Kontras dan Konsesi
Memulai Kalimat dengan 'Tetapi' atau 'Namun'
「でも」 adalah konjungsi percakapan bahasa Jepang yang digunakan untuk memulai kalimat baru yang bertentangan atau berlawanan dengan pernyataan sebelumnya. Bentuk ini sering dipadankan secara kasar dengan mengucapkan "Tetapi" atau "Namun" dalam bahasa Indonesia, sehingga sangat cocok untuk memperkenalkan pengecualian atau sudut pandang yang berlawanan. Berbeda dengan partikel yang menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat, 「でも」 harus selalu ditempatkan di bagian paling awal dari kalimat baru.
01Fungsi Utama
Memulai Kalimat yang Bertentangan
Gunakan 「でも」 di awal kalimat baru untuk membantah atau menawarkan kontras terhadap hal yang baru saja dikatakan.
昨日はたくさん勉強しました。でも、今日のテストは難しかったです。
(Saya) banyak belajar kemarin. Tetapi, ujian hari ini sulit.
Memperkenalkan Hambatan atau Masalah
Gunakan 「でも」 untuk mengikuti pernyataan keinginan atau niat dengan kalimat yang menjelaskan mengapa hal itu tidak bisa terjadi.
新しいパソコンを買いたいです。でも、高すぎます。
(Saya) ingin membeli komputer baru. Tetapi, (harganya) terlalu mahal.
Menambahkan Pengecualian
Gunakan 「でも」 untuk menyatakan aturan atau preferensi umum, lalu perkenalkan pengecualian spesifik di kalimat berikutnya.
毎日スポーツをします。でも、日曜日はしません。
(Saya) berolahraga setiap hari. Tetapi, pada hari Minggu (saya) tidak melakukannya.
02Pola Kalimat
verba + ました + 。 + でも + 、 + verba + ませんでした
毎日練習しました。でも、試合に勝てませんでした。
Saat itu, (Saya) berlatih setiap hari. Tetapi, (saya) tidak bisa memenangkan pertandingan.
Cara umum untuk menggunakan 「でも」 adalah dengan menyatakan usaha atau harapan di kalimat pertama, lalu menggunakan kalimat kedua untuk menunjukkan hasil yang mengecewakan atau sebaliknya.
verba + たいです + 。 + でも + 、 + nomina + がありません
日本へ行きたいです。でも、お金がありません。
(Saya) ingin pergi ke Jepang. Tetapi, (saya) tidak punya uang.
Kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk memperkenalkan hambatan praktis yang mencegah keinginan yang disebutkan di kalimat pertama.
adjektiva-i + です + 。 + でも + 、 + adjektiva-i + です
このケーキは小さいです。でも、とても美味しいです。
Kue ini kecil. Tetapi, (ini) sangat lezat.
Gunakan 「でも」 untuk menunjukkan bahwa penampilan bisa menipu, menghubungkan sifat negatif dengan sifat positif yang mengejutkan.
adjektiva-i + かったです + 。 + でも + 、 + verba + ました
その映画は面白かったです。でも、長すぎました。
Film itu menarik. Tetapi, (film itu) terlalu panjang.
Dalam ulasan atau opini, 「でも」 membantu kamu mengakui poin bagus sebelum mengemukakan poin negatif.
verba + ます + 。 + でも + 、 + verba + ません
英語は話せます。でも、漢字は読めません。
(Saya) bisa berbicara bahasa Inggris. Tetapi, (saya) tidak bisa membaca kanji.
「でも」 sering menghubungkan dua kalimat tentang kemampuan, menunjukkan bahwa meskipun kamu bisa melakukan satu hal, kamu tidak bisa melakukan hal lain. Kontras sering ditandai dengan partikel 「は」.
nomina + が好きです + 。 + でも + 、 + nomina + は食べません
私は肉が好きです。でも、豚肉は食べません。
Saya suka daging. Tetapi, saya tidak makan daging babi.
Kamu bisa menyatakan aturan atau preferensi umum, lalu menggunakan 「でも」 untuk memperkenalkan pengecualian spesifik terhadap aturan tersebut.
adjektiva-na + です + 。 + でも + 、 + adjektiva-na + です
この町は静かです。でも、少し不便です。
Kota ini sepi. Tetapi, (kota ini) sedikit tidak praktis.
Bahkan dengan adjektiva-na yang menggambarkan tempat atau orang, kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk mengikuti deskripsi positif dengan detail negatif, atau sebaliknya.
03Contoh Kalimat
昨日はたくさん勉強しました。でも、今日のテストは難しかったです。
(Saya) banyak belajar kemarin. Tetapi, ujian hari ini sulit.
