BUNPOU.JEPANG.ORG

Ruang Jelajah

Materi Tata Bahasa Jepang Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pelajari materi tata bahasa Jepang Tampilan, Kabar, dan Dugaan, termasuk pelajaran tentang tampaknya, katanya, kemungkinan, dan kesimpulan dari bukti, dengan contoh, perbandingan, dan latihan singkat.

32 entri

Menampilkan 1-32 dari 32 entri // Halaman 1 dari 1

~でしょう

~でしょう

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa でしょう digunakan untuk menyatakan dugaan sopan, prediksi, atau probabilitas. Saat diucapkan dengan intonasi naik, bentuk ini meminta konfirmasi dari pendengar, mirip dengan "kan?" atau "bukan?". Bentuk ini menempel langsung pada verba bentuk biasa, adjektiva-i, adjektiva-na, dan nomina, serta digunakan dalam ragam bahasa sopan.

~だろう

~だろう

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

だろう adalah akhiran kalimat kasual yang digunakan untuk menyatakan dugaan kuat atau asumsi tentang sesuatu yang kemungkinan besar benar. Saat diucapkan dengan intonasi naik, bentuk ini berfungsi sebagai pertanyaan yang meminta persetujuan atau konfirmasi dari pendengar. Bentuk ini adalah padanan kasual dari でしょう, dan sebaiknya hanya digunakan dengan teman dekat, anggota keluarga, atau dalam tulisan kasual.

~そうだ

Pola Kalimat

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Bentuk tampilan そうだ digunakan untuk menyatakan kesan visual langsung atau mendeskripsikan tindakan yang tampaknya akan segera terjadi. Pola ini menempel pada bentuk dasar verba dan adjektiva, memberikan cara cepat untuk mengatakan bahwa sesuatu "terlihat lezat", "tampak sibuk", atau "sepertinya akan turun hujan". Karena bergantung pada pengamatan langsung dan perasaan subjektif kamu, bentuk ini tidak dapat ditempelkan pada nomina atau digunakan untuk menyatakan fakta visual yang sudah jelas dan tidak dapat disangkal.

~そうだ

Pola Kalimat

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang ~そうだ digunakan untuk melaporkan informasi yang telah kamu dengar, baca, atau pelajari dari sumber lain. Bentuk ini menempel pada bentuk biasa dan memungkinkan kamu untuk menyampaikan fakta, berita, dan rumor secara objektif tanpa menambahkan penilaian pribadi. Pola ini sering diterjemahkan menjadi 'katanya', 'menurut kabar', atau 'kudengar'.

~はずです

~はずです

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang ~はずです menyatakan dugaan atau keyakinan kuat bahwa sesuatu itu benar. Bentuk ini sering diterjemahkan sebagai "seharusnya" atau "mestinya" dalam bahasa Indonesia. Gunakan bentuk ini ketika kamu memiliki alasan objektif, bukti, atau pengetahuan tentang suatu jadwal untuk mendukung kesimpulanmu.

~はずがない

~はずがない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola kalimat はずがない menyatakan keyakinan kuat pembicara bahwa sesuatu itu tidak mungkin atau tidak bisa menjadi kenyataan. Pola ini digunakan saat menarik kesimpulan logis berdasarkan bukti objektif atau ekspektasi kuat, bukan sekadar tebakan asal. Pola tata bahasa N4 dasar ini digabungkan dengan verba, adjektiva, dan nomina untuk menunjukkan bahwa suatu situasi sangat bertentangan dengan hal yang masuk akal.

~かもしれない

~かもしれない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang かもしれない menyatakan dugaan subjektif atau kemungkinan bahwa sesuatu itu benar atau akan terjadi. Pola ini menunjukkan tingkat kepastian yang relatif rendah, sering kali dianggap memiliki peluang 50 persen atau kurang. Pembelajar sering menerjemahkannya sebagai "mungkin", dan bentuk ini sering digunakan untuk memperhalus pendapat atau prediksi.

~みたい

~みたい

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

みたい adalah pola tata bahasa kasual yang digunakan untuk menyatakan dugaan subjektif, mendeskripsikan kemiripan, atau memberikan contoh. Bentuk ini menempel langsung pada nomina, adjektiva, dan verba untuk mengatakan bahwa sesuatu "sepertinya" atau "mirip" dengan hal lain. Meskipun utamanya digunakan dalam percakapan kasual sehari-hari, bentuk ini dapat dibuat lebih sopan dengan menambahkan です di akhir.

