BUNPOU.JEPANG.ORG
まだ~ていません

Waktu, Urutan, dan Aspek

Belum Dilakukan

Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini. Dengan menggabungkan kata 「まだ」 dan bentuk negatif dari verba sedang berlangsung (bentuk て), kamu bisa mengungkapkan bahwa suatu situasi masih berjalan tetapi mungkin berubah di masa depan. Ini adalah pola dasar penting untuk membicarakan rutinitas harian, jadwal, dan tugas yang belum selesai.

01Fungsi Utama

Menyatakan Tindakan yang Belum Selesai

Digunakan untuk menjelaskan bahwa tindakan atau tugas pribadi belum selesai hingga saat ini, namun masih ada kemungkinan akan dilakukan nanti.

まだあさごはんをべていません。

(Saya) belum makan sarapan.

Melaporkan Kedatangan yang Tertunda

Digunakan untuk menggambarkan situasi di mana orang, kendaraan, atau acara yang diharapkan belum tiba atau belum dimulai.

先生せんせいはまだていません。

Guru belum datang.

Menjelaskan Keadaan yang Belum Berubah

Digunakan dalam percakapan santai untuk mengamati bahwa suatu kondisi, seperti cuaca atau keadaan seseorang, masih belum berubah dari sebelumnya.

あめはまだんでいない。

Hujan belum reda.

02Pola Kalimat

まだ + nomina + を + verba (bentuk て) + いません

まだ宿題しゅくだいをしていません。

(Saya) belum mengerjakan PR.

Pola sopan standar untuk menyatakan bahwa kamu belum melakukan suatu tindakan yang melibatkan objek tertentu.

nomina + は + まだ + verba (bentuk て) + いません

田中たなかさんはまだかえっていません。

Pak Tanaka belum pulang.

Menetapkan seseorang atau subjek sebagai topik dengan 「」, diikuti bentuk sopan negatif berkesinambungan untuk menjelaskan bahwa mereka belum menyelesaikan tindakan yang diharapkan.

まだ + nomina + を + verba (bentuk て) + いない

まだばんごはんをべていない。

(Saya) belum makan malam.

Bentuk santai untuk menyatakan tindakan yang belum selesai, biasanya digunakan dengan teman atau keluarga.

nomina + は + まだ + verba (bentuk て) + いない

かれはまだきていない。

Dia belum bangun.

Cara santai untuk menyatakan bahwa keadaan seseorang saat ini belum berubah (misalnya, masih tidur).

まだ + verba (bentuk て) + いません

まだめていません。

(Saya) belum memutuskan.

Digunakan secara sopan tanpa menyebutkan objek secara eksplisit ketika konteksnya sudah jelas bagi lawan bicara.

nomina + が + まだ + verba (bentuk て) + いません

荷物にもつがまだとどいていません。

Paketnya belum sampai.

Menggunakan penanda subjek 「」 untuk memfokuskan pada benda atau kejadian yang belum tiba atau belum terjadi.

まだ + verba (bentuk て) + いない

まだていない。

(Saya) belum tidur.

Pernyataan singkat dan santai untuk menjelaskan bahwa suatu tindakan belum terjadi hingga saat ini.

03Contoh Kalimat

まだあさごはんをべていません。

(Saya) belum makan sarapan.

Cara sopan standar untuk menyatakan bahwa rutinitas harian belum dilakukan hingga saat ini.

まだ宿題しゅくだいをしていません。

(Saya) belum mengerjakan PR.

Menggunakan verba 「する」 (melakukan/mengerjakan) untuk menjelaskan bahwa tugas yang diharapkan masih belum selesai.

田中たなかさんはまだていません。

Pak Tanaka belum datang.

Menggambarkan keadaan berlanjut dari seseorang yang belum tiba di lokasi yang diharapkan.

荷物にもつがまだとどいていません。

Paketnya belum sampai.

Menggunakan penanda subjek 「」 untuk memfokuskan pada barang tertentu yang saat ini dalam keadaan belum dikirimkan.

まだめていません。

(Saya) belum memutuskan.

