Waktu, Urutan, dan Aspek
Belum Dilakukan
Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini. Dengan menggabungkan kata 「まだ」 dan bentuk negatif dari verba sedang berlangsung (bentuk て), kamu bisa mengungkapkan bahwa suatu situasi masih berjalan tetapi mungkin berubah di masa depan. Ini adalah pola dasar penting untuk membicarakan rutinitas harian, jadwal, dan tugas yang belum selesai.
01Fungsi Utama
Menyatakan Tindakan yang Belum Selesai
Digunakan untuk menjelaskan bahwa tindakan atau tugas pribadi belum selesai hingga saat ini, namun masih ada kemungkinan akan dilakukan nanti.
まだ朝ごはんを食べていません。
(Saya) belum makan sarapan.
Melaporkan Kedatangan yang Tertunda
Digunakan untuk menggambarkan situasi di mana orang, kendaraan, atau acara yang diharapkan belum tiba atau belum dimulai.
先生はまだ来ていません。
Guru belum datang.
Menjelaskan Keadaan yang Belum Berubah
Digunakan dalam percakapan santai untuk mengamati bahwa suatu kondisi, seperti cuaca atau keadaan seseorang, masih belum berubah dari sebelumnya.
雨はまだ止んでいない。
Hujan belum reda.
02Pola Kalimat
まだ + nomina + を + verba (bentuk て) + いません
まだ宿題をしていません。
(Saya) belum mengerjakan PR.
Pola sopan standar untuk menyatakan bahwa kamu belum melakukan suatu tindakan yang melibatkan objek tertentu.
nomina + は + まだ + verba (bentuk て) + いません
田中さんはまだ帰っていません。
Pak Tanaka belum pulang.
Menetapkan seseorang atau subjek sebagai topik dengan 「は」, diikuti bentuk sopan negatif berkesinambungan untuk menjelaskan bahwa mereka belum menyelesaikan tindakan yang diharapkan.
まだ + nomina + を + verba (bentuk て) + いない
まだ晩ごはんを食べていない。
(Saya) belum makan malam.
Bentuk santai untuk menyatakan tindakan yang belum selesai, biasanya digunakan dengan teman atau keluarga.
nomina + は + まだ + verba (bentuk て) + いない
彼はまだ起きていない。
Dia belum bangun.
Cara santai untuk menyatakan bahwa keadaan seseorang saat ini belum berubah (misalnya, masih tidur).
まだ + verba (bentuk て) + いません
まだ決めていません。
(Saya) belum memutuskan.
Digunakan secara sopan tanpa menyebutkan objek secara eksplisit ketika konteksnya sudah jelas bagi lawan bicara.
nomina + が + まだ + verba (bentuk て) + いません
荷物がまだ届いていません。
Paketnya belum sampai.
Menggunakan penanda subjek 「が」 untuk memfokuskan pada benda atau kejadian yang belum tiba atau belum terjadi.
まだ + verba (bentuk て) + いない
まだ寝ていない。
(Saya) belum tidur.
Pernyataan singkat dan santai untuk menjelaskan bahwa suatu tindakan belum terjadi hingga saat ini.
03Contoh Kalimat
まだ朝ごはんを食べていません。
(Saya) belum makan sarapan.
Cara sopan standar untuk menyatakan bahwa rutinitas harian belum dilakukan hingga saat ini.
まだ宿題をしていません。
(Saya) belum mengerjakan PR.
Menggunakan verba 「する」 (melakukan/mengerjakan) untuk menjelaskan bahwa tugas yang diharapkan masih belum selesai.
田中さんはまだ来ていません。
Pak Tanaka belum datang.
Menggambarkan keadaan berlanjut dari seseorang yang belum tiba di lokasi yang diharapkan.
荷物がまだ届いていません。
Paketnya belum sampai.
Menggunakan penanda subjek 「が」 untuk memfokuskan pada barang tertentu yang saat ini dalam keadaan belum dikirimkan.
まだ決めていません。
(Saya) belum memutuskan.
