Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang Kata Sifat
Pelajari materi tata bahasa Jepang Kata Sifat, termasuk pelajaran tentang adjektiva-i, adjektiva-na, perubahan bentuk, dan pemakaian dalam kalimat, dengan contoh, perbandingan, dan latihan singkat.
11 entri
Menampilkan 1-11 dari 11 entri // Halaman 1 dari 1
Adjektiva-I
Bentuk Adjektiva
Adjektiva-i adalah kata sifat bahasa Jepang yang selalu berakhiran hiragana 「い」 pada bentuk kamusnya. Berbeda dengan kata sifat dalam bahasa Indonesia, adjektiva-i berkonjugasi untuk menunjukkan kala (tense) dan polaritas (positif atau negatif) dengan mengubah akhiran 「い」 menjadi akhiran seperti 「くない」 atau 「かった」. Menambahkan 「です」 di akhir membuat pernyataan ini menjadi sopan, tetapi adjektiva itu sendiri tetap membawa kala dan makna.
Adjektiva-Na
Bentuk Adjektiva
Adjektiva-na adalah salah satu dari dua jenis kata sifat utama dalam bahasa Jepang, selain adjektiva-i. Bentuk ini dinamai dari suku kata な, yang menghubungkannya secara langsung ke nomina yang diterangkan. Berbeda dengan adjektiva-i, adjektiva-na tidak mengubah akhirannya sendiri, tetapi mengandalkan kata seperti です atau だ untuk menunjukkan kala dan kesopanan.
~くて
~くて
Bentuk くて adalah bentuk-te dari adjektiva-i, yang digunakan untuk menghubungkan beberapa deskripsi atau klausa dalam satu kalimat. Bentuk ini kurang lebih diterjemahkan sebagai 'dan' ketika menyebutkan sifat-sifat yang sejajar, atau dapat memberikan alasan yang natural untuk tindakan atau keadaan yang mengikutinya. Karena くて tidak memiliki bentuk waktunya sendiri, kerangka waktu dan kesopanan seluruh kalimat ditentukan oleh verba atau kopula di akhir kalimat.
で
~で
Dalam bahasa Jepang, kamu tidak bisa menggunakan partikel と untuk menghubungkan deskripsi atau keadaan; sebaliknya, kamu mengubah akhir kata pertama menjadi bentuk penghubung. Untuk nomina dan adjektiva-na, bentuk penghubung ini adalah で, yang menggantikan kopula standar です. Menggunakan で memungkinkan kamu menghubungkan beberapa sifat atau fakta yang selaras menjadi satu kalimat yang mengalir.
~く
~く
Bentuk ~く mengubah adjektiva-i menjadi adverbia. Hal ini memungkinkan kamu untuk menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan, bukan hanya menerangkan nomina. Sebagai contoh, mengubah 早い (cepat) menjadi 早く memungkinkannya untuk terhubung langsung dengan verba agar dapat berfungsi sebagai keterangan cara.
に
~に
Untuk mendeskripsikan bagaimana suatu tindakan dilakukan, kamu dapat mengubah adjektiva-na menjadi keterangan cara dengan menambahkan に. Bentuk ini menghubungkan adjektiva secara langsung dengan verba, sehingga kamu dapat mengatakan hal-hal seperti 'berjalan dengan tenang' atau 'belajar dengan sungguh-sungguh'. Ini adalah pola dasar yang penting untuk menambahkan detail pada tindakan dan mendeskripsikan cara tindakan tersebut terjadi.
くする
~くする
Pola tata bahasa Jepang くする dilekatkan pada adjektiva-i untuk menjelaskan tindakan mengubah sesuatu menjadi keadaan baru secara sengaja. Pola ini menyatakan tindakan seperti membuat sesuatu menjadi lebih murah, lebih kecil, atau lebih hangat, di mana pelaku dengan sengaja menyebabkan perubahan tersebut. Karena berfokus pada tindakan yang disengaja, pola ini biasanya mengambil objek langsung yang ditandai dengan partikel を.
にする
~にする
Pola kalimat bahasa Jepang にする digunakan untuk menyatakan penentuan pilihan atau secara aktif mengubah keadaan sesuatu. Bersama kata benda (nomina), bentuk ini sering menunjukkan keputusan di antara berbagai opsi, seperti memesan makanan di restoran atau memilih tempat tujuan. Saat digunakan dengan adjektiva-na (adjektiva-na), bentuk ini mendeskripsikan seseorang yang dengan sengaja mengubah kondisi sesuatu, bukan perubahan yang terjadi secara alami.
~くなる
~くなる
Pola tata bahasa Jepang ~くなる menyatakan bahwa sesuatu secara alami berubah menjadi keadaan baru, yang dapat diterjemahkan sebagai 'menjadi' atau 'bertambah'. Pola ini digunakan khusus dengan adjektiva-i dengan mengubah huruf い terakhir menjadi く dan menambahkan verba なる (menjadi). Pola ini mendeskripsikan perubahan spontan pada cuaca, perasaan, harga, dan kondisi fisik, tanpa menyiratkan tindakan sengaja oleh orang lain.
になる
~になる
Pola になる digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang secara alami bertransisi ke dalam keadaan, kondisi, atau identitas baru. Kamu akan menggunakannya dengan nomina untuk membicarakan tentang menjadi suatu profesi, waktu, atau musim, dan dengan adjektiva-na untuk mendeskripsikan kualitas yang berkembang. Berbeda dengan にする, yang mendeskripsikan pilihan aktif untuk mengubah sesuatu, になる berfokus pada perubahan yang terjadi secara spontan atau seiring berjalannya waktu.
~的
~的
Sufiks ~的 menempel pada nomina abstrak untuk mengubahnya menjadi adjektiva-na yang menjelaskan kualitas atau sifat. Bentuk ini mirip dengan sufiks "-is" atau "-al" dalam bahasa Indonesia, dan sering digunakan untuk membuat deskripsi yang akademis, ilmiah, atau formal. Kamu bisa menggunakannya sebelum nomina dengan partikel な, mengubahnya menjadi adverbia dengan に, atau meletakkannya di akhir kalimat dengan kopula seperti です.