Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang Waktu, Urutan, dan Aspek
Pelajari materi tata bahasa Jepang Waktu, Urutan, dan Aspek, termasuk pelajaran tentang waktu, urutan tindakan, durasi, perubahan, dan keadaan hasil, dengan contoh, perbandingan, dan latihan singkat.
89 entri
Menampilkan 1-48 dari 89 entri // Halaman 1 dari 2
~てから
~てから
Pola ~てから menyatakan bahwa suatu aksi terjadi tepat setelah aksi lain selesai. Pola ini menghubungkan dua kejadian dalam urutan kronologis yang jelas, menekankan bahwa langkah pertama harus selesai sebelum langkah berikutnya dimulai. Saat diikuti oleh keadaan yang sedang berlangsung atau aksi yang berlanjut, pola ini juga dapat berarti 'sejak' titik awal tertentu.
~たあとで
~たあとで
Pola tata bahasa Jepang ~たあとで berarti "setelah melakukan" atau "setelah" suatu kejadian. Pola ini menekankan bahwa aksi pertama harus benar-benar selesai sebelum aksi kedua dimulai. Kamu dapat menempelkannya pada bentuk-ta dari verba atau pada nomina aksi menggunakan partikel の.
~まえに
~まえに
Pola bahasa Jepang ~まえに (mae ni) menunjukkan bahwa aksi utama terjadi secara kronologis sebelum peristiwa lain, atau sesuatu terjadi beberapa waktu yang lalu. Saat digunakan dengan verba, pola ini selalu menempel pada verba bentuk kamus non-lampau, terlepas dari kala (tense) kalimat utama. Pola ini juga dapat menempel pada nomina acara menggunakan partikel の, atau menempel langsung pada kata waktu untuk menyatakan berapa lama waktu yang telah berlalu.
まだ~ていません
まだ~ていません
Pola 「まだ~ていません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan belum terjadi atau suatu keadaan belum tercapai hingga saat ini. Dengan menggabungkan kata 「まだ」 dan bentuk negatif dari verba sedang berlangsung (bentuk て), kamu bisa mengungkapkan bahwa suatu situasi masih berjalan tetapi mungkin berubah di masa depan. Ini adalah pola dasar penting untuk membicarakan rutinitas harian, jadwal, dan tugas yang belum selesai.
~てある
~てある
Akhiran verba bahasa Jepang ~てある mendeskripsikan keadaan terlihat yang sedang berlangsung karena seseorang dengan sengaja melakukan tindakan untuk membuatnya menjadi seperti itu. Bentuk ini hampir secara eksklusif digunakan bersama verba transitif dan mengalihkan fokus dari orang yang melakukan tindakan tersebut ke objek yang dikenai tindakan. Kamu akan sering melihat pola ini saat mendeskripsikan persiapan yang telah selesai atau bukti fisik yang ditinggalkan, seperti catatan di atas meja.
~出す
~出す
Akhiran verba bahasa Jepang ~出す mendeskripsikan aksi atau keadaan yang dimulai secara tiba-tiba, tidak terduga, atau tidak terkendali. Bentuk ini dibuat dengan menambahkan 出す pada bentuk sebelum-ます dari suatu verba, menciptakan verba majemuk baru yang dikonjugasikan sebagai verba godan biasa. Selain untuk kejadian yang mulai tiba-tiba, bentuk ini juga dapat mendeskripsikan aksi yang diarahkan ke luar, atau membawa sesuatu yang tersembunyi menjadi terbuka.
~終わる
~終わる
Sufiks bahasa Jepang ~終わる melekat pada bentuk sebelum ます dari verba aksi untuk menunjukkan bahwa suatu proses atau tindakan yang berkelanjutan telah berakhir. Bentuk ini umum digunakan untuk menyatakan secara objektif selesainya tugas-tugas yang memakan waktu, seperti membaca, menulis, atau makan. Berbeda dengan bentuk penyelesaian lainnya, ~終わる hanya berfokus pada fakta bahwa aktivitas tersebut telah mencapai kesimpulannya.