~ようだ

~ようだ

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola kalimat ようだ (dan bentuk sopannya, ようです) digunakan untuk menyatakan penilaian atau dugaan berdasarkan pengamatan langsung atau bukti yang dikumpulkan oleh pembicara. Pola ini secara kasar diterjemahkan menjadi "tampaknya" atau "sepertinya" dalam bahasa Indonesia. Karena inti kata よう berfungsi secara tata bahasa sebagai nomina, pola ini mengikuti aturan modifikasi nomina standar saat disambungkan dengan verba, adjektiva, dan nomina lainnya.

~ような

~ような

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola ような digunakan untuk menerangkan nomina dengan membandingkannya dengan hal lain, yang sering diartikan sebagai "seperti" atau "semacam". Secara tata bahasa, pola ini berfungsi sebagai adjektiva-na, yang memungkinkan kamu untuk memberikan contoh khas, membuat metafora, atau menyatakan kesan subjektif. Tidak seperti bentuk serupa lainnya, ような harus selalu ditempatkan langsung sebelum nomina yang diterangkannya.

~という

~という

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola bahasa Jepang という (to iu) adalah alat serbaguna yang digunakan untuk memperkenalkan nama spesifik, mendefinisikan istilah, dan mendeskripsikan isi dari suatu informasi. Pola ini secara harfiah berarti "dikatakan sebagai" atau "disebut", yang menggabungkan partikel kutipan と dengan verba いう (berkata). Kamu akan sering menggunakannya untuk menjelaskan kata-kata yang belum dikenal, membagikan rumor atau berita, dan menanyakan makna dari frasa tertentu.

~おそれがある

~おそれがある

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang 「~おそれがある」 digunakan untuk menyatakan kemungkinan atau bahaya terjadinya suatu hal buruk secara formal. Pola ini sering muncul dalam konteks objektif seperti siaran berita, prakiraan cuaca, dan peringatan publik yang resmi. Karena secara khusus digunakan untuk risiko dan bahaya yang negatif, pola ini tidak digunakan untuk kekhawatiran pribadi atau kemungkinan yang positif.

らしい

らしい

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

らしい mengungkapkan dugaan objektif atau menyampaikan kabar burung berdasarkan bukti eksternal. Saat digabungkan langsung dengan nomina, kata ini juga dapat menjelaskan seseorang atau sesuatu yang menunjukkan sifat ideal atau yang diharapkan dari kategorinya. Pola ini ditambahkan langsung ke verba, adjektiva-i, adjektiva-na tanpa な, dan nomina tanpa だ.

ようだ

ようだ

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang ようだ memungkinkan kamu untuk menyatakan inferensi atau dugaan logis berdasarkan bukti objektif atau pengamatan inderawi. Pola ini juga sering digunakan untuk membuat simile yang membandingkan dua hal berbeda, atau untuk memberikan contoh dari kategori yang lebih luas. Meskipun terjemahannya sedikit berubah tergantung pada konteks, gagasan intinya adalah mendeskripsikan bagaimana sesuatu tampak, terkesan, atau menyerupai hal lain.

がち

がち

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Sufiks がち melekat pada verba dan nomina untuk mengungkapkan bahwa seseorang atau sesuatu memiliki kecenderungan yang sering terjadi untuk melakukan sesuatu, atau rentan terhadap keadaan tertentu. Bentuk ini memiliki nuansa kuat bahwa kecenderungan tersebut tidak diinginkan, menjadikannya pilihan alami untuk menggambarkan kebiasaan buruk seperti terlambat, melupakan sesuatu, atau sering jatuh sakit. Setelah dilekatkan, kata yang dihasilkan berfungsi seperti adjektiva-na, yang memungkinkan kamu untuk mengakhiri kalimat dengan 「だ」 atau 「です」, atau memodifikasi nomina menggunakan 「がちな」.

気味

気味

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Akhiran 気味 (gimi) ditempelkan pada nomina dan bentuk ます dari verba untuk menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu memiliki sedikit kecenderungan terhadap suatu kondisi. Bentuk ini paling umum digunakan untuk menjelaskan gejala fisik ringan, seperti sedikit pilek atau lelah, atau tren akhir-akhir ini yang sedikit tidak diinginkan. Berbeda dengan kata yang menjelaskan seberapa sering suatu tindakan terjadi, 気味 berfokus pada apa yang dirasakan atau tren yang terjadi saat ini.

