BUNPOU.JEPANG.ORG
すぎる

Perbandingan, Derajat, dan Batas

Mengekspresikan Keadaan dan Tindakan yang Berlebihan

Bentuk tata bahasa すぎる dilekatkan pada verba dan adjektiva untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melewati batas wajar atau batas yang diinginkan. Bentuk ini sepadan dengan ungkapan dalam bahasa Indonesia seperti "terlalu banyak" atau "terlalu mahal". Karena menyiratkan adanya batas yang dilanggar, bentuk ini biasanya membawa nuansa negatif atau bermasalah, meskipun percakapan kasual terkadang menggunakannya dengan nada bercanda untuk memuji sesuatu.

01Fungsi Utama

Melakukan Suatu Tindakan Secara Berlebihan

Ketika dilekatkan pada verba bentuk-ます, bentuk ini berarti seseorang melakukan suatu tindakan secara berlebihan, yang sering kali berujung pada hasil yang buruk.

昨日きのうはおさけみすぎました。

Kemarin (saya) terlalu banyak minum alkohol.

Keadaan yang Terlalu Ekstrem atau Tidak Menyenangkan

Ketika dilekatkan pada adjektiva, bentuk ini mendeskripsikan suatu keadaan, karakteristik, atau perasaan yang terlalu intens.

このかばんはたかすぎます。

Tas ini terlalu mahal.

Menasihati agar Tidak Berlebihan

Karena berkonjugasi layaknya verba biasa, kamu bisa mengubahnya menjadi bentuk permintaan negatif untuk menyuruh seseorang agar tidak melakukan suatu tindakan secara berlebihan.

はたらきすぎないでください。

Tolong jangan bekerja terlalu keras.

02Pola Kalimat

verba + すぎました

昨夜さくやべすぎました。

Tadi malam (saya) terlalu banyak makan.

Untuk membicarakan tindakan masa lalu yang berlebihan, buang 「ます」 dari verba seperti 「食べます」 dan tambahkan bentuk lampau 「すぎました」 pada verba bentuk-ます.

verba + すぎないでください

テレビをすぎないでください。

Tolong jangan terlalu banyak menonton TV.

Buang 「ます」 dari 「見ます」 dan lekatkan 「すぎないでください」 pada verba bentuk-ます untuk membuat permintaan sopan agar tidak melakukan sesuatu secara berlebihan.

verba + すぎる

かれはいつもはなしすぎる。

Dia selalu terlalu banyak bicara.

Dalam percakapan kasual, lekatkan bentuk kamus biasa 「すぎる」 pada verba bentuk-ます (bagian sebelum 「ます」, seperti 「話し」 dari 「話します」) untuk kebiasaan yang terus berlangsung.

adjektiva-i + すぎます

このカレーはからすぎます。

Kari ini terlalu pedas.

Untuk mendeskripsikan keadaan ekstrem secara sopan, ambil adjektiva-i seperti 「辛い」, buang 「」 di akhir, lalu lekatkan 「すぎます」.

adjektiva-i + すぎた

昨日きのうのテストはむずかしすぎた。

Ujian kemarin terlalu sulit.

Ambil adjektiva-i 「難しい」, buang 「」 di akhir, lalu lekatkan bentuk lampau kasual 「すぎた」. Kala waktu selalu diterapkan pada 「すぎる」, bukan pada adjektivanya itu sendiri.

adjektiva-na + すぎる

この部屋へやしずかすぎる。

Kamar ini terlalu sepi.

Untuk adjektiva-na, lekatkan 「すぎる」 secara langsung pada bentuk kamus dari kata tersebut (kata tanpa 「」).

よ + すぎます

今日きょう天気てんきはよすぎます。

Cuaca hari ini terlalu bagus.

Adjektiva-i 「いい」 (bagus) merupakan pengecualian. Kata ini selalu berubah menjadi bentuk 「」 sebelum dilekatkan pada 「すぎる」.

03Contoh Kalimat

かれはいつもはなしすぎる。

Dia selalu terlalu banyak bicara.

Untuk kebiasaan yang terus berlangsung dalam percakapan kasual, lekatkan bentuk kamus biasa 「すぎる」 pada verba bentuk-ます.

昨日きのうはおさけみすぎました。

Kemarin (saya) terlalu banyak minum alkohol.

Bentuk lampau sopan 「すぎました」 dilekatkan pada verba bentuk-ます dari verba 「飲みます」 untuk mendeskripsikan tindakan yang telah selesai namun terlalu berlebihan.

昨夜さくやべすぎました。

Tadi malam (saya) terlalu banyak makan.

Buang 「ます」 dari 「食べます」 dan tambahkan bentuk lampau 「すぎました」 untuk menunjukkan bahwa tindakan makan melampaui batas yang diinginkan.

はたらきすぎないでください。

Tolong jangan bekerja terlalu keras.

