif langsung ini, orang yang menerima tindakan adalah topik, dan pelakunya ditandai dengan に.
verba + られた (pasif penderitaan)
妹にケーキを食べられた。
Kue (saya) dimakan oleh adik perempuan.
Pasif penderitaan menggambarkan tindakan yang menyusahkan pembicara. Meskipun 食べる (makan) adalah verba aktif, bentuk pasif 食べられる menunjukkan bahwa tindakan makan tersebut berdampak negatif pada pembicara.
verba + られますか (potensial)
刺身が食べられますか。
Apakah (kamu) bisa makan sashimi?
Bentuk potensial menyatakan kemampuan. Perhatikan bahwa objeknya ditandai dengan が, bukan を. Dalam percakapan santai, ら sering dihilangkan (食べられる menjadi 食べれる).
verba + られました (honorific)
先生はもう出かけられました。
Guru sudah berangkat.
Menambahkan られる pada suatu tindakan akan meninggikannya, menunjukkan rasa hormat kepada subjek. Berbeda dengan bentuk pasif, kalimat hormat tetap mempertahankan partikel kalimat aktif standar.
verba + られました (tidak beraturan 来る)
社長が来られました。
Presiden direktur telah datang.
Verba tidak beraturan 来る (くる) menjadi 来られる (こられる). Di sini verba tersebut digunakan sebagai ungkapan hormat untuk meninggikan kedatangan presiden direktur.
verba + されました (tidak beraturan する)
会議が中止されました。
Rapat dibatalkan.
Verba tidak beraturan する menjadi される untuk makna pasif dan hormat. Untuk kemampuan potensial, する menggunakan できる, bukan される.
verba + られます (spontaneous)
そのように考えられます。
(Hal itu) bisa dipikirkan seperti itu.
Penggunaan spontan menunjukkan bahwa suatu pikiran atau kesadaran terjadi secara alami. Ini sering diterjemahkan sebagai "bisa dipikirkan bahwa" atau "orang bisa berpikir bahwa".
03Contoh Kalimat
朝早く起きられます。
(Saya) bisa bangun pagi-pagi.
Bentuk potensial menyatakan kemampuan untuk melakukan suatu tindakan.
刺身が食べられる?
Apakah (kamu) bisa makan sashimi?
Dalam kalimat potensial, objek tindakan sering ditandai dengan partikel が alih-alih を.
刺身が食べれる?
Apakah (kamu) bisa makan sashimi?
Dalam percakapan bahasa Jepang, ら sering dihilangkan dari bentuk potensial verba ichidan, yang menghasilkan bentuk ~れる.
先生に褒められました。
(Saya) dipuji oleh guru.
Kalimat pasif langsung di mana subjek menerima tindakan. Orang yang melakukan tindakan ditandai dengan に.
みんなに見られた。
(Saya) dilihat oleh semua orang.
Bentuk pasif dari verba ichidan 見る menunjukkan bahwa pembicara adalah penerima tindakan.
妹にケーキを食べられた。
Kue (saya) dimakan oleh adik perempuan.
Pasif penderitaan menyatakan bahwa pembicara terkena dampak buruk atau direpotkan oleh tindakan orang lain.
友達に日記を見られました。
Buku harian (saya) dilihat oleh teman.
Meskipun melihat buku harian adalah tindakan biasa, struktur pasif ini menekankan bahwa pembicara merasa terganggu karena temannya melihatnya.
先生はもう出かけられました。
Guru sudah berangkat.
Menambahkan られる akan meninggikan tindakan subjek, yang menunjukkan rasa hormat. Kalimat hormat mempertahankan partikel kalimat aktif standar seperti は.
社長が来られました。
Presiden direktur telah datang.
Verba tidak beraturan 来る (くる) menjadi 来られる (こられる). Di sini verba tersebut berfungsi sebagai ungkapan hormat untuk meninggikan kedatangan presiden direktur.
先生はテニスをされますか。
Apakah kamu bermain tenis, Pak Guru?
Verba tidak beraturan する menjadi される untuk makna hormat. Struktur gramatikalnya tetap identik dengan kalimat aktif.
そのように考えられます。
(Hal itu) bisa dipikirkan seperti itu.