っぽい

っぽい

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Sufiks っぽい mengubah nomina, verba, atau adjektiva-i menjadi adjektiva-i baru. Sufiks ini mendeskripsikan sesuatu yang terlihat, terasa, atau bertindak kuat seperti kata yang dilekatinya, sering kali diterjemahkan menjadi 'seperti', 'terkesan', atau 'agak'. Dengan verba, bentuk ini secara khusus digunakan untuk mendeskripsikan kecenderungan sifat bawaan seseorang, seperti pelupa atau mudah marah.

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Bentuk tata bahasa Jepang げ digunakan untuk mengekspresikan kesan subjektif tentang keadaan emosional atau fisik seseorang berdasarkan penampilan luarnya. Dengan menempelkan げ pada adjektiva atau bentuk keinginan, kamu mengubahnya menjadi adjektiva-na yang menjelaskan aura, raut wajah, atau sikap. Karena bentuk ini menjelaskan apa yang dapat diamati dari luar, げ terutama digunakan untuk mendeskripsikan pihak ketiga, bukan perasaan langsungmu sendiri.

ふり

ふり

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang ふり digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bersandiwara, berpura-pura melakukan sesuatu, atau bertindak seolah-olah suatu situasi itu benar padahal sebenarnya tidak. Kamu akan menemukan pola perantara N3 ini dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan saat berbicara tentang tipuan, menutupi kebenaran, atau memalsukan penampilan.

そうもない

そうもない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang そうもない digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan atau kejadian kemungkinan besar tidak akan terjadi berdasarkan situasi atau tanda-tanda yang terlihat saat ini. Pola ini umumnya dilekatkan pada verba tindakan dan verba potensial bentuk pre-ます untuk menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda sesuatu akan terjadi. Pembelajar sering menggunakan ungkapan ini untuk menyampaikan rasa pesimisme, menyerah, atau mengakui kenyataan yang sulit.

はずがない

はずがない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Bentuk tata bahasa Jepang はずがない menyangkal kemungkinan dengan tegas, menyatakan bahwa suatu situasi atau tindakan secara objektif tidak mungkin terjadi. Bentuk ini digunakan saat pembicara memiliki fakta nyata, bukti, atau akal sehat yang sepenuhnya mengesampingkan hasil tertentu. Walaupun sering diterjemahkan sebagai "tidak mungkin", bentuk ini bergantung pada deduksi logis, bukan sekadar menyatakan ketiadaan kemampuan fisik.

に違いない

に違いない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola kalimat に違いない, yang berarti "pasti", digunakan untuk menyatakan tingkat kepastian yang sangat tinggi mengenai suatu situasi. Pola ini secara garis besar diterjemahkan menjadi 'pasti' atau 'tidak diragukan lagi bahwa' dan menunjukkan bahwa pembicara telah membuat deduksi yang tegas berdasarkan bukti, intuisi, atau keyakinan yang kuat. Meskipun terdengar sedikit analitis, ini adalah poin tata bahasa tingkat menengah yang penting dan sering digunakan baik dalam bahasa Jepang lisan maupun tulisan.

どうやら

どうやら

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Adverbia どうやら digunakan dalam kalimat untuk menyatakan inferensi, dugaan, atau perasaan tentang suatu situasi. Kata ini sering diterjemahkan sebagai "tampaknya", "rupanya", atau "kelihatannya". Kata ini hampir selalu berpasangan dengan akhiran dugaan seperti 「ようだ」, 「らしい」, atau 「そうだ」 di akhir kalimat untuk melengkapi makna.

によると

によると

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang 「によると」 berarti "menurut". Pola ini digunakan untuk menyebutkan sumber informasi, seperti seseorang, berita, atau ramalan cuaca, sebelum melaporkan apa yang dikatakan atau didengar. Kalimat yang menggunakan pola ini selalu diakhiri dengan ungkapan pelaporan seperti 「そうだ」, 「らしい」, atau 「ということだ」.

~ということだ

~ということだ

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

ということだ adalah pola tata bahasa tingkat menengah yang digunakan untuk merangkum situasi, menyatakan kesimpulan logis, atau melaporkan kabar dari sumber luar. Saat digunakan untuk kesimpulan, pola ini sering dipasangkan dengan kata seperti つまり yang berarti 'dengan kata lain', untuk menyatakan makna 'berarti'. Saat digunakan untuk melaporkan informasi, pola ini berfungsi sebagai cara yang formal dan objektif untuk menyatakan 'kabarnya' atau 'menurut sumber'.