~ながら
~ながら
Pola tata bahasa ながら menghubungkan dua verba untuk menunjukkan bahwa satu orang melakukan dua hal pada saat yang bersamaan. Pola ini dilekatkan pada aksi sekunder atau latar belakang, menyisakan fokus utama di akhir kalimat. Meskipun sering diterjemahkan sebagai "sambil", pola ini hanya digunakan ketika kedua aksi dilakukan oleh subjek yang sama persis.
~あいだ
~あいだ
Pola ~あいだ digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aksi atau keadaan yang berkelanjutan terjadi secara bersamaan di sepanjang rentang waktu atau peristiwa lain. Pola ini menghubungkan dua blok waktu yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa selama kondisi pertama berlangsung, aksi atau keadaan kedua terus terjadi. Karena kedua klausa harus memiliki durasi yang sama persis, pola ini khusus digunakan untuk aksi yang berkelanjutan, bukan peristiwa sesaat yang terjadi pada satu titik selama suatu rentang waktu.
~あいだに
~あいだに
Pola tata bahasa Jepang ~あいだに menyatakan bahwa sebuah aksi singkat dan terbatas terjadi di dalam sebuah rentang waktu yang sedang berlangsung. Pola ini berbeda dengan ~あいだ, yang digunakan saat peristiwa latar belakang dan aksi utama terus berlangsung selama durasi yang sama persis. Kamu akan sering melihatnya diterjemahkan sebagai "saat" atau "selagi," yang diikuti oleh aksi selesai atau perubahan yang terjadi di dalam jendela waktu tersebut.
~うちに
~うちに
Pola tata bahasa Jepang ~うちに digunakan untuk mengatakan "selagi" atau "sebelum", dengan fokus pada mengambil tindakan selagi suatu kondisi tertentu masih berlangsung. Pola ini juga dapat mendeskripsikan perubahan alami dan tidak disengaja yang terjadi di latar belakang saat suatu aksi sedang berlangsung. Karena membawa nuansa urgensi atau transisi alami, pola ini biasanya dipasangkan dengan aksi sengaja atau keadaan yang sedang berlangsung, bukan tenggat waktu yang ketat.
~までに
~までに
Pola までに menetapkan tenggat waktu yang jelas di mana suatu aksi harus diselesaikan. Pola ini menempel pada nomina waktu atau verba (bentuk kamus) untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi sebelum atau pada titik waktu tersebut. Berbeda dengan まで yang digunakan untuk keadaan berlanjut, までに menandai batas untuk aksi tunggal yang selesai.
~ずに
~ずに
Pola ~ずに menghubungkan dua tindakan, menunjukkan bahwa tindakan utama dilakukan tanpa melakukan tindakan kedua yang diharapkan. Pola ini memiliki arti yang sama persis dengan ないで tetapi lebih formal, sehingga umum digunakan dalam bahasa Jepang tertulis, berita, dan pidato. Aturan paling penting untuk diingat adalah bahwa する berubah menjadi せずに, yang merupakan pengecualian umum dalam pola ini.
~あとで
~あとで
Pola ~あとで menyatakan bahwa suatu tindakan atau kejadian terjadi secara kronologis setelah tindakan lainnya. Pola ini memperlakukan tindakan pertama sebagai penanda waktu yang sudah selesai sebelum tindakan kedua dimulai. Kamu akan menggunakannya dengan verba bentuk-ta lampau atau dengan menyambungkannya ke nomina kejadian menggunakan partikel の.
~とき
~とき
Kata bahasa Jepang とき secara harfiah berarti "waktu", dan digunakan sebagai pola kalimat untuk mengatakan "ketika" atau "saat". Bentuk ini ditambahkan pada verba, adjektiva, dan nomina untuk menetapkan latar waktu bagi tindakan utama dalam kalimat. Berbeda dengan bahasa Indonesia, bentuk verba yang digunakan sebelum とき menunjukkan urutan waktu terjadinya peristiwa, bukan bentuk waktu dari keseluruhan kalimat.
~ことがある
~ことがある
Pola tata bahasa ~ことがある digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan kadang-kadang terjadi, atau ada kalanya suatu keadaan atau situasi itu benar. Bentuk ini dibuat dengan menempelkan ことがある pada verba bentuk kamus atau verba bentuk-nai, serta pada adjektiva dan nomina. Berhati-hatilah agar tidak tertukar dengan ~たことがある, yang ditempelkan secara eksklusif pada verba bentuk-ta untuk membicarakan pengalaman masa lalu.