Cara umum menggunakan 「でも」 adalah untuk mengontraskan usaha masa lalu dengan hasil yang tidak terduga atau sulit.
新しいパソコンを買いたいです。でも、高すぎます。
(Saya) ingin membeli komputer baru. Tetapi, (harganya) terlalu mahal.
「でも」 sering digunakan untuk memperkenalkan hambatan praktis yang mencegahmu mendapatkan apa yang kamu inginkan.
日本の料理が好きです。でも、納豆は食べられません。
(Saya) suka makanan Jepang. Tetapi, (saya) tidak bisa makan natto.
Kamu bisa menyatakan preferensi umum terlebih dahulu, lalu menggunakan 「でも」 untuk menyebutkan pengecualian.
今日は天気がいいです。でも、風が冷たいです。
Cuaca hari ini bagus. Tetapi, anginnya dingin.
Bahkan jika situasi umumnya bagus, 「でも」 memungkinkanmu untuk memperkenalkan detail negatif.
このケーキは小さいです。でも、とても美味しいです。
Kue ini kecil. Tetapi, (ini) sangat lezat.
Gunakan 「でも」 untuk menghubungkan ciri fisik negatif dengan kualitas positif yang mengejutkan.
毎日練習しました。でも、試合に勝てませんでした。
Saat itu, (Saya) berlatih setiap hari. Tetapi, (saya) tidak bisa memenangkan pertandingan.
Kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk menunjukkan hasil yang mengecewakan meskipun telah berusaha berulang kali.
英語は話せます。でも、漢字は読めません。
(Saya) bisa berbicara bahasa Inggris. Tetapi, (saya) tidak bisa membaca kanji.
Saat membicarakan keterampilan, kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk mengontraskan apa yang bisa kamu lakukan dengan apa yang tidak bisa kamu lakukan.
あのレストランは有名です。でも、あまり美味しくないです。
Restoran itu terkenal. Tetapi, (makanannya) tidak terlalu lezat.
「でも」 sering mengontraskan reputasi baik suatu subjek dengan kenyataan yang mengecewakan.
新しい本を買いました。でも、まだ読んでいません。
(Saya) membeli buku baru. Tetapi, (saya) belum membacanya.
Bahkan jika suatu tindakan diselesaikan di kalimat pertama, 「でも」 bisa memperkenalkan sesuatu yang belum dilakukan.
この仕事は忙しいです。でも、とても楽しいです。
Pekerjaan ini membuat sibuk. Tetapi, (ini) sangat menyenangkan.
Kamu bisa mengakui sifat menuntut dari suatu situasi, lalu menggunakan 「でも」 untuk mengikutinya dengan aspek positif.
日曜日は休みです。でも、仕事に行きます。
Hari Minggu adalah hari libur. Tetapi, (saya) akan pergi bekerja.
「でも」 membantu mengekspresikan situasi yang bertentangan dengan ekspektasi normal, seperti bekerja di hari libur.
このパソコンは古いです。でも、まだ使えます。
Komputer ini sudah tua. Tetapi, (komputer ini) masih bisa digunakan.
Kamu bisa menunjukkan keadaan lama atau negatif terlebih dahulu, tetapi menggunakan 「でも」 untuk menekankan kegunaannya yang masih ada.
彼は日本に10年住んでいます。でも、日本語を話しません。
Dia telah tinggal di Jepang selama 10 tahun. Tetapi, (dia) tidak berbicara bahasa Jepang.
Bahkan dengan durasi panjang yang disebutkan di kalimat pertama, 「でも」 bisa menyoroti ketiadaan hasil yang diharapkan secara mengejutkan.
薬を飲みました。でも、熱が下がりません。
(Saya) sudah minum obat. Tetapi, demam (saya) tidak kunjung turun.
Saat tindakan diambil untuk memperbaiki masalah, 「でも」 memperkenalkan kegagalan tindakan tersebut untuk membuahkan hasil.
04Perbandingan
~でも vs. が
Keduanya mengekspresikan kontras, tetapi mengikuti aturan tata bahasa yang berbeda. 「でも」 harus selalu memulai kalimat yang benar-benar baru. 「が」 menghubungkan dua klausa yang bertentangan dalam satu kalimat.
テストは難しかったです。でも、頑張りました。
Ujiannya sulit. Tetapi, (saya) sudah berusaha sebaik mungkin.
テストは難しかったですが、頑張りました。
Ujiannya sulit, tetapi (saya) sudah berusaha sebaik mungkin.
