Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang Kontras dan Konsesi
Pelajari materi tata bahasa Jepang Kontras dan Konsesi, termasuk pelajaran tentang pertentangan, pengecualian, nuansa padahal, dan hubungan meskipun, dengan contoh, perbandingan, dan latihan singkat.
44 entri
Menampilkan 1-44 dari 44 entri // Halaman 1 dari 1
でも
でも
「でも」 adalah konjungsi percakapan bahasa Jepang yang digunakan untuk memulai kalimat baru yang bertentangan atau berlawanan dengan pernyataan sebelumnya. Bentuk ini sering dipadankan secara kasar dengan mengucapkan "Tetapi" atau "Namun" dalam bahasa Indonesia, sehingga sangat cocok untuk memperkenalkan pengecualian atau sudut pandang yang berlawanan. Berbeda dengan partikel yang menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat, 「でも」 harus selalu ditempatkan di bagian paling awal dari kalimat baru.
が
が
Partikel が dapat menempel pada akhir klausa untuk menghubungkannya dengan klausa berikutnya, berfungsi mirip seperti konjungsi. Bentuk ini paling sering digunakan untuk menyatakan kontras, mirip dengan "tetapi", atau untuk memberikan konteks latar belakang dengan lembut sebelum menanyakan sesuatu atau mengajukan permintaan. Meskipun dapat digunakan dengan bentuk biasa dan sopan, bentuk ini sangat umum dalam ujaran sopan, sedangkan percakapan kasual sering kali lebih memilih penghubung yang lebih lembut, yaitu けど.
けど
けど
Partikel Jepang 「けど」 adalah kata percakapan yang sangat umum digunakan untuk menghubungkan dua klausa dan menunjukkan pertentangan, seperti 'tetapi' atau 'meskipun'. Kata ini juga sering digunakan untuk memberikan konteks latar belakang sebelum mengajukan permintaan, atau dibiarkan menggantung di akhir kalimat untuk memperhalus pernyataan atau penolakan. Meskipun dapat menempel pada bentuk sopan seperti 「です」 dan 「ます」, 「けど」 itu sendiri sebagian besar digunakan dalam bahasa lisan; dalam tulisan formal, partikel 「が」 lebih disukai.
けれども
けれども
Partikel konjungsi けれども menghubungkan dua klausa untuk menunjukkan kontras, seperti "tetapi" atau "meskipun". Partikel ini juga sering digunakan di akhir kalimat untuk memperkenalkan topik dengan lembut, menunjukkan keraguan, atau membuat permintaan terdengar lebih sopan. Sebagai varian paling formal dalam ragam percakapan seri けど, bentuk ini sering dipasangkan dengan akhiran sopan ます dan です dalam layanan pelanggan atau perkenalan formal.
~のに
~のに
Partikel penghubung bahasa Jepang 「のに」 menghubungkan dua klausa untuk menunjukkan bahwa bagian kedua adalah hasil yang tidak terduga dari bagian pertama. Pola ini sering diterjemahkan sebagai 'padahal' atau 'meskipun', tetapi membawa nuansa emosional yang kuat seperti kejutan, ketidakpuasan, atau penyesalan. Karena membawa perasaan subjektif ini, akhir kalimat biasanya menghindari perintah atau permintaan langsung.
~ても
~ても
Pola kalimat ~ても menghubungkan dua klausa untuk menyatakan kondisi konsesif, yang berarti aksi atau keadaan pada klausa kedua tetap terjadi tanpa memedulikan apa yang dinyatakan pada klausa pertama. Pembelajar akan menemui pola ini di awal pembelajaran tingkat dasar untuk mengatakan hal-hal seperti "walaupun hujan" atau "meskipun mahal". Ketika dipasangkan dengan kata tanya seperti 何 (apa) atau 誰 (siapa), pola ini membentuk pernyataan mutlak yang berarti "tidak peduli apa pun" atau "tidak peduli siapa pun".
としても
としても
Pola kalimat としても, yang dibaca "toshitemo", digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hasil atau penilaian tetap sama, bahkan jika kondisi hipotetis diasumsikan benar. Ketika ditempelkan langsung pada nomina tanpa だ, maknanya bergeser menjadi 'bahkan sebagai' atau 'bahkan dari sudut pandang' peran tertentu. Bentuk ini sedikit lebih formal daripada ても standar dan sangat berfokus pada pembingkaian kondisi sebagai asumsi teoretis atau contoh ekstrem.