~ごとに
~ごとに
Pola tata bahasa ~ごとに menyatakan bahwa suatu tindakan atau peristiwa berulang pada interval waktu, jarak, atau kuantitas yang teratur. Pola ini juga dapat mengatur tindakan berdasarkan unit tertentu, atau menunjukkan bahwa hasil tertentu terjadi setiap kali sebuah verba dilakukan. Pola ini menempel langsung pada nomina, seperti angka dengan kata bantu bilangan, dan verba bentuk kamus.
ようになる
ようになる
Pola 「ようになる」 mengungkapkan perubahan alami seiring berjalannya waktu, yang menunjukkan bahwa keadaan, kebiasaan, atau kemampuan baru telah berkembang. Pola ini banyak digunakan untuk membicarakan hal-hal yang menjadi bisa kamu lakukan, rutinitas baru yang telah kamu mulai, atau situasi yang telah berubah. Pembelajar sering menemukan pola dasar ini sebagai cara utama untuk mendeskripsikan bagaimana keadaan berkembang tanpa menekankan keputusan yang tiba-tiba atau dipaksakan.
~始める
~始める
Pola ~始める menempel pada verba untuk menunjukkan dimulainya suatu aksi, kebiasaan, atau proses. Pola ini dibentuk dengan menghilangkan ます dari sebuah verba dan menambahkan 始める. Pola ini menciptakan verba gabungan baru yang berkonjugasi layaknya verba ichidan biasa, sehingga kamu bisa dengan mudah membicarakan kapan sesuatu dimulai.
~続ける
~続ける
Akhiran verba ~続ける digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan, proses, atau kebiasaan berlanjut tanpa henti. Dengan menempelkannya pada verba bentuk pre-ます, pola ini menekankan durasi, upaya, atau sifat kegiatan yang tidak terputus. Kamu akan sering melihatnya digunakan untuk menggambarkan proses alami yang sedang berlangsung, upaya pribadi yang gigih, dan tren yang berkelanjutan.
~終わる
~終わる
Verba bantu ~終わる ditempelkan pada verba lain untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan yang berkelanjutan atau memakan waktu telah selesai sepenuhnya. Bentuk ini utamanya digunakan dengan tindakan disengaja yang memakan waktu untuk diselesaikan, seperti membaca buku, makan, atau menulis laporan. Dengan menempelkannya pada bentuk sebelum ます dari suatu verba, kamu membuat verba majemuk baru yang berkonjugasi seperti verba godan biasa.
~出す
~出す
Pola ~出す ditempelkan pada verba untuk menunjukkan bahwa sebuah aksi atau kejadian telah dimulai secara tiba-tiba atau mendadak. Pola ini paling umum digunakan untuk hal-hal di luar kendali manusia, seperti perubahan cuaca yang tiba-tiba atau reaksi fisik yang tidak disengaja seperti tiba-tiba menangis. Berbeda dengan ~始める, yang digunakan untuk permulaan yang terencana atau bertahap, ~出す membawa nuansa kuat tentang kejutan atau kejadian tanpa peringatan sebelumnya.
~てばかりいる
~てばかりいる
Pola tata bahasa Jepang ~てばかりいる mendeskripsikan seseorang yang terus-menerus hanya melakukan satu aksi tertentu, dan sering kali mengabaikan hal-hal lain yang seharusnya dilakukan. Kamu biasanya akan menemukan pola ini dalam percakapan tingkat menengah ketika seseorang mengekspresikan kritik atau kekesalan terhadap suatu kebiasaan yang berlebihan.
~ず
~ず
Akhiran verba ~ず dan bentuk panjangnya ~ずに adalah cara formal untuk menyatakan bahwa suatu aksi dilakukan tanpa melakukan aksi lain, atau untuk menghubungkan klausa negatif ke sisa kalimat. Bentuk ini berfungsi sebagai padanan tulisan literatur untuk ungkapan lisan sehari-hari ~ないで dan ~なくて. Karena nuansanya yang kaku, kamu akan lebih sering menemuinya dalam siaran berita, tulisan formal, dan pidato dibandingkan dalam percakapan santai.