~でも vs. しかし
Keduanya berarti "tetapi" atau "namun" dan digunakan untuk memulai kalimat baru. Perbedaannya terletak pada tingkat formalitas. 「でも」 sangat umum dalam bahasa Jepang lisan dan tulisan kasual sehari-hari. 「しかし」 adalah kata formal yang terutama digunakan dalam esai akademis, berita, dan pidato.
この本は高いです。でも、面白いです。
Buku ini mahal. Tetapi, (ini) menarik.
この理論は正しい。しかし、問題がある。
Teori ini benar. Namun, ada masalah.
05Nuansa dan Pemakaian
「でも」 bertindak sebagai alat percakapan serbaguna untuk memperkenalkan kontras. Karena selalu memulai kalimat baru, kata ini menciptakan jeda singkat yang membantu pendengar bersiap untuk ide yang berlawanan, pengecualian, atau komplikasi. Hal ini membuatnya terasa sangat alami dan mudah diikuti dalam bahasa Jepang lisan.
Dalam interaksi sehari-hari, kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk tidak setuju dengan lembut atau menolak seseorang. Jika seorang teman mengajak keluar tetapi kamu sibuk, memulai balasanmu dengan 「でも」 memungkinkanmu untuk mengakui undangannya sebelum menyatakan alasanmu tidak pergi. Ini terdengar lebih lembut dan lebih bernada percakapan daripada sekadar mengucapkan "tidak" secara datar.
Meskipun 「でも」 adalah kata standar untuk "tetapi" atau "namun" dalam bahasa Jepang lisan dan tulisan kasual, penggunaannya biasanya dihindari dalam konteks tertulis yang sangat formal, seperti esai akademis, laporan bisnis, atau berita. Dalam situasi formal tersebut, konjungsi setara 「しかし」 lebih disukai.
06Penjelasan Inti
「でも」 adalah konjungsi percakapan bahasa Jepang yang digunakan untuk memulai kalimat baru yang bertentangan atau berlawanan dengan pernyataan sebelumnya.
「でも」 adalah salah satu cara paling umum untuk mengatakan "tetapi" atau "namun" dalam percakapan bahasa Jepang. Ini adalah konjungsi yang selalu ditempatkan di bagian paling awal kalimat. Kamu menggunakannya saat ingin membuat pernyataan yang bertentangan, berlawanan, atau menambahkan pengecualian terhadap kalimat yang muncul tepat sebelumnya.
Aturan penting dalam menggunakan 「でも」 adalah kata ini harus memulai kalimat yang benar-benar baru. Kata ini tidak bisa digunakan di tengah kalimat untuk menghubungkan dua klausa. Misalnya, jika kamu ingin mengatakan "Saya belajar, tetapi ujiannya sulit" sebagai kalimat tunggal dalam bahasa Jepang, kamu harus menggunakan partikel penghubung seperti 「が」 atau 「けど」. Untuk menggunakan 「でも」 dengan benar, kamu harus memecah pemikiran tersebut menjadi dua kalimat terpisah: 「昨日は勉強しました。でも、テストは難しかったです」 ("Saya belajar kemarin. Tetapi, ujiannya sulit.").
Dalam percakapan sehari-hari, 「でも」 sangat serbaguna. Kata ini bisa digunakan untuk memperhalus penolakan, menunjukkan masalah pada suatu saran, atau sekadar menawarkan perspektif yang berbeda. Jika seorang teman menyarankan rencana, kamu bisa membalas dengan kalimat yang dimulai dengan 「でも」 untuk mengakui idenya sambil memperkenalkan hambatan, seperti kurangnya waktu atau cuaca buruk.
Meskipun 「でも」 sangat cocok untuk bahasa Jepang lisan sehari-hari dan tulisan kasual, penggunaannya umumnya dihindari dalam konteks yang sangat formal seperti esai akademis, laporan berita, atau pidato formal. Dalam situasi tersebut, konjungsi formal yang lebih disukai adalah 「しかし」. Namun, untuk sebagian besar interaksi sehari-hari, baik berbicara dengan sopan kepada guru menggunakan 「です」 dan 「ます」 maupun santai dengan teman, 「でも」 adalah pilihan yang alami.
Ingatlah bahwa kamu tidak selalu harus menjadi orang yang mengucapkan kalimat pertama. Kamu bisa menggunakan 「でも」 untuk menanggapi sesuatu yang baru saja dikatakan orang lain, atau bahkan untuk bereaksi terhadap situasi di sekitarmu. Fungsinya persis sama dengan memulai kalimat dengan "Tetapi..." dalam bahasa Indonesia, menjadikannya alat yang penting dan mudah digunakan oleh pemula untuk mengekspresikan kontras.