Penggunaan spontan menunjukkan bahwa suatu pikiran, kesadaran, atau kesimpulan muncul secara alami.
会議が中止されました。
Rapat dibatalkan.
Benda mati dan peristiwa juga bisa menjadi subjek kalimat pasif ketika menyatakan fakta atau hasil.
辛くて食べられない。
(Ini) pedas, jadi (saya) tidak bisa memakannya.
Bentuk potensial negatif menunjukkan ketidakmampuan untuk melakukan tindakan.
このビルは来年建て替えられます。
Gedung ini akan dibangun kembali tahun depan.
Bentuk pasif sering digunakan dalam berita atau pernyataan formal di mana benda mati atau lokasi menjadi topiknya.
04Perbandingan
verba ichidan ~られる vs. verba ichidan ~れる
Dalam ragam lisan, bentuk potensial verba ichidan dan 来る sering menghilangkan ら, yang dikenal sebagai "ra-nuki" (ら抜き言葉). Ini membantu membedakan kemampuan potensial dari makna pasif atau hormat secara instan. Namun, bahasa Jepang formal standar tetap mengharuskan ~られる penuh untuk ketiga makna tersebut.
刺身が食べられる?
Apakah (kamu) bisa makan sashimi? (Potensial standar/formal)
刺身が食べれる?
Apakah (kamu) bisa makan sashimi? (Potensial santai)
verba ichidan ~られる vs. verba godan ~あれる
Akhiran ~られる secara ketat digunakan untuk verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る. Verba godan membentuk bentuk pasifnya dengan mengubah vokal akhir "u" menjadi vokal "a" dan menambahkan れる (seperti 呼ぶ menjadi 呼ばれる). Kamu tidak bisa menambahkan られる pada verba godan.
先生に褒められる。
(Saya) dipuji oleh guru. (Pasif ichidan)
先生に呼ばれる。
(Saya) dipanggil oleh guru. (Pasif godan)
Bentuk Pasif ~られる vs. Bentuk Potensial ~られる
Karena bentuk verbanya identik, partikel adalah kunci untuk mengungkapkan maknanya. Dalam kalimat pasif, orang yang melakukan tindakan ditandai dengan に. Dalam kalimat potensial, objek sering ditandai dengan が, dan tidak ada に yang menandai pelaku.
犬に食べられる。
(Itu) dimakan oleh anjing. (Pasif)
漢字が覚えられる。
(Saya) bisa mengingat kanji. (Potensial)
05Nuansa dan Pemakaian
Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk menyatakan bentuk pasif, kemampuan potensial, bentuk hormat, atau pikiran spontan. Karena semua fungsi gramatikal ini memiliki bentuk yang sama persis, bahasa Jepang sangat bergantung pada konteks dan partikel kalimat untuk memperjelas makna yang dimaksud.
Dalam ragam lisan, bentuk potensial verba ichidan sering menghilangkan ら, menjadi ~れる (misalnya, 食べれる alih-alih 食べられる). Fenomena ini dikenal sebagai "ra-nuki" (ら抜き言葉). Menghilangkan ら membantu pembicara secara instan membedakan makna potensial ("bisa makan") dari makna pasif atau hormat. Meskipun ~れる dipahami secara universal dan sangat umum dalam percakapan santai, bentuk ini masih dianggap informal, sehingga bentuk ~られる penuh harus digunakan dalam tulisan formal dan situasi bisnis yang sopan.
Ketika digunakan untuk bentuk pasif, bahasa Jepang memiliki struktur unik yang disebut "pasif penderitaan" (atau pasif tidak langsung). Meskipun kalimat pasif bahasa Indonesia biasanya hanya memindahkan fokus gramatikal dari pelaku ke objek, bentuk pasif penderitaan bahasa Jepang mengimplikasikan bahwa pembicara terkena dampak buruk atau direpotkan oleh tindakan tersebut. Karena nuansa ini, bahkan verba intransitif (verba yang biasanya tidak mengambil objek, seperti menangis atau turun hujan) bisa dijadikan pasif untuk menyatakan rasa jengkel, seperti 赤ちゃんに泣かれた (Saya terganggu oleh bayi yang menangis).