~たものだ
~たものだ
Pola 「~たものだ」 digunakan untuk mengenang kembali dengan indah atau secara mendalam tentang suatu kebiasaan, rutinitas, atau tindakan yang berulang di masa lalu yang sudah lama berlalu. Pola ini membawa rasa nostalgia yang kuat dan sering menyiratkan kontras dengan masa kini, menunjukkan bahwa kebiasaan itu tidak lagi dilakukan. Kamu akan sering melihatnya dipasangkan dengan ungkapan waktu seperti "saat (saya) masih kecil" dan adverbia frekuensi seperti "sering".
~てはじめて
~てはじめて
Pola tata bahasa Jepang 「~てはじめて」 mengekspresikan bahwa kesadaran, pemahaman, atau keadaan baru hanya mungkin terjadi setelah mengalami peristiwa tertentu. Pola ini sering diterjemahkan menjadi "baru setelah". Pola ini menekankan bahwa pengalaman awal tersebut adalah pemicu penting untuk perubahan tersebut, sehingga membedakannya dari urutan kejadian kronologis biasa.
~に慣れる
~に慣れる
Pola tata bahasa Jepang ~に慣れる digunakan untuk menyatakan bahwa kamu menjadi terbiasa dengan situasi, lingkungan, atau tindakan yang baru. Pola ini menggambarkan perubahan psikologis atau fisik dari menganggap sesuatu itu asing atau sulit menjadi hal yang biasa. Kamu menempelkannya langsung pada nomina atau verba yang dinominakan, dan target dari pembiasaan tersebut harus selalu ditandai dengan partikel に.
ないうちに
ないうちに
Pola ないうちに digunakan untuk melakukan tindakan sebelum keadaan saat ini berubah atau peristiwa yang tidak diinginkan terjadi. Pola ini menempel pada verba bentuk nai dan secara harfiah berarti "selagi sesuatu belum terjadi". Pola ini memberi nuansa mendesak: kalau tidak dilakukan sekarang, tindakan itu mungkin menjadi sulit atau terlambat.
~たばかり
~たばかり
Pola ~たばかり menyatakan bahwa suatu tindakan baru saja diselesaikan dari sudut pandang pembicara. Berbeda dengan ungkapan waktu objektif, definisi "baru saja" di sini bersifat subjektif; pola ini dapat merujuk pada sesuatu yang terjadi beberapa detik lalu atau bahkan beberapa bulan lalu, selama masih terasa baru. Bentuk ini menempel pada bentuk lampau (bentuk-ta) dari verba dan dapat digunakan untuk mendeskripsikan tindakan, memodifikasi nomina, atau memberikan alasan.
~たて
~たて
Akhiran ~たて mendeskripsikan sesuatu yang baru saja diciptakan, diproduksi, atau dipanen. Bentuk ini menekankan kondisi produk yang segar, baru, atau ideal, dan sangat umum digunakan pada makanan serta hasil pertanian. Berbeda dengan ungkapan lain untuk aksi yang 'baru saja selesai', ~たて hanya menempel pada verba yang menghasilkan objek fisik atau kondisi fisik baru, dan secara tata bahasa berfungsi sebagai nomina.
~たびに
~たびに
Pola tata bahasa Jepang ~たびに menyatakan bahwa setiap kali suatu peristiwa tertentu terjadi, tindakan atau reaksi lain selalu mengikutinya secara konsisten. Pola ini biasanya diperkenalkan pada tingkat menengah untuk mendeskripsikan hasil yang konstan, pemicu emosional, dan kebiasaan yang berkesan. Pola ini selalu ditempelkan pada verba bentuk kamus atau nomina peristiwa yang dihubungkan dengan partikel の.
~とおりに
~とおりに
Pola tata bahasa Jepang ~とおりに digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan meniru sama persis suatu model, instruksi, atau tindakan sebelumnya. Pola ini sering diterjemahkan sebagai "sesuai dengan" atau "persis seperti", dan menunjukkan bahwa suatu hasil sangat cocok dengan rencana atau harapan. Kamu akan sering menggunakan pola ini ketika mengikuti manual, mengulangi ucapan guru, atau memastikan bahwa acara berjalan sesuai dengan jadwal.