かえって
かえって
かえって adalah adverbia yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu hasil benar-benar kebalikan dari apa yang dimaksudkan atau secara wajar diharapkan. Kata ini menyoroti ironi ketika suatu tindakan yang dimaksudkan untuk membantu malah memperburuk keadaan, atau ketika sesuatu yang dianggap sebagai kerugian secara mengejutkan memberikan hasil yang lebih baik. Sering diterjemahkan sebagai "malah", "justru", atau "ironisnya", kata ini ditempatkan sebelum hasil yang tidak terduga untuk menekankan pembalikan dari harapan.
代わりに
代わりに
Bukan sekadar berarti "sebagai pengganti", pola tata bahasa Jepang 代わりに memiliki makna ganda, yaitu substitusi dan kompensasi. Bentuk ini memungkinkan kamu untuk menyatakan bahwa satu hal menggantikan hal lain, atau bahwa dua hal saling menyeimbangkan dalam sebuah pertukaran. Kamu akan menemui pola tingkat menengah yang serbaguna ini dalam situasi sehari-hari, mulai dari mengganti bahan masakan hingga menegosiasikan bantuan dan mendeskripsikan sifat yang seimbang.
それにしても
それにしても
Konjungsi bahasa Jepang それにしても digunakan untuk mengatakan "walaupun begitu", "bagaimanapun juga", atau "meskipun demikian". Konjungsi ini mengakui kebenaran pernyataan atau situasi sebelumnya, tetapi memperkenalkan perasaan terkejut, kesal, atau kontras yang tak terduga pada hasilnya. Tidak seperti penghubung objektif sederhana, kata ini sangat menekankan evaluasi pribadi atau reaksi emosional pembicara terhadap keadaan.
~くせに
~くせに
~くせに adalah ungkapan yang kuat dan sangat subjektif, digunakan untuk mengkritik atau mencela seseorang ketika tindakan mereka bertentangan dengan apa yang diharapkan dari mereka. Meskipun kurang lebih diterjemahkan menjadi "padahal" atau "meskipun", pola ini tidak dapat digunakan untuk kontras netral atau fakta objektif. Pola ini secara ketat mengharuskan subjek yang sama pada kedua klausa dan membawa nada ketidakpuasan, sehingga tidak pantas digunakan kepada atasan atau dalam situasi formal.
ものの
ものの
Konjungsi formal bahasa Jepang 「ものの」 menghubungkan dua klausa untuk menyatakan "walaupun" atau "meskipun". Pola ini mengakui fakta yang sudah mapan pada klausa pertama, tetapi memperkenalkan kenyataan pada klausa kedua yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pola kalimat ini terutama digunakan dalam tulisan formal dan ragam bahasa lisan yang kaku, sehingga penting untuk pemahaman bacaan dan konteks profesional.
~といっても
~といっても
Pola tata bahasa ~といっても, yang dibaca "to itte mo", digunakan untuk mengkualifikasi suatu pernyataan dengan menambahkan batasan realistis atau koreksi sederhana. Pola ini kira-kira berarti "walaupun dikatakan" atau "meskipun demikian", yang menunjukkan bahwa meskipun klaim pertamanya secara teknis benar, kenyataannya tidak memenuhi ekspektasi besar yang terkait dengannya. Kamu akan sering mendengar pola ini ketika pembicara ingin secara sopan merendahkan fakta yang terdengar mengesankan, seperti berbicara bahasa asing, memegang jabatan, atau bepergian.
~からといって
~からといって
Bentuk tata bahasa Jepang 「からといって」 digunakan untuk menyangkal hasil logis yang diharapkan atau untuk memperingatkan agar tidak membuat asumsi berdasarkan satu alasan. Bentuk ini sering diterjemahkan sebagai 'hanya karena (alasan), bukan berarti (kesimpulan)'. Bentuk ini biasanya dipasangkan dengan negasi parsial atau ungkapan pembatas seperti 「わけではない」, 「とは限らない」, atau 「てはいけない」 di paruh kedua kalimat.
~にもかかわらず
~にもかかわらず
Pola ~にもかかわらず adalah ungkapan bahasa Jepang formal yang berarti "meskipun" atau "walaupun demikian". Pola ini menunjukkan bahwa hasil atau situasi sangat bertolak belakang dengan apa yang secara wajar diharapkan dari fakta atau kondisi sebelumnya. Pola ini membawa nuansa kuat berupa keterkejutan, kekaguman, atau ketidakpuasan pembicara terhadap kenyataan yang tidak terduga tersebut.