Ungkapan sopan yang umum digunakan ketika kamu membutuhkan lebih banyak waktu untuk menentukan pilihan atau mengambil kesimpulan.
その本はまだ読んでいない。
(Saya) belum membaca buku itu.
Pernyataan santai kepada teman yang menunjukkan bahwa kamu belum menyelesaikan tindakan membaca buku tertentu.
電車はまだ来ていませんか。
Apakah keretanya belum datang?
Mengajukan pertanyaan negatif untuk memastikan apakah keadaan kendaraan yang diharapkan belum tiba masih berlanjut.
雨はまだ止んでいない。
Hujannya belum reda.
Pengamatan santai tentang cuaca, menunjukkan bahwa keadaan hujan belum berubah.
弟はまだ起きていない。
Adik laki-laki (saya) belum bangun.
Menggambarkan keadaan seseorang saat ini yang masih tidur menggunakan bentuk santai.
手紙はまだ書いていません。
(Saya) belum menulis suratnya.
Digunakan secara sopan untuk melaporkan bahwa tugas menulis tertentu belum selesai.
まだ準備ができていません。
Persiapannya belum selesai.
Ungkapan baku yang sangat umum menggunakan 「できる」 untuk mengatakan bahwa kamu atau suatu situasi belum sepenuhnya siap.
切符をまだ買っていない。
(Saya) belum membeli tiketnya.
Digunakan secara santai untuk menyatakan bahwa pembelian yang diperlukan belum dilakukan hingga saat ini.
新しい漢字をまだ覚えていません。
(Saya) belum hafal kanji baru tersebut.
Menjelaskan bahwa keadaan telah menghafal sesuatu belum tercapai.
母はまだ家に帰っていません。
Ibu (saya) belum pulang ke rumah.
Menyatakan bahwa anggota keluarga belum menyelesaikan tindakan pulang ke rumah.
04Perbandingan
まだ~ていません vs. ~ませんでした
「~ませんでした」 menggambarkan peristiwa tertutup di masa lalu yang memang tidak terjadi. Sebaliknya, 「まだ~ていません」 menggambarkan keadaan saat ini di mana tindakan tersebut belum terjadi hingga sekarang, sehingga kemungkinan untuk terjadi masih terbuka.
昼ごはんを食べませんでした。
Saat itu, (saya) tidak makan siang.
まだ昼ごはんを食べていません。
(Saya) belum makan siang.
Masih vs. Belum
Makna 「まだ」 berubah sama sekali tergantung pada apakah verba yang dilekatkan bersifat afirmatif atau negatif. Dengan verba berkesinambungan negatif, artinya menjadi "belum". Dengan verba berkesinambungan afirmatif, artinya menjadi "masih".
まだ雨が降っていません。
Hujan belum turun.
まだ雨が降っています。
Masih turun hujan.
05Nuansa dan Pemakaian
Bahasa Jepang membayangkan tindakan yang belum selesai secara berbeda dari bahasa Indonesia. Alih-alih menganggap "belum" sebagai sekadar ketiadaan tindakan di masa lalu, bahasa Jepang memperlakukannya sebagai keadaan belum selesai yang sedang berlangsung saat ini. Inilah sebabnya bentuk berkesinambungan 「ている」 digunakan dalam bentuk negatif 「ていません」. Secara harfiah, pola ini berarti "keadaan tidak melakukannya sedang berlanjut."
Karena pola ini menghubungkan masa lalu hingga saat ini, hal ini secara alami memberikan kesan bahwa tindakan tersebut mungkin dilakukan di masa depan. Jika seseorang bertanya apakah kamu sudah menyelesaikan laporan dan kamu menjawab 「まだ書いていません」, hal itu meyakinkan pendengar bahwa tugas tersebut masih aktif dan kemungkinan besar kamu akan menyelesaikannya.
