Permintaan, Perintah, dan Larangan
Larangan Sopan
Pola 「~てはいけません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan dilarang keras. Bentuk ini terdengar otoritatif dan umum digunakan oleh guru, dokter, atau pada tanda-tanda umum untuk menetapkan aturan yang jelas. Karena nadanya yang kuat dan bersifat memerintah, bentuk ini tidak boleh digunakan sekadar untuk meminta rekan sejajar atau atasan agar tidak melakukan sesuatu.
01Fungsi Utama
Menyatakan aturan ketat
Digunakan untuk menetapkan batasan atau peraturan umum yang jelas, sering kali pada rambu-rambu atau dalam pedoman resmi.
ここで写真を撮ってはいけません。
(kamu) tidak boleh memotret di sini.
Menolak izin
Sering digunakan sebagai jawaban negatif yang kuat ketika seseorang bertanya apakah mereka boleh melakukan sesuatu.
いいえ、入ってはいけません。
Tidak, (kamu) tidak boleh masuk.
Memberikan instruksi otoritatif yang kuat
Digunakan oleh orang tua, dokter, atau guru untuk melarang suatu tindakan demi keselamatan atau kedisiplinan seseorang.
今日はお酒を飲んではいけません。
(kamu) tidak boleh minum alkohol hari ini.
02Pola Kalimat
verba godan (-u → -tte) + はいけません
ここでタバコを吸ってはいけません。
(kamu) tidak boleh merokok di sini.
「吸う」 (merokok) adalah verba godan yang berakhiran u; bentuknya menjadi 「吸って」.
verba godan (-ku → -ite) + はいけません
授業中に音楽を聴いてはいけません。
(kamu) tidak boleh mendengarkan musik saat kelas.
「聴く」 (mendengarkan) adalah verba godan yang berakhiran ku; bentuknya menjadi 「聴いて」.
verba godan (-mu → -nde) + はいけません
プールの水を飲んではいけません。
(kamu) tidak boleh minum air kolam renang.
「飲む」 (minum) adalah verba godan yang berakhiran mu; bentuknya menjadi 「飲んで」.
verba godan (-su → -shite) + はいけません
テストの時に友達と話してはいけません。
(kamu) tidak boleh berbicara dengan teman saat ujian.
「話す」 (berbicara) adalah verba godan yang berakhiran su; bentuknya menjadi 「話して」.
verba ichidan (-ru → -te) + はいけません
その箱をまだ開けてはいけません。
(kamu) belum boleh membuka kotak itu.
「開ける」 (membuka) adalah verba ichidan; membuang ru dan menambahkan 「て」.
verba tidak beraturan (suru → shite) + はいけません
この部屋でテニスをしてはいけません。
(kamu) tidak boleh bermain tenis di ruangan ini.
「する」 (melakukan) adalah verba tidak beraturan; bentuknya menjadi 「して」.
verba tidak beraturan (kuru → kite) + はいけません
明日は学校に来てはいけません。
(kamu) tidak boleh datang ke sekolah besok.
「来る」 (datang) adalah verba tidak beraturan; bentuknya menjadi 「来て」.
03Contoh Kalimat
ここで写真を撮ってはいけません。
(kamu) tidak boleh memotret di sini.
Aturan umum yang sering dijumpai menggunakan bentuk て dari 「撮る」 (memotret).
今日はお酒を飲んではいけません。
(kamu) tidak boleh minum alkohol hari ini.
Instruksi ketat yang sering diberikan oleh dokter menggunakan bentuk て dari 「飲む」 (minum).
授業中に寝てはいけません。
(kamu) tidak boleh tidur saat kelas.
Aturan sekolah yang umum menggunakan bentuk て dari 「寝る」 (tidur).
図書館で大きな声で話してはいけません。
(kamu) tidak boleh berbicara dengan suara keras di perpustakaan.
Peraturan umum menggunakan bentuk て dari 「話す」 (berbicara).