一方では
一方では
一方では adalah ungkapan formal yang digunakan untuk mengontraskan dua aspek, peran, atau sisi berbeda dari subjek yang sama. Fungsinya mirip dengan "di satu sisi... di sisi lain" dalam bahasa Indonesia. Meskipun memiliki makna inti yang sama dengan 一方で, penambahan partikel topik は memberikan penekanan retoris yang lebih kuat pada kontras tersebut. Kamu akan sering menemukan struktur ini dalam bahasa Jepang tertulis, pidato formal, dan perbandingan objektif.
一方で
一方で
一方で, yang dibaca "ippou de," adalah penghubung formal N2 yang digunakan untuk mengontraskan dua sisi berbeda dari suatu situasi atau menjelaskan dua tren paralel yang terjadi pada saat yang sama. Bentuk ini sering diterjemahkan menjadi "di satu sisi... di sisi lain," "sementara itu," atau "sementara" saat membandingkan fakta yang berlawanan atau perubahan yang terjadi bersamaan. Kamu akan sering menemukan struktur ini dalam berita, esai, dan pernyataan formal yang objektif, bukan dalam percakapan sehari-hari yang santai.
反面
反面
Pola tata bahasa Jepang 反面, yang diucapkan "hanmen," digunakan untuk menyajikan dua karakteristik, hasil, atau kecenderungan yang berlawanan yang dimiliki oleh satu subjek yang sama. Secara harfiah pola ini berarti "sisi sebaliknya" dan sering diterjemahkan sebagai "di sisi lain" atau "sementara," yang menyoroti sifat ganda dari sebuah situasi, seperti menimbang keuntungan yang jelas dengan kerugiannya. Karena pola ini secara ketat mengontraskan dua sisi dari satu topik, pola ini tidak dapat digunakan untuk membandingkan dua subjek yang sama sekali berbeda.
~にしても
~にしても
Pola tata bahasa Jepang ~にしても berarti "bahkan jika" atau "sekalipun", tetapi membawa nuansa emosional yang spesifik. Pola ini digunakan untuk mengakui suatu fakta atau kondisi, sekaligus menyatakan bahwa penilaian, kritik, atau evaluasi kuat dari pembicara tetap berlaku. Berbeda dengan ~ても standar yang dapat menjelaskan fakta obyektif, paruh kedua dari kalimat ~にしても hampir selalu menyatakan sikap subyektif atau reaksi emosional.
~にかかわらず
~にかかわらず
Pola tata bahasa Jepang formal にかかわらず digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan, aturan, atau hasil tetap sama persis tanpa memandang suatu variabel atau keadaan tertentu. Pola ini menempel pada kata yang mewakili rentang kemungkinan—seperti usia, kewarganegaraan, atau cuaca—atau pada pasangan kata yang berlawanan seperti melakukan dan tidak melakukan suatu tindakan. Kamu akan sering melihat pola ini dalam pengumuman resmi, kebijakan bisnis, dan pemberitahuan publik untuk menyatakan bahwa suatu aturan berlaku secara universal untuk semua orang.
~としても
~としても
Pola 「としても」 digunakan untuk memperkenalkan kondisi hipotesis atau sudut pandang tertentu sembari menunjukkan bahwa hasil akhir atau penilaian tetap tidak berubah. Pola ini biasanya diterjemahkan menjadi "bahkan jika" atau "sekalipun" saat digabungkan dengan verba atau adjektiva, atau "bahkan sebagai" saat digabungkan langsung dengan nomina yang mewakili peran atau kategori. Pola tingkat N2 ini menekankan bahwa asumsi ekstrem tidak mengubah kesimpulan pembicara, dan sedikit lebih formal daripada 「にしても」 yang bernuansa percakapan.
~に反して
~に反して
Pola kalimat に反して digunakan untuk mengekspresikan bahwa suatu hasil berlawanan dengan apa yang diprediksi atau diharapkan. Pola ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan atau situasi melanggar aturan, standar, atau perintah yang berlaku. Ungkapan formal ini umum ditemukan dalam teks tertulis, laporan berita, dan konteks resmi.