Ungkapan sopan yang umum digunakan ketika kamu membutuhkan lebih banyak waktu untuk menentukan pilihan atau mengambil kesimpulan.

そのほんはまだんでいない。

(Saya) belum membaca buku itu.

Pernyataan santai kepada teman yang menunjukkan bahwa kamu belum menyelesaikan tindakan membaca buku tertentu.

電車でんしゃはまだていませんか。

Apakah keretanya belum datang?

Mengajukan pertanyaan negatif untuk memastikan apakah keadaan kendaraan yang diharapkan belum tiba masih berlanjut.

あめはまだんでいない。

Hujannya belum reda.

Pengamatan santai tentang cuaca, menunjukkan bahwa keadaan hujan belum berubah.

おとうとはまだきていない。

Adik laki-laki (saya) belum bangun.

Menggambarkan keadaan seseorang saat ini yang masih tidur menggunakan bentuk santai.

手紙てがみはまだいていません。

(Saya) belum menulis suratnya.

Digunakan secara sopan untuk melaporkan bahwa tugas menulis tertentu belum selesai.

まだ準備じゅんびができていません。

Persiapannya belum selesai.

Ungkapan baku yang sangat umum menggunakan 「できる」 untuk mengatakan bahwa kamu atau suatu situasi belum sepenuhnya siap.

切符きっぷをまだっていない。

(Saya) belum membeli tiketnya.

Digunakan secara santai untuk menyatakan bahwa pembelian yang diperlukan belum dilakukan hingga saat ini.

あたらしい漢字かんじをまだおぼえていません。

(Saya) belum hafal kanji baru tersebut.

Menjelaskan bahwa keadaan telah menghafal sesuatu belum tercapai.

はははまだいえかえっていません。

Ibu (saya) belum pulang ke rumah.

Menyatakan bahwa anggota keluarga belum menyelesaikan tindakan pulang ke rumah.

04Perbandingan

まだ~ていません vs. ~ませんでした

「~ませんでした」 menggambarkan peristiwa tertutup di masa lalu yang memang tidak terjadi. Sebaliknya, 「まだ~ていません」 menggambarkan keadaan saat ini di mana tindakan tersebut belum terjadi hingga sekarang, sehingga kemungkinan untuk terjadi masih terbuka.

ひるごはんをべませんでした。

Saat itu, (saya) tidak makan siang.

まだひるごはんをべていません。

(Saya) belum makan siang.

Masih vs. Belum

Makna 「まだ」 berubah sama sekali tergantung pada apakah verba yang dilekatkan bersifat afirmatif atau negatif. Dengan verba berkesinambungan negatif, artinya menjadi "belum". Dengan verba berkesinambungan afirmatif, artinya menjadi "masih".

まだあめっていません。

Hujan belum turun.

まだあめっています。

Masih turun hujan.

05Nuansa dan Pemakaian

Bahasa Jepang membayangkan tindakan yang belum selesai secara berbeda dari bahasa Indonesia. Alih-alih menganggap "belum" sebagai sekadar ketiadaan tindakan di masa lalu, bahasa Jepang memperlakukannya sebagai keadaan belum selesai yang sedang berlangsung saat ini. Inilah sebabnya bentuk berkesinambungan 「ている」 digunakan dalam bentuk negatif 「ていません」. Secara harfiah, pola ini berarti "keadaan tidak melakukannya sedang berlanjut."

Karena pola ini menghubungkan masa lalu hingga saat ini, hal ini secara alami memberikan kesan bahwa tindakan tersebut mungkin dilakukan di masa depan. Jika seseorang bertanya apakah kamu sudah menyelesaikan laporan dan kamu menjawab 「まだ書いていません」, hal itu meyakinkan pendengar bahwa tugas tersebut masih aktif dan kemungkinan besar kamu akan menyelesaikannya.