~かねない

~かねない

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola tata bahasa Jepang 「かねない」 digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan besar bahwa suatu akibat buruk bisa terjadi. Pola ini sering berfungsi sebagai peringatan, yang menyiratkan bahwa jika kondisi saat ini terus berlanjut atau jika seseorang bertindak dengan cara tertentu, hasil yang tidak diinginkan sangat mungkin terjadi. Kamu akan sering menemukan pola ini dalam berita, peringatan resmi, dan percakapan serius saat seseorang khawatir akan skenario terburuk.

~によれば

~によれば

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola ~によれば, yang berarti "menurut," memperkenalkan sumber dari suatu informasi, seperti berita, survei, atau orang tertentu. Pola ini harus selalu dipasangkan dengan ungkapan kabar burung atau pelaporan di akhir kalimat, seperti そうだ, らしい, atau ということだ. Ungkapan ini membawa nuansa objektif dan formal, sehingga umum digunakan dalam siaran berita, tulisan, dan penjelasan sopan.

~ような気がする

~ような気がする

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola ~ような気がする menyatakan perasaan samar, firasat, atau intuisi bahwa sesuatu itu benar, meskipun tanpa bukti konkret. Pola ini sering digunakan untuk memperhalus pernyataan dan pendapat, sehingga terdengar lebih sopan dan tidak konfrontatif. Kamu akan sering menemui pola ini dalam percakapan sehari-hari ketika pembicara ingin membagikan pemikiran subjektif mereka tanpa menyatakannya sebagai fakta mutlak.

~めく

~めく

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Sufiks ~めく menempel pada sekumpulan nomina terbatas untuk menyatakan bahwa sesuatu mulai menunjukkan tanda-tanda suatu keadaan tertentu atau memiliki suasana tertentu. Sufiks ini mengubah nomina tersebut menjadi verba godan beraturan, sehingga kamu bisa menggunakan bentuk konjugasi seperti めいて dan めいた untuk mendeskripsikan musim, situasi misterius, atau nada bercanda. Karena ini adalah ungkapan formal dan sastra, kamu akan lebih sering menjumpainya dalam tulisan, salam musiman, dan observasi bernuansa daripada dalam percakapan kasual sehari-hari.

~とばかりに

~とばかりに

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Pola とばかりに digunakan untuk mendeskripsikan perilaku atau reaksi seseorang yang secara kuat menyiratkan pesan tertentu yang tidak diucapkan. Pola ini dapat diartikan sebagai "seolah-olah hendak berkata", dan dilekatkan langsung pada kutipan persis dari apa yang sepertinya ingin diekspresikan oleh tindakan mereka. Ungkapan formal dan sastrawi ini hanya digunakan secara objektif untuk mendeskripsikan orang lain, tidak pernah untuk tindakan pembicara sendiri.

~びる / ~びて / ~びた

~びる/~びて/~びた

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

Akhiran びる melekat pada sejumlah nomina terbatas untuk menggambarkan sesuatu yang secara alami memiliki tampilan, karakteristik, atau suasana tertentu. Akhiran ini mengubah nomina menjadi verba ichidan, meskipun paling sering digunakan dalam bentuk ta びた atau bentuk て びて untuk menerangkan nomina lain atau menggambarkan keadaan. Berbeda dengan ぶる, yang menyiratkan kepura-puraan secara sengaja, びる menggambarkan kesan alami, bawaan, atau yang telah berkembang.

普通形+と言う

普通形+と言う

Tampilan, Kabar, dan Dugaan

普通形+と言う adalah pola inti N4 untuk mengutip atau melaporkan apa yang dikatakan seseorang: letakkan klausa bentuk biasa sebelum と, lalu akhiri dengan verba 言う. Penutur asli biasanya ditandai dengan は atau が di luar kutipan, sementara isi kutipan tetap bentuk biasa meskipun kalimat luarnya sopan. Pembelajar menemui pola ini saat menceritakan pengumuman, klaim, dan ucapan sehari-hari, serta saat membedakan ucapan yang dilaporkan dengan pikiran yang dilaporkan (思う).

IDENESFRPT