06Penjelasan Inti
Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk membentuk ungkapan pasif, potensial, dan hormat.
Untuk verba ichidan (seperti 食べる atau 見る) dan verba tidak beraturan 来る, akhiran ~られる memiliki tiga fungsi gramatikal utama: bentuk pasif, kemampuan potensial, dan bentuk hormat. Karena bentuk verba ini terlihat sama persis untuk ketiga penggunaannya, kamu harus melihat konteks kalimat di sekitarnya dan partikel yang digunakan untuk memahami makna yang dimaksud. Akhiran serbaguna ini adalah bagian penting dari ungkapan bahasa Jepang.
Ketika digunakan sebagai verba pasif, ~られる menunjukkan bahwa subjek adalah penerima suatu tindakan. Ini bisa berupa pasif langsung, di mana subjek dikenai tindakan secara langsung, seperti dipuji atau diundang. Bentuk ini juga banyak digunakan untuk "pasif penderitaan" atau "pasif tidak langsung", di mana pembicara terkena dampak buruk atau direpotkan oleh tindakan orang lain, seperti kuenya dimakan oleh saudara atau terganggu bayi yang menangis semalaman. Dalam kalimat pasif, orang yang melakukan tindakan biasanya ditandai dengan partikel に.
Bentuk ~られる yang sama persis digunakan untuk menyatakan kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemungkinan terjadinya suatu tindakan. Ketika digunakan untuk kemampuan potensial, objek tindakan sering ditandai dengan partikel が alih-alih を, meskipun を masih umum digunakan. Misalnya, 食べられる bisa berarti "bisa dimakan" atau "dapat dimakan". Untuk menghindari kebingungan dengan makna pasif, bahasa Jepang percakapan sering menghilangkan ら dari verba ichidan bentuk potensial, yang menghasilkan ~れる (seperti 食べれる). Bentuk singkat ini sangat umum dalam ucapan santai, meskipun ~られる tetap menjadi standar untuk tulisan formal.
Menambahkan ~られる pada verba juga merupakan cara langsung untuk meninggikan tindakan seseorang yang kamu hormati, seperti atasan atau guru. Ketika digunakan sebagai bentuk hormat, struktur kalimatnya biasanya tetap sama dengan kalimat aktif standar, mempertahankan partikel seperti が dan を pada tempat biasanya. Misalnya, 社長が来られる secara sederhana berarti "presiden direktur datang", tetapi dengan tambahan nuansa kesopanan dan rasa hormat terhadap presiden direktur.
Penting juga untuk memperhatikan bagaimana verba tidak beraturan dan verba godan berperilaku. Verba tidak beraturan 来る menjadi 来られる untuk ketiga fungsi tersebut. Verba する menjadi される untuk makna pasif dan hormat, meskipun verba tersebut menggunakan kata yang sama sekali berbeda (できる) untuk kemampuan potensial. Verba godan (seperti 飲む atau 読む) sama sekali tidak menggunakan ~られる; sebagai gantinya, mereka memiliki akhiran yang berbeda untuk bentuk pasif (飲まれる) dan potensial (飲める), yang membuat fungsinya lebih mudah dibedakan secara sekilas.
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
漢字を読みられます。
Lebih Alami
漢字が読めます。
Alasan: 読む adalah verba godan. Untuk membuat verba godan menjadi potensial, ubah vokal akhir menjadi bunyi "e" dan tambahkan る. Akhiran ~られる khusus untuk verba ichidan dan 来る.
Kurang Tepat
先生に呼びられました。
Lebih Alami
先生に呼ばれました。
Alasan: 呼ぶ adalah verba godan. Verba godan membentuk bentuk pasifnya dengan mengubah vokal akhir menjadi bunyi "a" dan menambahkan れる (呼ばれる). Verba tersebut tidak menggunakan ~られる.
Kurang Tepat
先生を褒められました。
Lebih Alami
先生に褒められました。
Alasan: Dalam kalimat pasif, orang yang benar-benar melakukan tindakan harus ditandai dengan partikel に, bukan を.