Penempatan 「まだ」 cukup fleksibel, tetapi umumnya diletakkan sebelum objek dan frasa verba. Kamu bisa mengatakan 「まだ朝ごはんを食べていません」 atau 「朝ごはんはまだ食べていません」. Keduanya alami, dengan versi kedua menggunakan 「は」 untuk menetapkan "sarapan" sebagai topik sebelum menyatakan bahwa itu belum dimakan. Dalam percakapan yang sangat santai, huruf 「い」 pada 「ていない」 terkadang dihilangkan menjadi 「まだ食べてない」, meski kamu sebaiknya menguasai bentuk lengkapnya terlebih dahulu.

06Penjelasan Inti

Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini.

Pola 「まだ~ていません」 adalah cara standar untuk mengungkapkan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini. Dengan menggabungkan adverbia 「まだ」 (belum atau masih) dengan bentuk verba negatif berkesinambungan, pola ini menyoroti keadaan belum selesai yang terus berlanjut. Pola ini sangat penting untuk komunikasi sehari-hari saat membicarakan tugas, rutinitas, dan acara yang diharapkan.

Dalam tata bahasa Jepang, "belum melakukan sesuatu" dipandang sebagai keadaan berlanjut yang benar saat ini, bukan sebagai tindakan yang telah selesai di masa lalu. Karena bentuk berkesinambungan (「ていません」) menghubungkan masa lalu hingga saat ini secara eksplisit, penggunaannya menyiratkan bahwa kesempatan bagi tindakan tersebut untuk terjadi di masa depan masih terbuka. Tindakan tersebut saat ini belum terpenuhi, namun statusnya bisa berubah dengan mudah.

Kesalahan umum pembelajar adalah menggunakan bentuk lampau negatif sederhana, 「ませんでした」, untuk menyatakan bahwa sesuatu belum terjadi. Padahal, 「食べませんでした」 berarti "(Saya) tidak makan" dan membingkai peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang tertutup dan selesai. Jika seseorang bertanya apakah kamu sudah makan siang, menjawab dengan 「食べませんでした」 akan terdengar seolah kesempatan untuk makan telah terlewatkan secara permanen. Menjawab dengan 「まだ食べていません」 mengomunikasikan dengan jelas bahwa kamu belum makan, tetapi mungkin akan segera melakukannya.

Kata 「まだ」 mengubah maknanya secara drastis tergantung pada apakah kata ini dipasangkan dengan verba afirmatif atau negatif. Saat digunakan dengan verba afirmatif berkesinambungan, seperti 「まだ食べています」, artinya menjadi "(Saya) masih makan." Namun, saat dipasangkan dengan bentuk negatif berkesinambungan seperti pola dalam pelajaran ini, 「まだ食べていません」, artinya berubah menjadi "(Saya) belum makan." Kamu harus memperhatikan bagian akhir kalimat dengan saksama untuk memahami makna sebenarnya.

Saat memilih tingkat kesopanan yang tepat, 「まだ~ていません」 adalah standar sopan yang cocok untuk lingkungan kerja, berbicara dengan guru, dan interaksi sosial secara umum. Dalam situasi santai dengan teman dekat atau keluarga, bentuk ini disingkat menjadi 「まだ~ていない」. Baik versi sopan maupun santai memiliki nuansa tata bahasa yang persis sama tentang keadaan saat ini yang masih terbuka; perbedaannya hanya pada tingkat formalitasnya.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

まだ食べませんでした。

Lebih Alami

まだ食べていません。

Alasan: Dalam bahasa Jepang, 'belum melakukan sesuatu' dipandang sebagai keadaan belum selesai yang berlanjut saat ini, bukan sebagai peristiwa masa lalu yang sudah tertutup. Bentuk negatif berkesinambungan wajib digunakan.

Kurang Tepat

先生はまだ来ませんでした。

Lebih Alami

先生はまだ来ていません。

Alasan: 「ませんでした」 menyiratkan bahwa guru secara permanen melewatkan waktu kedatangan. 「ていません」 membiarkan kemungkinan terbuka bahwa guru masih bisa datang.

Kurang Tepat

まだ本を読みませんでした。

Lebih Alami

まだ本を読んでいません。

Alasan: Membaca buku dianggap sebagai tindakan yang masih bisa dilakukan. Bentuk lampau negatif sederhana menyiratkan bahwa kesempatan untuk membaca telah terlewatkan secara permanen.