Penempatan 「まだ」 cukup fleksibel, tetapi umumnya diletakkan sebelum objek dan frasa verba. Kamu bisa mengatakan 「まだ朝ごはんを食べていません」 atau 「朝ごはんはまだ食べていません」. Keduanya alami, dengan versi kedua menggunakan 「は」 untuk menetapkan "sarapan" sebagai topik sebelum menyatakan bahwa itu belum dimakan. Dalam percakapan yang sangat santai, huruf 「い」 pada 「ていない」 terkadang dihilangkan menjadi 「まだ食べてない」, meski kamu sebaiknya menguasai bentuk lengkapnya terlebih dahulu.
06Penjelasan Inti
Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini.
Pola 「まだ~ていません」 adalah cara standar untuk mengungkapkan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini. Dengan menggabungkan adverbia 「まだ」 (belum atau masih) dengan bentuk verba negatif berkesinambungan, pola ini menyoroti keadaan belum selesai yang terus berlanjut. Pola ini sangat penting untuk komunikasi sehari-hari saat membicarakan tugas, rutinitas, dan acara yang diharapkan.
Dalam tata bahasa Jepang, "belum melakukan sesuatu" dipandang sebagai keadaan berlanjut yang benar saat ini, bukan sebagai tindakan yang telah selesai di masa lalu. Karena bentuk berkesinambungan (「ていません」) menghubungkan masa lalu hingga saat ini secara eksplisit, penggunaannya menyiratkan bahwa kesempatan bagi tindakan tersebut untuk terjadi di masa depan masih terbuka. Tindakan tersebut saat ini belum terpenuhi, namun statusnya bisa berubah dengan mudah.
Kesalahan umum pembelajar adalah menggunakan bentuk lampau negatif sederhana, 「ませんでした」, untuk menyatakan bahwa sesuatu belum terjadi. Padahal, 「食べませんでした」 berarti "(Saya) tidak makan" dan membingkai peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang tertutup dan selesai. Jika seseorang bertanya apakah kamu sudah makan siang, menjawab dengan 「食べませんでした」 akan terdengar seolah kesempatan untuk makan telah terlewatkan secara permanen. Menjawab dengan 「まだ食べていません」 mengomunikasikan dengan jelas bahwa kamu belum makan, tetapi mungkin akan segera melakukannya.
Kata 「まだ」 mengubah maknanya secara drastis tergantung pada apakah kata ini dipasangkan dengan verba afirmatif atau negatif. Saat digunakan dengan verba afirmatif berkesinambungan, seperti 「まだ食べています」, artinya menjadi "(Saya) masih makan." Namun, saat dipasangkan dengan bentuk negatif berkesinambungan seperti pola dalam pelajaran ini, 「まだ食べていません」, artinya berubah menjadi "(Saya) belum makan." Kamu harus memperhatikan bagian akhir kalimat dengan saksama untuk memahami makna sebenarnya.
Saat memilih tingkat kesopanan yang tepat, 「まだ~ていません」 adalah standar sopan yang cocok untuk lingkungan kerja, berbicara dengan guru, dan interaksi sosial secara umum. Dalam situasi santai dengan teman dekat atau keluarga, bentuk ini disingkat menjadi 「まだ~ていない」. Baik versi sopan maupun santai memiliki nuansa tata bahasa yang persis sama tentang keadaan saat ini yang masih terbuka; perbedaannya hanya pada tingkat formalitasnya.
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
まだ食べませんでした。
Lebih Alami
まだ食べていません。
Alasan: Dalam bahasa Jepang, 'belum melakukan sesuatu' dipandang sebagai keadaan belum selesai yang berlanjut saat ini, bukan sebagai peristiwa masa lalu yang sudah tertutup. Bentuk negatif berkesinambungan wajib digunakan.
Kurang Tepat
先生はまだ来ませんでした。
Lebih Alami
先生はまだ来ていません。
Alasan: 「ませんでした」 menyiratkan bahwa guru secara permanen melewatkan waktu kedatangan. 「ていません」 membiarkan kemungkinan terbuka bahwa guru masih bisa datang.