Karena 「すぎる」 berkonjugasi seperti verba ichidan biasa, kamu bisa mengubahnya menjadi bentuk permintaan negatif 「すぎないでください」 untuk menasihati seseorang agar tidak melakukan hal yang berlebihan.

スマホをすぎないでください。

Tolong jangan terlalu banyak melihat ponsel pintar.

Buang 「ます」 dari 「見ます」 dan lekatkan 「すぎないでください」 untuk meminta seseorang membatasi tindakannya.

このかばんはたかすぎます。

Tas ini terlalu mahal.

Untuk adjektiva-i, buang 「」 di akhir dari 「高い」 dan lekatkan 「すぎます」 untuk percakapan yang sopan.

このカレーはからすぎます。

Kari ini terlalu pedas.

Keadaan yang sangat pedas diekspresikan dengan mengganti 「」 di akhir pada 「辛い」 dengan bentuk sopan 「すぎます」.

昨日きのうのテストはむずかしすぎた。

Ujian kemarin terlalu sulit.

Ketika membicarakan masa lalu, konjugasikan hanya 「すぎる」 ke bentuk lampau (「すぎた」). Adjektiva aslinya 「難しい」 tidak diubah ke bentuk lampaunya.

そとさむすぎました。

Di luar terlalu dingin.

Buang 「」 di akhir dari 「寒い」 dan tambahkan bentuk lampau sopan 「すぎました」 untuk mendeskripsikan keadaan ekstrem yang terjadi di masa lalu.

この部屋へやしずかすぎる。

Kamar ini terlalu sepi.

Untuk adjektiva-na seperti 「静か」, lekatkan 「すぎる」 secara langsung pada bentuk kamus tanpa menambahkan 「」.

あのホテルは不便ふべんすぎます。

Hotel itu terlalu tidak praktis.

Lekatkan bentuk sopan 「すぎます」 secara langsung pada bentuk kamus adjektiva-na 「不便」 (tidak praktis/repot).

今日きょう天気てんきはよすぎます。

Cuaca hari ini terlalu bagus.

Adjektiva-i 「いい」 (bagus) merupakan pengecualian dan selalu berubah menjadi bentuk 「」 sebelum dilekatkan pada 「すぎる」.

このケーキはあますぎない?

Bukankah kue ini terlalu manis?

すぎる」 bisa dikonjugasikan menjadi bentuk pertanyaan negatif biasa 「すぎない」 untuk meminta persetujuan seseorang tentang tingkat yang ekstrem.

このねこはかわいすぎる!

Kucing ini terlalu manis!

Meskipun 「すぎる」 secara tradisional membawa nuansa negatif, bentuk ini sering digunakan dalam slang modern untuk mengekspresikan perasaan positif yang luar biasa.

04Perbandingan

すぎる vs. とても

「とても」 (sangat) adalah adverbia yang digunakan untuk meningkatkan tingkat suatu adjektiva atau keadaan, dan ini tidak menyiratkan konsekuensi negatif. 「すぎる」 (terlalu) menunjukkan bahwa suatu ambang atau batas telah dilewati, menghasilkan keadaan ekstrem yang biasanya bermasalah atau tidak diinginkan.

このカレーはとてもからいです。

Kari ini sangat pedas.

このカレーはからすぎます。

Kari ini terlalu pedas.

すぎる vs. たくさん

「たくさん」 (banyak) mendeskripsikan jumlah yang besar dan biasanya bermakna netral atau positif. Ketika 「すぎる」 dilekatkan pada verba seperti 「食べる」 (makan), itu berarti tindakan tersebut berlebihan dan menyebabkan masalah.

昨日きのうはケーキをたくさんべました。

Kemarin (saya) makan banyak kue.

昨日きのうはケーキをべすぎました。

Kemarin (saya) makan terlalu banyak kue.

05Nuansa dan Pemakaian

Perasaan inti dari 「すぎる」 adalah bahwa batas yang wajar, tepat, atau sehat telah dilewati. Berbeda dengan kata bahasa Indonesia "sangat", yang hanya meningkatkan intensitas suatu adjektiva, 「すぎる」 secara spesifik menunjukkan bahwa situasi yang dihasilkan bermasalah atau tidak diinginkan. Contohnya, jika kamu mengatakan sebuah hotel itu 「とても静か」 (sangat sepi), itu biasanya merupakan hal yang baik. Jika kamu mengatakan hotel itu 「静かすぎる」 (terlalu sepi), itu menyiratkan keheningannya terasa seram atau tidak nyaman.