危ないですから、触ってはいけません。
Karena (itu) berbahaya, (kamu) tidak boleh menyentuh(nya).
Peringatan yang menggabungkan alasan dengan larangan ketat menggunakan bentuk て dari 「触る」 (menyentuh).
テストの時に辞書を見てはいけません。
(kamu) tidak boleh melihat kamus saat ujian.
Instruksi otoritatif menggunakan bentuk て dari 「見る」 (melihat).
「ここに入ってもいいですか」「いいえ、入ってはいけません」
"Bolehkah (saya) masuk ke sini?" "Tidak, (kamu) tidak boleh masuk."
Pertanyaan meminta izin yang dijawab dengan penolakan kuat dan langsung.
この部屋でタバコを吸ってはいけません。
(kamu) tidak boleh merokok di ruangan ini.
Aturan gedung yang jelas menggunakan bentuk て dari 「吸う」 (merokok).
そのパソコンを使ってはいけません。
(kamu) tidak boleh menggunakan komputer itu.
Melarang penggunaan barang tertentu dengan bentuk て dari 「使う」 (menggunakan).
まだ帰ってはいけません。
(kamu) belum boleh pulang.
Perintah tegas untuk tetap tinggal, menggunakan bentuk て dari 「帰る」 (pulang).
電車の中で電話をしてはいけません。
(kamu) tidak boleh menelepon di dalam kereta.
Aturan sosial terkait transportasi umum menggunakan bentuk て dari 「する」 (melakukan).
ここに自転車を止めてはいけません。
(kamu) tidak boleh memarkir sepeda di sini.
Larangan yang sering terlihat pada rambu jalan, menggunakan bentuk て dari 「止める」 (berhenti/memarkir).
夜遅くにピアノを弾いてはいけません。
(kamu) tidak boleh bermain piano larut malam.
Aturan rumah tangga menggunakan bentuk て dari 「弾く」 (bermain alat musik).
04Perbandingan
~てはいけません vs. ~ないでください
「~てはいけません」 adalah aturan ketat atau larangan otoritatif ("tidak boleh"), sedangkan 「~ないでください」 adalah permintaan sopan yang meminta seseorang untuk tidak melakukan sesuatu ("tolong jangan"). Gunakan 「~てはいけません」 untuk menegakkan aturan dan 「~ないでください」 untuk membuat permintaan pribadi.
ここに座ってはいけません。
(kamu) tidak boleh duduk di sini. (Aturan ketat)
ここに座らないでください。
Tolong jangan duduk di sini. (Permintaan sopan)
~てはいけません vs. ~てもいいです
Kedua bentuk ini adalah kebalikan langsung. 「~てもいいです」 memberikan izin ("boleh melakukan"), sedangkan 「~てはいけません」 menolak izin atau melarang tindakan ("tidak boleh"). Keduanya sering dipasangkan dalam pertanyaan dan jawaban yang tegas.
窓を開けてもいいですか。
Bolehkah (saya) membuka jendela?
いいえ、開けてはいけません。
Tidak, (kamu) tidak boleh membuka(nya).
05Nuansa dan Pemakaian
Pola tata bahasa 「~てはいけません」 membawa kesan otoritas yang kuat dan penetapan batasan yang ketat. Karena diterjemahkan mendekati "tidak boleh" atau "dilarang", kamu akan paling sering menemukannya pada rambu-rambu umum, dalam peraturan resmi, atau ketika seseorang dalam posisi berkuasa—seperti orang tua, dokter, atau guru—memberikan instruksi demi keselamatan atau kedisiplinan.
Meskipun dikategorikan secara tata bahasa sebagai tuturan sopan, nadanya yang otoritatif berarti bentuk ini tidak digunakan sekadar untuk membuat permintaan sopan di antara orang dewasa. Menggunakan 「~てはいけません」 kepada atasan, bos, atau bahkan rekan sejajar dalam situasi santai terdengar tidak pantas secara sosial dan terlalu suka memerintah. Jika kamu perlu menghentikan seseorang melakukan sesuatu dalam konteks sehari-hari, bentuk permintaan negatif 「~ないでください」 jauh lebih aman dan lebih alami.