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
勉強したでも、テストは悪かったです。
Lebih Alami
勉強しました。でも、テストは悪かったです。
Alasan: 「でも」 harus memulai kalimat baru. Kata ini tidak bisa digunakan di tengah kalimat untuk menghubungkan dua verba.
Kurang Tepat
あのレストランは美味しいですでも、高いです。
Lebih Alami
あのレストランは美味しいです。でも、高いです。
Alasan: Kamu harus mengakhiri kalimat pertama dengan tanda titik (。) sebelum memulai kalimat berikutnya dengan 「でも」. Kata ini tidak bisa menempel langsung pada 「です」.
Kurang Tepat
日本に行きたいです。でも。
Lebih Alami
日本に行きたいです。でも、お金がありません。
Alasan: 「でも」 adalah konjungsi yang memperkenalkan pernyataan yang bertentangan. Kata ini tidak bisa dibiarkan begitu saja di akhir kalimat tanpa memberikan kontrasnya.
Kurang Tepat
雨が降っています。でも、傘をさします。
Lebih Alami
雨が降っています。だから、傘をさします。
Alasan: 「でも」 memperkenalkan kontras atau hasil yang tidak terduga. Menggunakan payung saat hujan adalah konsekuensi logis, sehingga 「だから」 (karena itu/jadi) adalah kata yang tepat.
Kurang Tepat
忙しいでも、パーティーに行きます。
Lebih Alami
忙しいです。でも、パーティーに行きます。
Alasan: Kamu tidak bisa menempelkan 「でも」 langsung ke adjektiva untuk mengartikan "meskipun". Kamu harus memecah pemikiran tersebut menjadi dua kalimat terpisah.
Kurang Tepat
この問題は難しい。でも、解決できる。
Lebih Alami
この問題は難しい。しかし、解決できる。
Alasan: Dalam bahasa Jepang tulisan formal, seperti esai atau laporan, 「でも」 dianggap terlalu kasual. Kamu harus menggunakan 「しかし」 untuk memulai kalimat yang bertentangan sebagai gantinya.
08Tanya Jawab
Bisakah saya menggunakan でも di tengah kalimat?
Tidak. 「でも」 harus selalu memulai kalimat yang benar-benar baru. Untuk menghubungkan dua ide yang bertentangan dalam kalimat yang sama, kamu harus menggunakan partikel penghubung seperti 「が」 atau 「けど」.
Apa perbedaan antara でも dan しかし?
Keduanya berarti "tetapi" atau "namun" dan memulai kalimat baru. Perbedaan utamanya adalah laras bahasanya: 「でも」 digunakan dalam percakapan bahasa Jepang dan tulisan kasual, sedangkan 「しかし」 digunakan dalam konteks tertulis dan formal seperti esai atau berita.
Bisakah saya menggunakan でも untuk memulai balasan saya kepada orang lain?
Ya! Sangat umum untuk memulai kalimat dengan 「でも」 dalam percakapan saat kamu ingin tidak setuju dengan lembut, menambahkan pengecualian, atau memperkenalkan masalah praktis dari hal yang baru saja dikatakan orang lain.
09Latihan Mini
- 01
昨日はたくさん寝ました。____、今日はまだ眠いです。
- 02
新しいパソコンを買いたいです。____、高すぎます。
- 03
あのレストランは美味しい____高いです。
- 04
Komputer ini sudah tua. Tetapi, (ini) cepat.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 05
(Saya) ingin pergi ke Jepang. Tetapi, (saya) tidak punya uang.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 06
毎日日本語を勉強しますでも、話せません。
Susun potongan jawaban berurutan.
- 07
薬を飲みました。でも、熱が下がりません。
Susun potongan jawaban berurutan.
- 08
(Dalam percakapan kasual) 今日は休みです。____、仕事に行きます。
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- 「でも」 berarti "tetapi" atau "namun" dan digunakan untuk memperkenalkan kontras, pengecualian, atau masalah.
- Kata ini harus selalu ditempatkan di bagian paling awal dari kalimat baru.
- Kamu tidak bisa menggunakan 「でも」 untuk menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat (gunakan partikel seperti 「が」 atau 「けど」 sebagai gantinya).
- Kata ini sangat alami dan umum dalam percakapan bahasa Jepang sehari-hari dan tulisan kasual.
- Untuk penulisan formal, seperti esai atau laporan berita, gunakan 「しかし」 sebagai pengganti 「でも」.
10Peta Materi
Info Belajar
Isi
Bandingkan