Kurang Tepat
まだ本を読みませんでした。
Lebih Alami
まだ本を読んでいません。
Alasan: Membaca buku dianggap sebagai tindakan yang masih bisa dilakukan. Bentuk lampau negatif sederhana menyiratkan bahwa kesempatan untuk membaca telah terlewatkan secara permanen.
Kurang Tepat
もう食べていません。
Lebih Alami
まだ食べていません。
Alasan: 「もう」 berarti 'sudah' (atau 'tidak lagi' dengan verba negatif), sedangkan 「まだ」 berarti 'masih' atau 'belum'. Untuk mengatakan 'belum', gunakan 「まだ」.
Kurang Tepat
まだ宿題をしない。
Lebih Alami
まだ宿題をしていない。
Alasan: Menggunakan bentuk masa kini negatif sederhana berarti '(Saya) tidak akan mengerjakannya'. Untuk menyatakan '(Saya) belum mengerjakannya', kamu harus menggunakan bentuk berkesinambungan santai 「ていない」.
Kurang Tepat
まだ切符を買いません。
Lebih Alami
まだ切符を買っていません。
Alasan: 「買いません」 berarti '(Saya) tidak akan membeli'. Untuk mengungkapkan keadaan yang masih berlanjut yaitu belum membeli tiket, diperlukan bentuk berkesinambungan 「買っていません」.
08Tanya Jawab
Bisakah saya hanya menggunakan まだ dengan bentuk lampau negatif sederhana, seperti まだ食べませんでした?
Tidak, ini adalah kesalahan yang sangat umum. Bentuk lampau negatif sederhana (「ませんでした」) membingkai tindakan tersebut sebagai peristiwa masa lalu yang sudah selesai sepenuhnya, yang berarti kamu sudah melewatkan kesempatan untuk makan. Untuk menyatakan bahwa kamu belum makan (tetapi mungkin masih akan makan), kamu harus menggunakan bentuk keadaan berlanjut: 「まだ食べていません」.
Mengapa まだ terkadang berarti "masih" dan terkadang berarti "belum"?
Makna 「まだ」 sepenuhnya bergantung pada verba yang dilekatkan padanya. Saat digunakan bersama verba afirmatif berkesinambungan (「まだ食べています」), artinya menjadi "masih". Saat dipasangkan dengan verba negatif berkesinambungan (「まだ食べていません」), artinya diterjemahkan menjadi "belum".
Dalam percakapan santai, saya terkadang mendengar まだ食べてない. Apakah itu hal yang sama?
Ya! Dalam bahasa lisan Jepang yang santai, huruf 「い」 pada bentuk berkesinambungan 「ていない」 sering dihilangkan, sehingga menjadi 「てない」. Jadi, 「まだ食べていない」 dan 「まだ食べてない」 memiliki arti yang sama persis, hanya saja versi tanpa 「い」 terasa lebih informal.
09Latihan Mini
- 01
(Saya) belum makan sarapan.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 02
先生はまだ( )。
- 03
いいえ、まだ( )。
- 04
(Berbicara dengan guru tentang PR) まだ宿題をしませんでした。
- 05
( )雨が降っていません。
- 06
Keretanya belum datang.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 07
まだ( )。
- 08
(Berbicara dengan teman tentang sebuah buku) その本はまだ読んでいない。
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai.
- Pola ini menggabungkan adverbia 「まだ」 (belum/masih) dengan bentuk verba negatif berkesinambungan (bentuk て).
- Bahasa Jepang menganggap "belum melakukan sesuatu" sebagai keadaan yang sedang berlangsung, sehingga tindakan tersebut masih mungkin dilakukan di masa depan.
- Jangan gunakan bentuk lampau negatif sederhana (「ませんでした」) untuk mengartikan "belum", karena itu menyiratkan kejadian yang sudah selesai secara permanen.
- Dalam situasi santai dengan teman dan keluarga, akhiran sopan 「いません」 berubah menjadi 「いない」 (misalnya: 「まだ食べていない」).
10Peta Materi
Info Belajar
Isi
Bandingkan