~を問わず
~を問わず
Pola を問わず adalah ungkapan tertulis formal yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu kondisi, aturan, atau fakta berlaku untuk semua hal dalam kategori tertentu, tanpa pengecualian. Pola ini menempel langsung pada nomina yang mengandung rentang kemungkinan atau hal yang berlawanan, seperti usia, gender, siang dan malam, atau ada tidaknya sesuatu. Karena terdengar sangat resmi, kamu akan sering melihatnya di lowongan pekerjaan, pengumuman publik, dan laporan berita daripada di percakapan sehari-hari yang kasual.
~つつ
~つつ
Pola ~つつ adalah ungkapan yang sangat formal yang digunakan untuk menunjukkan bahwa dua tindakan berkelanjutan terjadi pada saat yang sama, berfungsi sebagai padanan ragam tulis atau sastra untuk ながら. Pola ini juga umumnya digunakan untuk mengungkapkan kontradiksi antara apa yang dipikirkan atau diketahui seseorang dengan apa yang sebenarnya mereka lakukan, sering kali mengambil bentuk つつも. Karena nadanya yang kaku dan formal, pola ini utamanya ditemukan dalam tulisan atau pidato formal dan jarang digunakan dalam percakapan santai sehari-hari.
~と思いきや
~と思いきや
Pola ~と思いきや digunakan untuk menyatakan bahwa hasil sebenarnya sangat bertentangan dengan apa yang diasumsikan atau diharapkan pembicara pada awalnya. Pola ini menambahkan nuansa kejutan atau kesadaran tiba-tiba pada sebuah cerita, kira-kira mirip dengan mengatakan "saya kira X, tapi ternyata Y". Karena menjelaskan fakta yang sudah terjadi, bagian kedua kalimat tidak boleh berisi perintah, permintaan, atau ungkapan kemauan pembicara.
~といえども
~といえども
Pola tata bahasa formal 「といえども」 digunakan untuk mengakui kasus ekstrem atau status pengecualian, sambil menyatakan bahwa hasil atau keistimewaan yang diharapkan tidak berlaku. Pola ini sering diterjemahkan sebagai 'walaupun' atau 'meskipun', tetapi membawa nuansa yang jauh lebih kuat dan mutlak daripada bentuk sehari-hari seperti 「ても」. Karena sangat formal dan sastrawi, kamu akan paling sering menemuinya dalam bahasa Jepang tertulis, pidato resmi, atau saat menyatakan aturan dan penilaian yang ketat.
~ようが
~ようが
~ようが adalah pola tata bahasa Jepang tingkat lanjut dan formal yang digunakan untuk menyatakan kondisi konsesif, yang berarti "walaupun" atau "tidak peduli apakah." Pola ini menempel secara khusus pada verba ichidan dan verba tidak beraturan untuk menunjukkan bahwa suatu situasi, tekad, atau hasil tetap tidak berubah sama sekali terlepas dari kondisi yang disebutkan. Sering dipasangkan dengan kata tanya, pola ini membawa nada yang berat dan kaku yang sering kali menyampaikan tekad pribadi yang kuat atau sikap melawan.
~であれ
~であれ
Pola tata bahasa ~であれ adalah bentuk tulisan bahasa Jepang yang sangat formal untuk menyatakan "meskipun" atau "tidak peduli apa pun". Pola ini menunjukkan bahwa sebuah pernyataan, aturan ketat, atau penilaian kuat tetap mutlak apa pun kondisi atau identitas sebelumnya. Karena nadanya yang kaku dan berwibawa, pola ini terutama ditemukan dalam dokumen resmi, pidato publik, peringatan, dan teks sastra, bukan dalam percakapan sehari-hari.
~にもせよ
~にもせよ
Ungkapan formal ~にもせよ digunakan untuk mengakui keadaan yang meringankan atau kondisi hipotetis sambil menekankan bahwa penilaian, kritik, atau saran pembicara tetap berlaku. Pola ini merupakan padanan tertulis yang sangat formal dari frasa lisan sehari-hari ~にしても. Kamu biasanya akan melihatnya dipasangkan dengan pendapat subjektif yang kuat atau ungkapan tentang apa yang seharusnya dilakukan seseorang.
~かいもなく
~かいもなく
Pola ~かいもなく digunakan untuk menunjukkan bahwa meskipun telah melakukan usaha besar atau memiliki harapan tinggi, hasil yang diinginkan tidak tercapai. Pola ini menyoroti kekecewaan atau penyesalan atas usaha yang terbuang sia-sia, sering digunakan saat membicarakan tentang belajar, latihan, atau perawatan medis. Kamu akan sering melihat pola ini dalam konteks tertulis dan lisan formal untuk menggambarkan kegagalan yang terjadi meskipun telah melakukan tindakan proaktif.