Dalam percakapan sehari-hari, bentuk lengkap 「~てはいけません」 bisa terdengar agak kaku atau terlalu formal. Saat berbicara dengan teman atau keluarga, penutur bahasa Jepang sering menyingkatnya menjadi bentuk santai seperti 「~てはいけない」, atau bentuk percakapan yang disingkat 「~ちゃいけない」 (dari 「~ては」) dan 「~じゃいけない」 (dari 「~では」). Namun, menguasai 「~てはいけません」 terlebih dahulu sangat penting untuk membaca aturan dan memahami dasar tuturan sopan.
06Penjelasan Inti
Pola 「~てはいけません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan dilarang keras.
Pola tata bahasa 「~てはいけません」 digunakan untuk menyatakan larangan keras atau aturan yang tegas. Dalam bahasa Indonesia, ini secara kasar diterjemahkan menjadi "tidak boleh". Pola ini dibentuk dengan mengambil verba bentuk て dan menambahkan 「はいけません」. Perhatikan bahwa partikel 「は」 dalam ungkapan ini diucapkan 「わ」.
Pola ini membawa kesan otoritas yang kuat. Nadanya bersifat memerintah dari atas ke bawah, yang berarti biasanya digunakan oleh seseorang yang memiliki kedudukan lebih tinggi saat berbicara kepada bawahannya. Kamu akan sering mendengarnya digunakan oleh guru yang berbicara kepada siswa, orang tua kepada anak, atau dokter kepada pasien. Bentuk ini juga sangat umum ditemukan pada rambu-rambu umum yang merinci aturan dan peraturan.
Karena nadanya yang otoritatif, kamu harus berhati-hati saat menggunakan 「~てはいけません」. Menggunakannya kepada atasan, bos, atau rekan sejajar dalam percakapan sopan dianggap tidak pantas secara sosial, karena terdengar seolah-olah kamu sedang memerintah mereka. Jika kamu perlu meminta orang dewasa secara sopan agar tidak melakukan sesuatu, kamu harus menggunakan bentuk permintaan negatif 「~ないでください」 (Tolong jangan...) alih-alih melarang mereka.
Pola 「~てはいけません」 berfungsi sebagai kebalikan negatif langsung dari 「~てもいいです」, yang memberikan izin. Jika seseorang meminta izin menggunakan pertanyaan seperti 「~てもいいですか」 (Bolehkah...?), menjawab dengan 「いいえ、~てはいけません」 memberikan penolakan yang kuat dan tegas. Dalam kehidupan nyata, orang dewasa sering memperhalus penolakan mereka dengan memberikan alasan, tetapi larangan langsung ini tetap menjadi tata bahasa standar untuk menolak izin.
Dalam percakapan santai sehari-hari, akhiran sopan yang panjang ini biasanya disingkat. Meskipun 「~てはいけません」 adalah standar untuk aturan resmi dan tuturan sopan, percakapan santai menggunakan bentuk seperti 「~てはいけない」, atau versi yang sangat disingkat seperti 「~ちゃいけない」 dan 「~じゃいけない」. Fokuslah untuk mengenali 「~てはいけません」 terlebih dahulu, karena ini adalah dasar penting tingkat N5 untuk memahami aturan dalam bahasa Jepang.
07Kesalahan Umum
Kurang Tepat
明日、遅れてはいけません。
Lebih Alami
明日、遅れないでください。
Alasan: 「~てはいけません」 terdengar seperti perintah yang ketat ("kamu tidak boleh terlambat"). Untuk meminta seseorang agar tidak melakukan sesuatu secara sopan, gunakan 「~ないでください」.
Kurang Tepat
ここでタバコを吸っていけません。
Lebih Alami
ここでタバコを吸ってはいけません。
Alasan: Partikel 「は」 diperlukan antara bentuk て dan 「いけません」 untuk membentuk pola tata bahasa ini dengan benar.