Karena 「すぎる」 berfungsi layaknya verba ichidan setelah dilekatkan pada sebuah kata, ini memberikan fleksibilitas tata bahasa yang luar biasa. Kamu bisa mengkonjugasikannya ke berbagai bentuk seperti 「すぎないで」 (tolong jangan terlalu banyak melakukan) atau menggunakannya untuk menerangkan nomina lain, seperti pada 「高すぎる靴」 (sepatu yang terlalu mahal). Fleksibilitas ini memungkinkan kamu untuk dengan mulus memasukkan konsep "berlebihan" ke dalam kalimat bahasa Jepang yang lebih kompleks.

Meskipun aturan tata bahasa standar menetapkan bahwa 「すぎる」 mengekspresikan hasil yang negatif, percakapan bahasa Jepang modern telah mengembangkan pengecualian slang yang banyak digunakan. Dalam percakapan kasual di kalangan anak muda, kata ini sering digunakan untuk mengekspresikan perasaan positif yang luar biasa, dengan menganggap "batas" tersebut ditembus dengan senang hati. Kamu akan sering mendengar frasa seperti 「かわいすぎる!」 (Terlalu manis!) atau 「おいしすぎる!」 (Terlalu enak!) digunakan sebagai pujian yang tinggi. Namun, dalam situasi sopan atau formal, sebaiknya gunakan kata ini hanya untuk situasi yang benar-benar berlebihan atau bermasalah.

06Penjelasan Inti

Bentuk tata bahasa すぎる dilekatkan pada verba dan adjektiva untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melewati batas wajar atau batas yang diinginkan.

Bentuk tata bahasa 「すぎる」 adalah padanan bahasa Jepang untuk mengatakan "terlalu banyak" atau "secara berlebihan". Bentuk ini menempel langsung pada verba dan adjektiva untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melewati batas yang wajar, tepat, atau diinginkan. Baik saat kamu makan terlalu banyak saat makan malam, menemukan sweter yang harganya terlalu mahal, atau masuk ke ruangan yang terlalu dingin, 「すぎる」 adalah cara standar untuk mengekspresikan tingkat yang ekstrem tersebut.

Melekatkan 「すぎる」 membutuhkan sedikit perubahan pada kata yang diikutinya. Untuk verba, buang 「ます」 lalu lekatkan secara langsung pada verba bentuk-ます; contohnya, 「飲みます」 (minum) menjadi 「飲みすぎる」 (terlalu banyak minum). Untuk adjektiva-i, buang 「い」 di akhir sebelum melekatkannya, sehingga mengubah 「高い」 (mahal) menjadi 「高すぎる」 (terlalu mahal). Pengecualian utamanya adalah adjektiva-i 「いい」 (bagus), yang berubah menjadi bentuk 「よ」 sebelum dilekatkan. Untuk adjektiva-na, cukup gunakan bentuk kamus tanpa 「な」, sehingga 「静か」 (sepi) menjadi 「静かすぎる」.

Salah satu aturan paling penting dalam menggunakan bentuk ini adalah begitu 「すぎる」 dilekatkan, seluruh kata tersebut berfungsi persis seperti verba ichidan biasa. Jika kamu ingin mengubah kala menjadi lampau atau membuat kalimatnya menjadi negatif, kamu hanya mengkonjugasikan bagian 「すぎる」 saja, tidak pernah verba atau adjektiva aslinya. Untuk mengatakan "itu terlalu mahal", kamu menerapkan kala lampau pada 「すぎる」 dan mengatakan 「高すぎた」 (atau 「高すぎました」), bukan 「高かったすぎる」.

Karena 「すぎる」 menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melampaui batas wajar, bentuk ini secara tradisional membawa nuansa negatif atau keluhan. Penting untuk membedakannya dengan 「とても」 (sangat). Meskipun 「とても」 hanya menunjukkan tingkat yang tinggi dan bisa sepenuhnya positif, 「すぎる」 menyiratkan adanya masalah. Mengatakan 「ケーキをとても食べました」 berarti kamu makan banyak kue (dan mungkin menikmatinya), sedangkan 「ケーキを食べすぎました」 berarti kamu makan terlalu banyak kue dan kemungkinan besar akan sakit perut.

Meskipun aturan standarnya adalah 「すぎる」 mengekspresikan hasil yang negatif, percakapan bahasa Jepang modern telah mengembangkan pengecualian slang yang populer. Dalam percakapan kasual, anak muda sering menggunakannya untuk mengekspresikan perasaan positif yang luar biasa, dengan menganggap "batas" tersebut sebagai sesuatu yang ditembus dengan senang hati. Dalam konteks kasual ini, kata-kata seperti 「可愛すぎる」 ("terlalu manis") atau 「美味しすぎる」 ("terlalu enak") digunakan sebagai pujian tinggi alih-alih keluhan. Namun, dalam situasi sopan atau formal, sebaiknya tetap gunakan nuansa negatif tradisionalnya.