~とともに
~とともに
とともに adalah ungkapan formal yang digunakan untuk menyatakan hal-hal yang dilakukan bersama-sama, terjadi pada saat yang sama, atau berubah secara proporsional. Karena nuansanya yang kaku dan bergaya sastra, bentuk ini paling sering digunakan dalam tulisan formal, siaran berita, atau pidato resmi, bukan dalam percakapan sehari-hari.
~きり
~きり
Pola tata bahasa きり menyatakan bahwa suatu aksi telah terjadi dan situasinya tetap tidak berubah sama sekali sejak saat itu, atau menekankan eksklusivitas dan isolasi. Saat mengikuti verba, pola ini mengisyaratkan bahwa sejak kejadian di masa lalu tersebut, aksi lanjutan yang diharapkan belum terjadi, dan biasanya diikuti oleh pernyataan negatif. Saat dilekatkan pada nomina, terutama kata bantu bilangan atau jumlah kecil, pola ini bertindak sebagai padanan kasar dari "hanya" atau "saja", dengan nuansa finalitas atau isolasi yang kuat.
~につれて
~につれて
~につれて adalah pola kalimat bahasa Jepang tingkat menengah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa ketika satu hal berubah, hal lain ikut berubah bersamanya. Pola ini menempel pada verba bentuk kamus atau nomina yang menyatakan perubahan bertahap, perkembangan, atau proses yang berkelanjutan. Pola ini menyoroti perkembangan alami yang berjalan satu arah, menjadikannya pilihan umum untuk menjelaskan tren, perkembangan, atau berlalunya waktu.
~にしたがって
~にしたがって
Pola ~にしたがって menyatakan bahwa seiring satu situasi berubah, situasi lain ikut berubah, atau bahwa suatu tindakan dilakukan sesuai aturan, instruksi, atau rencana.
~まま
~まま
Kata Jepang まま digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu kondisi, situasi, atau keadaan tetap persis seperti sebelumnya, tanpa perubahan apa pun. Bentuk ini sering mendeskripsikan dilakukannya suatu tindakan sekunder sambil mempertahankan keadaan primer yang biasanya diharapkan untuk berubah. Karena まま berperilaku secara tata bahasa seperti nomina, kata ini mengikuti aturan penyambungan nomina standar saat menempel pada verba, adjektiva, dan nomina lainnya.
~最中に
~最中に
Pola kalimat ~最中に digunakan untuk mengungkapkan bahwa peristiwa tak terduga atau gangguan terjadi tepat di titik tengah atau puncak dari suatu aktivitas yang sedang berlangsung. Pola ini jauh lebih spesifik daripada sekadar mengatakan 'sementara' sesuatu terjadi, karena pola ini menekankan bahwa seseorang sedang sepenuhnya tenggelam dalam aksi tersebut. Pola ini sering digunakan ketika suatu proses yang sedang berlangsung tiba-tiba terganggu oleh sesuatu yang merepotkan.
~途中で
~途中で
Pola 途中で (tochuu de) menggambarkan suatu kejadian yang terjadi di tengah proses yang sedang berlangsung, atau saat seseorang sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat. Pola ini sering digunakan ketika ada kejadian kedua yang menyela aktivitas yang sedang berlangsung, atau ketika suatu tindakan dihentikan di tengah jalan. Kamu akan sering menemukannya dalam bahasa Jepang tingkat menengah untuk menjelaskan kejadian tak terduga selama perjalanan, bekerja, atau belajar.
~途中に
~途中に
Pola 途中に, yang dibaca “tochuu ni”, menjelaskan sesuatu yang ada, ditempatkan, atau terletak di tengah jalan menuju suatu tujuan atau tepat di tengah-tengah proses yang sedang berlangsung. Dengan menggunakan partikel lokasi に, pola ini secara alami berpasangan dengan verba keberadaan seperti ある atau いる. Pola ini membantu kamu menunjuk penanda jalan di sepanjang rute fisik atau mencatat suatu keadaan yang terletak di tengah-tengah peristiwa yang lebih panjang.