Kurang Tepat
ここで写真を撮るはいけません。
Lebih Alami
ここで写真を撮ってはいけません。
Alasan: 「はいけません」 harus disambungkan ke verba bentuk て, bukan bentuk kamus.
Kurang Tepat
ここに入らないはいけません。
Lebih Alami
ここに入ってはいけません。
Alasan: Untuk melarang tindakan, sambungkan 「はいけません」 ke bentuk て (「入って」), bukan bentuk-nai negatif (「入らない」). Menggunakan bentuk negatif akan membuat struktur tata bahasa yang berbeda.
Kurang Tepat
社長、そのパソコンを使ってはいけません。
Lebih Alami
社長、そのパソコンを使わないでください。
Alasan: 「~てはいけません」 terdengar memerintah dari atas ke bawah dan otoritatif. Menggunakannya kepada bos (「社長」) atau atasan tidak pantas secara sosial. Kamu harus menggunakan permintaan sopan sebagai gantinya.
Kurang Tepat
泳いではいけませんです。
Lebih Alami
泳いではいけません。
Alasan: 「いけません」 sudah dalam bentuk sopan. Kamu tidak perlu menambahkan 「です」 di akhir.
08Tanya Jawab
Mengapa は diucapkan "わ" pada pola ini?
Dalam tata bahasa ini, 「は」 berfungsi sebagai partikel yang menandai tindakan tersebut sebagai topik larangan, jadi menggunakan bacaan partikel 「わ」, sama seperti pada 「私は」.
Bolehkah saya menggunakan pola ini untuk meminta seseorang secara sopan agar tidak melakukan sesuatu?
Tidak. 「~てはいけません」 terdengar sangat ketat dan otoritatif, seperti sebuah perintah. Jika kamu ingin meminta seseorang secara sopan agar tidak melakukan sesuatu, kamu harus menggunakan pola permintaan negatif 「~ないでください」.
Bagaimana cara mengucapkan ini dalam bahasa Jepang kasual?
Dalam percakapan santai, orang biasanya mengubah 「いけません」 menjadi bentuk kamus kasualnya, 「いけない」. Untuk percakapan yang lebih santai lagi, 「~てはいけない」 sering disingkat menjadi 「~ちゃいけない」, dan 「~ではいけない」 disingkat menjadi 「~じゃいけない」.
09Latihan Mini
- 01
図書館で大きな声で( )はいけません。
- 02
この川の水を( )はいけません。
- 03
授業中に寝( )いけません。
- 04
「このケーキを食べてもいいですか」「いいえ、( )」
- 05
Kamu tidak boleh menggunakan ponsel pintar saat ujian.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 06
Kamu tidak boleh memotret di sini.
Susun potongan jawaban berurutan.
- 07
(Kepada seorang guru) 先生、私の辞書を使ってはいけません。
- 08
(Seorang dokter kepada pasien) 今日はお風呂に入ってはいけません。
Ringkasan
Ringkasan Belajar
- Pola tata bahasa 「~てはいけません」 berarti "tidak boleh", yang menyatakan larangan keras.
- Pola ini dibentuk dengan mengambil verba bentuk て dan menambahkan 「はいけません」.
- Pola ini membawa nada otoritatif dan umumnya digunakan pada rambu-rambu umum, oleh dokter, atau oleh guru untuk menetapkan aturan yang jelas.
- Karena terdengar memerintah dari atas ke bawah, kamu tidak boleh menggunakannya untuk meminta rekan sejajar atau atasan agar tidak melakukan sesuatu; gunakan 「~ないでください」 (Tolong jangan) sebagai gantinya.
- Jika seseorang meminta izin dengan 「~てもいいですか」 (Bolehkah...), menjawab dengan 「いいえ、~てはいけません」 berfungsi sebagai penolakan yang kuat.
10Peta Materi
Info Belajar
Isi