~とはいえ
~とはいえ
Pola ~とはいえ adalah ekspresi formal tingkat lanjut yang digunakan untuk mengakui fakta atau premis yang diakui, namun kemudian memperkenalkan kenyataan yang bertentangan atau tidak terduga pada klausa berikutnya. Pola ini sangat objektif dan analitis, sehingga lebih umum ditemukan dalam tulisan formal, laporan berita, dan pidato daripada dalam percakapan santai sehari-hari. Sebagai konjungsi mandiri, とはいえ juga dapat memulai kalimat baru dengan arti 'meskipun begitu' atau 'walaupun demikian'.
~ながらも
~ながらも
Pola tingkat lanjut ~ながらも mengungkapkan bahwa sebuah situasi berlawanan dengan harapan alami dari keadaan atau kondisi tertentu, yang kurang lebih berarti "meskipun" atau "walaupun". Pola ini terutama digunakan bersama nomina, adjektiva, dan verba keadaan untuk menggambarkan kondisi yang berlanjut, dan subjeknya harus sama di kedua bagian kalimat. Ungkapan formal ini sering muncul dalam teks tertulis, konteks bisnis, dan bahasa lisan yang agak kaku untuk menekankan sebuah kontras atau hasil yang tidak terduga.
~ものを
~ものを
Pola ~ものを adalah ungkapan tingkat lanjut yang digunakan untuk menunjukkan penyesalan mendalam, ketidakpuasan, atau celaan ketika kenyataan yang mengecewakan dikontraskan dengan hasil ideal pengandaian yang lebih baik. Pola ini sering kali mengikuti klausa pengandaian seperti 「ば」 atau 「たら」 untuk menetapkan apa yang seharusnya terjadi, dan sering kali menggantung di akhir kalimat untuk membiarkan kenyataan buruk tidak terucapkan. Meskipun memiliki beberapa kesamaan dengan 「のに」, pola ini membawa nuansa emosi ratapan yang jauh lebih berat dan biasanya ditemukan dalam konteks yang lebih formal atau tertulis.
~ところを
~ところを
Pola tingkat lanjut ~ところを digunakan untuk mengakui situasi atau keadaan pendengar saat ini. Pola ini hampir selalu mendahului permintaan maaf, ungkapan rasa terima kasih, atau permohonan yang sopan untuk memperhalus selaan atau gangguan. Sangat umum dalam lingkungan bisnis dan formal, bentuk ini menunjukkan empati dan pertimbangan yang mendalam terhadap waktu atau usaha pendengar.
~にひきかえ
~にひきかえ
Pola にひきかえ digunakan untuk mengekspresikan kontras yang sangat tajam dan drastis antara dua orang, hal, atau situasi yang berbeda. Berbeda dengan kata pembanding yang netral, pola ini membawa penilaian subjektif pembicara yang kuat, seperti rasa terkejut, pujian, atau kritik, mengenai betapa berbedanya kedua subjek tersebut. Ini adalah ungkapan tingkat lanjut yang sering ditemukan dalam bahasa tulis atau percakapan yang agak formal untuk menekankan perbedaan 180 derajat.
~割りに(は)
~割りに(は)
Pola kalimat わりに(は) digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu hasil atau keadaan tidak terduga jika mempertimbangkan standar atau kondisi tertentu. Pola ini menunjukkan hubungan yang tidak sebanding, sering kali membawa nuansa kejutan atau evaluasi personal dari pembicara. Kamu bisa menggunakannya untuk mengatakan hal-hal seperti 'untuk ukuran usianya, dia terlihat muda' atau 'mengingat harganya murah, rasanya enak'.
~だけまし
~だけまし
Pola tata bahasa ~だけまし, yang dibaca “dake mashi,” digunakan untuk menyatakan bahwa meskipun suatu situasi sebagian besar bersifat negatif atau kurang memuaskan, setidaknya ada satu sisi baik yang bisa disyukuri. Pola ini secara kasar diterjemahkan menjadi "setidaknya masih lebih baik" atau "setidaknya beruntung bahwa", yang menyoroti sisi baik dari suatu kejadian. Ungkapan bahasa Jepang tingkat lanjut N1 ini umum digunakan baik dalam bahasa lisan maupun tulisan untuk menunjukkan penerimaan yang terpaksa atau untuk menasihati seseorang agar bersyukur karena keadaannya bisa saja jauh lebih buruk.