Kurang Tepat
日本語がしられます。
Lebih Alami
日本語ができます。
Alasan: Untuk verba tidak beraturan する, bentuk pasif dan hormatnya adalah される. Namun, untuk menyatakan kemampuan potensial, kamu harus menggunakan kata yang sama sekali berbeda yaitu できる.
Kurang Tepat
私のケーキは妹を食べられた。
Lebih Alami
妹にケーキを食べられた。
Alasan: Dalam kalimat pasif penderitaan, orang yang menyebabkan kesusahan ditandai dengan に (妹に), dan objek yang terdampak ditandai dengan を (ケーキを).
Kurang Tepat
明日から来れます。
Lebih Alami
明日から来られます。
Alasan: Menghilangkan ら (来れる) sangat umum dalam percakapan santai, tetapi situasi sopan formal—seperti wawancara kerja atau tulisan formal—mengharuskan bentuk penuh standar 来られます.
08Tanya Jawab
Bagaimana saya bisa tahu apakah sebuah kalimat itu pasif, potensial, atau hormat karena semuanya berakhiran ~られる?
Kamu harus melihat konteks dan partikelnya. Jika pelakunya ditandai dengan に dan subjek menerima tindakan, itu pasif. Jika objeknya ditandai dengan が dan itu menggambarkan kemampuan, itu potensial. Jika subjeknya adalah orang yang dihormati dan kalimatnya memiliki partikel kalimat aktif normal, itu hormat.
Mengapa penutur bahasa Jepang terkadang mengatakan 食べれる alih-alih 食べられる?
Menghilangkan ら disebut "ra-nuki" (ら抜き言葉). Karena ~られる memiliki begitu banyak kemungkinan makna, menghilangkan ら membuatnya langsung jelas bahwa kamu memaksudkan kemampuan potensial ("bisa makan"). Hal ini sangat umum dalam ragam lisan bahasa Jepang yang santai, meskipun tulisan formal tetap mengharuskan bentuk ~られる penuh.
Mengapa saya terkadang melihat verba intransitif seperti "menangis" atau "turun hujan" dalam bentuk pasif?
Ini adalah "pasif penderitaan" bahasa Jepang. Bahasa Jepang memungkinkan verba yang tidak mengambil objek untuk dipasifkan guna menyatakan bahwa pembicara terkena dampak negatif. Misalnya, 赤ちゃんに泣かれた berarti "Bayi itu menangis (dan hal itu menggangguku)."
09Latihan Mini
- 01
(Saya dipuji oleh guru.) 先生に( )。
- 02
(Bertanya tentang kemampuan) 刺身は( )か。
- 03
Kue saya dimakan oleh adik perempuan.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 04
(Melaporkan bahwa presiden direktur telah tiba, menunjukkan rasa hormat) 社長が来られました。
Susun potongan jawaban berurutan.
- 05
(Hal itu) bisa dipikirkan seperti itu. そのように( )。
- 06
(Buku harian saya dilihat oleh semua orang.) みんな( )日記を見られました。
- 07
(Mengatakan bahwa kamu dipuji oleh guru) 先生を褒められました。
Susun potongan jawaban berurutan.
- 08
Rapat dibatalkan.
Susun potongan jawaban berurutan.
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk menyatakan bentuk pasif, kemampuan potensial, bentuk hormat, atau pikiran spontan.
- Dalam kalimat pasif, bentuk ini bisa menggambarkan tindakan langsung yang diterima atau "pasif penderitaan" di mana kamu direpotkan oleh tindakan orang lain. Orang yang bertindak biasanya ditandai dengan に.
- Untuk kemampuan potensial, objek tindakan sering ditandai dengan が alih-alih を.
- Dalam percakapan santai, sangat umum untuk menghilangkan ら pada kemampuan potensial (misalnya, 食べられる menjadi 食べれる), yang membantu membedakannya dari makna pasif dan hormat.
- Ketika digunakan sebagai bentuk hormat, bentuk ini meninggikan tindakan subjek yang dihormati sembari mempertahankan struktur kalimat yang identik dengan kalimat aktif.
- Untuk verba tidak beraturan, 来る menjadi 来られる, dan する menjadi される untuk makna pasif dan hormat. Verba godan tidak menggunakan ~られる.
10Peta Materi
Info Belajar
Isi