07Kesalahan Umum

Kurang Tepat

食べるすぎる

Lebih Alami

食べすぎる

Alasan: 「すぎる」 tidak bisa dilekatkan pada bentuk kamus dari verba. Kamu harus membuang 「ます」 dari verba untuk mendapatkan verba bentuk-ます sebelum melekatkannya.

Kurang Tepat

高いすぎます

Lebih Alami

高すぎます

Alasan: Kamu harus membuang 「い」 di akhir dari adjektiva-i sebelum melekatkan 「すぎる」.

Kurang Tepat

寒かったすぎました

Lebih Alami

寒すぎました

Alasan: Kata aslinya harus tetap dalam bentuk awalnya. Hanya bagian 「すぎる」 saja yang diubah untuk mengekspresikan kala lampau.

Kurang Tepat

静かなすぎる

Lebih Alami

静かすぎる

Alasan: Untuk adjektiva-na, lekatkan 「すぎる」 secara langsung pada bentuk kamus tanpa menambahkan 「な」.

Kurang Tepat

いいすぎます

Lebih Alami

よすぎます

Alasan: Adjektiva-i 「いい」 (bagus) adalah pengecualian khusus. Kata ini harus berubah menjadi bentuk 「よ」 sebelum dilekatkan pada 「すぎる」.

Kurang Tepat

食べすぎくない

Lebih Alami

食べすぎない

Alasan: Bahkan ketika dilekatkan pada adjektiva-i atau verba, kata 「すぎる」 secara utuh berfungsi persis seperti verba ichidan biasa. Untuk membuatnya menjadi negatif, gunakan akhiran verba 「ない」, bukan akhiran adjektiva 「くない」.

08Tanya Jawab

Bisakah saya menggunakan すぎる dengan nomina?

Tidak, 「すぎる」 hanya menempel langsung pada verba, adjektiva-i, dan adjektiva-na. Jika kamu ingin mengatakan seseorang itu "terlalu menjadi (nomina)", biasanya kamu perlu menyusun ulang kalimatnya menggunakan tata bahasa yang berbeda atau adjektiva deskriptif.

Apakah boleh menggunakan すぎる sebagai pujian?

Dalam slang modern dan kasual, sangat umum menggunakannya sebagai pujian (seperti 「かわいすぎる」 untuk "terlalu manis!"). Namun, karena makna tata bahasa standarnya menyiratkan kelebihan yang negatif, kamu sebaiknya menghindari penggunaannya dengan cara ini dalam situasi formal atau bisnis agar pujianmu tidak disalahpahami sebagai keluhan.

Apakah すぎる mengubah kelas kata dari kata yang dilekatinya?

Ya. Bahkan jika kamu melekatkannya pada adjektiva seperti 「高い」, kata gabungan yang baru (「高すぎる」) berfungsi sepenuhnya seperti verba ichidan biasa. Ini berarti kamu harus mengkonjugasikannya menggunakan akhiran verba seperti 「ます」, 「ました」, atau 「ない」, bukan akhiran adjektiva.

09Latihan Mini

  1. 01

    昨日、お酒を( )。

  2. 02

    このかばんは____。

  3. 03

    Cuaca hari ini terlalu bagus.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  4. 04

    (Membicarakan ujian kemarin yang terlalu sulit) 昨日のテストは難しかったすぎました。

  5. 05

    この部屋は( )。

  6. 06

    働き____ください。

  7. 07

    Dia selalu terlalu banyak bicara.

    Susun potongan jawaban berurutan.

  8. 08

    (Membicarakan mengapa perutmu sakit) ケーキを( )。

Ringkasan

Ringkasan Belajar

  • Bentuk tata bahasa 「すぎる」 mengekspresikan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melewati batas yang diinginkan, mirip dengan mengatakan "terlalu banyak" atau "terlalu (adjektiva)" dalam bahasa Indonesia.
  • Untuk verba, buang 「ます」 lalu lekatkan pada verba bentuk-ます (contohnya, 「飲みます」 menjadi 「飲みすぎる」).
  • Untuk adjektiva-i, buang 「い」 di akhir sebelum melekatkannya (contohnya, 「高い」 menjadi 「高すぎる」). Kata 「いい」 adalah pengecualian khusus dan menjadi 「よすぎる」.
  • Untuk adjektiva-na, lekatkan secara langsung pada bentuk kamus tanpa menambahkan 「な」 (contohnya, 「静か」 menjadi 「静かすぎる」).
  • Setelah dilekatkan, seluruh kata tersebut berfungsi seperti verba ichidan biasa. Selalu terapkan konjugasi kala waktu atau negatif pada bagian 「すぎる」 saja, tidak pernah pada verba atau adjektiva aslinya (contohnya, 「高すぎました」, bukan 「高かったすぎました」).

10Peta Materi

Isi

14 contoh8 latihan6 kesalahan umum

Kanji yang Dipakai

Bagikan

XFacebookWhatsAppTelegramLine

IDENESFRPT