~ならいざしらず
~ならいざしらず
Pola tata bahasa Jepang tingkat lanjut ならいざ知らず digunakan untuk mengungkapkan ketidakpuasan atau ketidakpercayaan yang kuat terhadap situasi saat ini. Pola ini membentuk pertentangan dengan mengakui bahwa suatu kasus ekstrem atau hipotetis mungkin dapat dimengerti atau dimaafkan. Namun, pola ini menekankan bahwa kenyataan sebenarnya yang sedang dibahas sama sekali tidak dapat diterima, mustahil, atau tidak masuk akal.
~をものともせず
~をものともせず
Pola tingkat lanjut ~をものともせず mendeskripsikan seseorang yang dengan berani melakukan suatu tindakan tanpa gentar menghadapi kesulitan, bahaya, atau rintangan yang signifikan. Pola ini membawa nuansa kekaguman dan pujian yang kuat, sehingga terdengar alami untuk mendeskripsikan upaya berani orang lain daripada tindakan kamu sehari-hari. Kamu akan sering menemukan ungkapan formal ini dalam laporan berita, film dokumenter, dan narasi tertulis yang merayakan ketangguhan manusia.
~をおして
~をおして
Pola tata bahasa formal Jepang ~をおして, yang dibaca "o oshite", digunakan untuk mengungkapkan tindakan yang diambil meskipun menghadapi kesulitan yang sangat berat, penderitaan fisik, atau penolakan keras. Pola ini menempel pada nomina tertentu seperti penyakit (病気) atau penolakan (反対) untuk menekankan tekad yang kuat atau pengerahan tenaga fisik yang diperlukan untuk memaksakan diri melewati kondisi yang buruk. Ungkapan ini membawa nuansa formal atau sedikit dramatis dan biasanya dikhususkan untuk beban yang besar, bukan untuk ketidaknyamanan kecil sehari-hari.
~をよそに
~をよそに
Pola をよそに, dibaca "wo yoso ni", digunakan untuk menggambarkan situasi saat seseorang bertindak dengan sepenuhnya mengabaikan perasaan, reaksi, atau harapan orang lain. Pola ini menciptakan kontras yang tajam antara reaksi orang-orang di sekitar—seperti kekhawatiran, penolakan, atau harapan tinggi—dan perilaku subjek yang acuh tak acuh atau nekat. Ini adalah ungkapan yang agak formal dan umum dijumpai dalam narasi tertulis, berita, serta konteks sastra untuk menyoroti sikap pengabaian.
~とはいうものの
~とはいうものの
Pola tata bahasa ~とはいうものの digunakan untuk mengakui fakta yang sudah mapan, situasi yang diakui, atau label, tetapi kemudian memperkenalkan kenyataan yang bertentangan dengan ekspektasi wajar. Pola ini sering diterjemahkan sebagai "meskipun demikian" atau "walaupun begitu", yang menunjukkan bahwa situasi sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang disiratkan oleh pernyataan awal. Pola ini sedikit formal tetapi umum digunakan dalam percakapan sehari-hari orang dewasa saat menyampaikan poin yang bernuansa atau mengakui batasan.
~つつも
~つつも
Pola tingkat lanjut ~つつも menyatakan kontradiksi yang kuat antara apa yang dipikirkan atau diketahui seseorang dengan apa yang sebenarnya dia lakukan. Pola ini adalah ungkapan formal yang umumnya menempel pada verba bentuk ます tanpa ます yang berkaitan dengan pikiran, pengetahuan, atau ucapan. Pembelajar sering menemukan pola ini dalam bahasa Jepang tertulis untuk menggambarkan situasi di mana seseorang bertindak bertentangan dengan pertimbangannya sendiri.
ところが
ところが
ところが adalah penanda wacana yang memperkenalkan apa yang benar-benar terjadi atau benar ketika hasil itu bertolak belakang dengan harapan yang dibangun kalimat atau klausa sebelumnya. Bentuk ini biasanya ditempatkan di awal kalimat yang kontras dan umum dalam narasi tertulis, penjelasan gaya berita, esai, serta penceritaan lisan yang jelas. Pembelajar menemuinya sebagai giliran yang lebih kuat dan lebih mematahkan harapan daripada でも kasual, serta lebih terikat pada kejutan atau penemuan daripada しかし tertulis yang lebih luas.