~ところだ
~ところだ
Pola tata bahasa ところだ digunakan untuk menjelaskan tepatnya pada tahap apa suatu aksi berada saat ini dalam linimasa yang objektif. Bergantung pada bentuk verba yang digunakan sebelumnya, pola ini dapat berarti suatu aksi baru akan dimulai, sedang berlangsung, atau baru saja selesai beberapa saat yang lalu. Karena fungsinya mirip dengan nomina, pola ini biasanya diakhiri dengan だ dalam ragam kasual dan です dalam ragam sopan.
~ところだった
~ところだった
Pola ~ところだった digunakan untuk mendeskripsikan keadaan masa lalu ketika suatu tindakan atau peristiwa baru akan terjadi, tetapi pada akhirnya tidak terjadi. Pola ini sering digunakan untuk mengekspresikan kelegaan karena hasil yang buruk berhasil dihindari, atau penyesalan karena hasil yang diinginkan terlewatkan dengan selisih yang tipis. Pola ini sering muncul dengan adverbia seperti もう少しで, yang berarti hampir, atau 危うく, yang berarti nyaris.
~ところへ
~ところへ
Pola tata bahasa Jepang ~ところへ menggambarkan situasi di mana kejadian baru, biasanya kedatangan atau pergerakan fisik, menginterupsi atau memasuki situasi yang sedang berlangsung. Pola ini dibentuk dengan menempelkan ところへ pada verba yang menjadi latar, diikuti oleh verba kedua yang menyatakan pergerakan atau kedatangan. Kamu akan sering menemukan pola ini dalam cerita dan percakapan saat menggambarkan kedatangan yang tidak terduga, interupsi tiba-tiba, atau seseorang yang muncul pada waktu yang sangat tidak tepat.
~ところに
~ところに
Pola ところに digunakan untuk menandai momen atau fase yang tepat dari suatu tindakan ketika kejadian lain terjadi. Pola ini biasanya menggambarkan interupsi yang tidak terduga, kedatangan yang tiba-tiba, atau perubahan pada situasi saat ini. Pola ini juga sering digunakan dengan adjektiva dan nomina dalam ungkapan sopan untuk mengakui keadaan seseorang, seperti meminta maaf karena mengganggu mereka saat mereka sedang sibuk.
~ばかりだ
~ばかりだ
Pola kalimat verba (bentuk kamus) + ばかりだ menjelaskan situasi yang terus berubah secara konsisten ke satu arah tanpa ada tanda-tanda berhenti. Pola ini paling umum digunakan untuk menyatakan tren yang negatif atau tidak diinginkan, seperti kondisi yang memburuk atau sumber daya yang berkurang. Karena berfokus pada proses yang berkelanjutan, pola ini harus dipasangkan dengan verba yang menyatakan perubahan atau transisi, bukan verba aksi yang statis.
一方だ
一方だ
Pola tata bahasa Jepang 一方だ digunakan untuk mendeskripsikan situasi yang terus bergerak atau berkembang ke satu arah saja. Pola ini ditambahkan pada verba dan nomina yang pada dasarnya menyatakan perubahan, seperti meningkat, menurun, maju, atau memburuk. Meskipun kadang-kadang dapat mendeskripsikan tren positif atau netral, pola ini paling sering digunakan untuk menyatakan kekhawatiran tentang perkembangan negatif, seperti kenaikan harga atau kondisi yang memburuk.
かたわら
かたわら
Ekspresi formal かたわら digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki peran, kegiatan, atau pekerjaan sampingan di samping pekerjaan utamanya. Pola ini menjelaskan aktivitas atau gaya hidup jangka panjang yang saling melengkapi, bukan tindakan fisik jangka pendek. Pola tata bahasa ini paling umum digunakan dalam konteks tulisan formal seperti biografi, laporan berita, dan perkenalan formal.
~つつある
~つつある
Pola ~つつある menempel pada verba perubahan untuk menggambarkan perkembangan yang sedang berangsur terjadi. Ini adalah ungkapan formal yang sering digunakan dalam berita, tulisan akademis, dan laporan objektif. Berbeda dengan bentuk sehari-hari seperti ~ている, pola ini memberikan penekanan kuat pada sifat berkelanjutan dari suatu keadaan yang sedang berkembang.