Kurang Tepat

もう食べていません。

Lebih Alami

まだ食べていません。

Alasan: 「もう」 berarti 'sudah' (atau 'tidak lagi' dengan verba negatif), sedangkan 「まだ」 berarti 'masih' atau 'belum'. Untuk mengatakan 'belum', gunakan 「まだ」.

Kurang Tepat

まだ宿題をしない。

Lebih Alami

まだ宿題をしていない。

Alasan: Menggunakan bentuk masa kini negatif sederhana berarti '(Saya) tidak akan mengerjakannya'. Untuk menyatakan '(Saya) belum mengerjakannya', kamu harus menggunakan bentuk berkesinambungan santai 「ていない」.

Kurang Tepat

まだ切符を買いません。

Lebih Alami

まだ切符を買っていません。

Alasan: 「買いません」 berarti '(Saya) tidak akan membeli'. Untuk mengungkapkan keadaan yang masih berlanjut yaitu belum membeli tiket, diperlukan bentuk berkesinambungan 「買っていません」.

08Tanya Jawab

Bisakah saya hanya menggunakan まだ dengan bentuk lampau negatif sederhana, seperti まだ食べませんでした?

Tidak, ini adalah kesalahan yang sangat umum. Bentuk lampau negatif sederhana (「ませんでした」) membingkai tindakan tersebut sebagai peristiwa masa lalu yang sudah selesai sepenuhnya, yang berarti kamu sudah melewatkan kesempatan untuk makan. Untuk menyatakan bahwa kamu belum makan (tetapi mungkin masih akan makan), kamu harus menggunakan bentuk keadaan berlanjut: 「まだ食べていません」.

Mengapa まだ terkadang berarti "masih" dan terkadang berarti "belum"?

Makna 「まだ」 sepenuhnya bergantung pada verba yang dilekatkan padanya. Saat digunakan bersama verba afirmatif berkesinambungan (「まだ食べています」), artinya menjadi "masih". Saat dipasangkan dengan verba negatif berkesinambungan (「まだ食べていません」), artinya diterjemahkan menjadi "belum".

Dalam percakapan santai, saya terkadang mendengar まだ食べてない. Apakah itu hal yang sama?

Ya! Dalam bahasa lisan Jepang yang santai, huruf 「い」 pada bentuk berkesinambungan 「ていない」 sering dihilangkan, sehingga menjadi 「てない」. Jadi, 「まだ食べていない」 dan 「まだ食べてない」 memiliki arti yang sama persis, hanya saja versi tanpa 「い」 terasa lebih informal.

09Latihan Mini

  1. 01

    (Saya) belum makan sarapan.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  2. 02

    先生はまだ( )。

  3. 03

    いいえ、まだ( )。

  4. 04

    (Berbicara dengan guru tentang PR) まだ宿題をしませんでした。

  5. 05

    ( )雨が降っていません。

  6. 06

    Keretanya belum datang.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  7. 07

    まだ( )。

  8. 08

    (Berbicara dengan teman tentang sebuah buku) その本はまだ読んでいない。

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai.
  • Pola ini menggabungkan adverbia 「まだ」 (belum/masih) dengan bentuk verba negatif berkesinambungan (bentuk て).
  • Bahasa Jepang menganggap "belum melakukan sesuatu" sebagai keadaan yang sedang berlangsung, sehingga tindakan tersebut masih mungkin dilakukan di masa depan.
  • Jangan gunakan bentuk lampau negatif sederhana (「ませんでした」) untuk mengartikan "belum", karena itu menyiratkan kejadian yang sudah selesai secara permanen.
  • Dalam situasi santai dengan teman dan keluarga, akhiran sopan 「いません」 berubah menjadi 「いない」 (misalnya: 「まだ食べていない」).

10Peta Materi

Info Belajar

Isi

14 contoh8 latihan6 kesalahan umum

Kanji yang Dipakai

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT