Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang Bentuk Konjugasi
Pelajari materi tata bahasa Jepang Bentuk Konjugasi, termasuk pelajaran tentang bentuk verba dan pola yang dibangun dari bentuk tersebut, dengan contoh, perbandingan, dan latihan singkat.
54 entri
Menampilkan 1-48 dari 54 entri // Halaman 1 dari 2
辞書形
辞書形
Bentuk kamus adalah bentuk dasar yang paling sederhana dari sebuah verba bahasa Jepang. Bentuk ini menyatakan tindakan sekarang atau masa depan dalam percakapan kasual dan merupakan bentuk yang akan kamu temukan saat mencari verba di kamus. Bentuk ini juga berfungsi sebagai dasar penting yang dihubungkan langsung ke nomina dan berbagai pola tata bahasa dasar lainnya.
ます形
ます形
Bentuk ます (ます形) adalah konjugasi kata kerja sopan standar dalam bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan di akhir kalimat utama untuk menyatakan kebiasaan sehari-hari, fakta objektif, dan tindakan di masa depan. Menguasai bentuk ini sangat penting karena memberikan kesan hormat dan profesional saat berbicara dengan kenalan, rekan kerja, dan orang asing.
て形
て形
Bentuk te (て形) dalam bahasa Jepang adalah konjugasi verba penting yang berfungsi sebagai penghubung. Bentuk ini memungkinkan kamu menghubungkan beberapa aksi dalam urutan kronologis, menunjukkan dengan tepat bagaimana peristiwa terjadi. Selain menghubungkan kalimat, bentuk ini berfungsi sebagai fondasi tata bahasa untuk banyak pola penting sehari-hari.
た形
た形
た形 (bentuk-ta) adalah bentuk lampau kasual dari kata kerja bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan dalam percakapan santai dengan teman atau keluarga untuk membicarakan tindakan yang telah selesai atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Selain dalam ragam lisan kasual, bentuk-ta adalah dasar penting yang digunakan untuk memodifikasi nomina dan menyambung ke berbagai struktur tata bahasa penting lainnya.
ない形
ない形
Bentuk ない adalah bentuk negatif dasar kasual dari verba bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan tidak terjadi atau tidak akan terjadi dalam percakapan kasual dengan teman dan keluarga. Selain untuk ragam bahasa santai, bentuk ない adalah dasar penting yang digunakan untuk memodifikasi nomina dan menyusun pola tata bahasa yang penting seperti permintaan negatif dan keharusan.
ます
~ます
Akhiran verba ます adalah cara sopan standar untuk menyatakan tindakan dalam bahasa Jepang. Bentuk ini bertindak sebagai kala non-lampau, yang berarti kamu dapat menggunakannya untuk membicarakan kebiasaan saat ini, rutinitas harian, fakta umum, atau hal-hal yang akan kamu lakukan di masa depan. Dengan menambahkan ます pada akhir verba, kamu menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, menjadikannya bentuk verba yang paling aman dan paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
~ません
~ません
Akhiran ~ません menempel pada verba untuk membentuk kalimat negatif yang sopan. Bentuk ini digunakan untuk menyatakan bahwa kamu tidak melakukan kebiasaan tertentu, tidak akan melakukan suatu tindakan di masa depan, atau bahwa suatu keadaan tertentu (seperti mengerti atau memiliki sesuatu) tidaklah benar. Bentuk ini adalah bahasa Jepang sopan standar, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari dengan rekan kerja, kenalan, dan orang asing.
ました
~ました
「ました」 adalah akhiran bentuk lampau sopan untuk verba bahasa Jepang. Bentuk ini menggantikan akhiran sopan masa kini/depan 「ます」 untuk menyatakan bahwa suatu tindakan telah selesai atau suatu peristiwa terjadi pada masa lampau. Ini adalah bentuk sopan standar yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari dengan kenalan, rekan kerja, dan orang asing.
~ませんでした
~ませんでした
Akhiran ませんでした (masendeshita) adalah bentuk sopan standar untuk tindakan negatif lampau dalam bahasa Jepang. Kamu akan menggunakannya untuk menyatakan bahwa kamu tidak melakukan sesuatu, atau untuk menjelaskan bahwa suatu peristiwa tidak terjadi di masa lalu. Ini adalah bentuk dasar penting yang cocok untuk percakapan sopan sehari-hari dengan rekan kerja, orang asing, dan kenalan.
~ている
~ている
Akhiran verba 「~ている」 adalah salah satu pola paling penting dalam bahasa Jepang, digunakan untuk menggambarkan aksi yang sedang terjadi atau keadaan yang tersisa setelah suatu perubahan. Karena maknanya sangat bergantung pada jenis verba yang dilekatkan, bentuk ini diterjemahkan menjadi "sedang melakukan" untuk aksi yang sedang berlangsung dan "dalam keadaan" untuk keadaan hasil. Bentuk ini juga merupakan cara standar untuk membicarakan pekerjaan, kebiasaan jangka panjang, dan keadaan pribadi seperti mengetahui sesuatu atau tinggal di suatu tempat.
~て
~て
Bentuk て (te) bahasa Jepang adalah akhiran verba serbaguna yang digunakan untuk menyambung beberapa aksi dalam satu kalimat. Bentuk ini menetapkan urutan kronologis yang alami, memungkinkan kamu untuk menyatakan bahwa kamu melakukan satu hal lalu melakukan hal lain. Dengan menggunakan bentuk ini, kalimat mengalir lancar sementara kala (waktu) dan tingkat kesopanan sepenuhnya ditentukan oleh verba terakhir.
~たり~たりする
~たり~たりする
Pola 〜たり〜たりする digunakan untuk menyebutkan beberapa aksi representatif sebagai contoh, tanpa mengisyaratkan daftar yang lengkap. Berbeda dengan bentuk て, yang menyambungkan aksi dalam urutan kronologis yang ketat, pola ini berfokus pada aksi itu sendiri tanpa memedulikan urutannya. Pola ini harus selalu diakhiri dengan bentuk dari する, yang menentukan kala dan tingkat kesopanan dari keseluruhan kalimat.
~たことがある
~たことがある
Pola tata bahasa Jepang 「~たことがある」 digunakan untuk membicarakan pengalaman hidup di masa lalu. Pola ini kira-kira berarti "pernah melakukan" atau "pernah mengalami" sesuatu di masa lalu. Berbeda dengan bentuk lampau biasa yang menyatakan fakta suatu kejadian, pola ini menekankan bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari riwayat atau pengalaman pribadimu.
~ないで
~ないで
Pola kalimat bahasa Jepang ~ないで menghubungkan dua tindakan untuk menunjukkan bahwa tindakan utama dilakukan dengan melewatkan tindakan pertama. Pola ini terutama digunakan untuk menyatakan melakukan sesuatu 'tanpa' tindakan penyerta yang diharapkan atau memilih untuk melakukan satu tindakan 'daripada' tindakan lainnya. Kala (tense) dari kalimat tersebut hanya ditandai pada verba akhir, sedangkan frasa ~ないで tetap tidak berubah terlepas dari kapan peristiwa itu terjadi.
~られる
~られる
Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk membentuk ungkapan pasif, potensial, dan hormat. Karena fungsi-fungsi yang berbeda ini memiliki bentuk yang sama persis, kamu harus bergantung pada konteks dan partikel untuk memahami makna yang dimaksud. Dalam ragam lisan, bentuk potensial sering menghilangkan ら menjadi ~れる, yang membantu membedakannya dari penggunaan pasif dan hormat.
~させる
~させる
Bentuk kausatif (~させる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Bentuk ini mencakup paksaan (memaksa seseorang melakukan sesuatu) dan izin (membiarkan seseorang melakukan sesuatu), yang bergantung sepenuhnya pada konteks. Setelah dikonjugasikan, bentuk kausatif berfungsi layaknya verba ichidan standar.
~させられる
~させられる
Bentuk kausatif-pasif mengungkapkan perasaan dipaksa, disuruh, atau diwajibkan untuk melakukan sesuatu di luar kemauan oleh orang lain. Bentuk ini menggabungkan struktur kausatif dan pasif untuk menekankan rasa jengkel, beban, atau ketiadaan pilihan bagi pembicara. Bentuk ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan ketika suatu pengalaman yang mengharukan secara alami membuat kamu berpikir atau merasakan hal tertentu.
~てしまう
~てしまう
~てしまう adalah verba bantu yang menempel pada verba utama bentuk て. Bentuk ini banyak digunakan dalam bahasa Jepang sehari-hari untuk menekankan bahwa suatu tindakan telah diselesaikan sepenuhnya sampai akhir, atau untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi secara tidak sengaja dan menimbulkan penyesalan. Dalam percakapan kasual bahasa Jepang, bentuk ini sering disingkat menjadi bentuk yang lebih pendek seperti 「ちゃう」 dan 「じゃう」, menjadikannya pola penting untuk percakapan yang alami.
~ておく
~ておく
Akhiran verba bahasa Jepang ~ておく digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan sebelumnya sebagai persiapan untuk masa depan, atau membiarkan suatu keadaan persis seperti semula. Bentuk ini juga dapat menggambarkan langkah sementara yang diambil untuk saat ini, sering kali berfungsi sebagai langkah praktis untuk kenyamanan segera. Kamu akan sering menemui pola tata bahasa ini dalam materi JLPT N4 dan percakapan sehari-hari, di mana bentuk ini sering disingkat menjadi ~とく atau ~どく dalam ragam kasual.
~てみる
~てみる
Pola ~てみる mengungkapkan suatu tindakan yang dilakukan sebagai percobaan, ujian, atau eksperimen. Pola ini digunakan saat kamu ingin mengalami hal baru, memeriksa hasil dari suatu situasi, atau mendorong orang lain untuk mencobanya. Kata kerja bantu 「みる」 biasanya ditulis dengan huruf hiragana dan dikonjugasikan seperti verba ichidan pada umumnya.
~ていく
~ていく
Pola bahasa Jepang 「~ていく」 menggabungkan verba dalam bentuk て dengan verba bantu 「いく」 (pergi). Pola ini menyatakan pergerakan fisik yang menjauh dari lokasi kamu saat ini, atau menjelaskan tindakan yang kamu lakukan sebelum meninggalkan suatu tempat. Dalam makna yang lebih luas, pola ini juga mendeskripsikan keadaan, tindakan, atau perubahan yang dimulai sekarang dan akan berlanjut ke masa depan.
~てくる
~てくる
Pola verba bantu ~てくる mendeskripsikan tindakan, perubahan, atau keadaan yang bergerak mendekat ke arah pembicara atau titik saat ini. Bentuk ini digunakan untuk pergerakan fisik yang mendekat, untuk perubahan bertahap yang telah berkembang dari masa lalu hingga sekarang, dan untuk tindakan di mana seseorang pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu lalu kembali. Dengan menempelkan くる pada bentuk て dari sebuah verba, kamu menggeser sudut pandang untuk fokus pada kedatangan atau penyelesaian tindakan di lokasi atau waktu kamu saat ini.
~よう
~よう
Akhiran ~よう adalah bentuk volitional kasual yang digunakan untuk mengajak atau mengusulkan melakukan sesuatu bersama-sama dengan teman dekat dan keluarga. Bentuk ini juga sering digunakan untuk mengungkapkan niat pribadi kamu atau untuk berbicara pada diri sendiri tentang apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Akhiran ~よう ini digunakan secara khusus untuk verba ichidan dan verba tidak beraturan, sedangkan verba godan menggunakan akhiran yang berbeda.
~おう
~おう
Akhiran ~おう adalah bentuk volitional kasual yang khusus digunakan untuk verba godan. Bentuk ini adalah versi kasual dari bentuk sopan ~ましょう dan sering digunakan dengan teman serta keluarga yang berarti 'ayo' atau untuk menyatakan tekad pribadi yang kuat. Pembelajar akan sering menemui bentuk ini dalam percakapan sehari-hari, anime, dan manga saat karakter membuat keputusan spontan atau mengajak orang lain untuk ikut dalam suatu kegiatan.
命令形
命令形
Bentuk imperatif (命令形) adalah bentuk perintah langsung dan kuat dari verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan tegas. Karena bentuk ini sangat lugas dan bisa terdengar agresif, penggunaannya biasanya terbatas pada keadaan darurat, menyemangati di acara olahraga, atau mengutip perintah dalam tuturan tidak langsung. Pembelajar harus berhati-hati dan lebih baik menggunakan bentuk permohonan sopan seperti 「~てください」 dalam situasi sehari-hari.
~始める
~始める
Akhiran ~始める menempel pada bentuk sebelum ます dari verba untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau proses telah dimulai. Bentuk ini umumnya digunakan untuk tindakan berlanjut, kebiasaan baru, atau proses alami yang membutuhkan waktu untuk terjadi. Karena 始める berfungsi sebagai verba ichidan biasa, kamu dapat dengan mudah mengonjugasikan gabungan kata ini untuk menunjukkan bentuk lampau, bentuk negatif, atau ragam sopan.
~て
~て
Bentuk て (~て) digunakan untuk menghubungkan beberapa klausa dalam satu kalimat bahasa Jepang. Bentuk ini dapat merangkai aksi berurutan, menggabungkan deskripsi menggunakan adjektiva-i (~くて), atau menyatakan sebab yang mengarah pada akibat alami atau emosi. Kala (waktu) dari keseluruhan kalimat hanya ditentukan oleh verba atau adjektiva yang berada di akhir kalimat.
~にくい
~にくい
Akhiran ~にくい menempel pada bentuk sebelum ます dari verba untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan secara fisik atau objektif sulit dilakukan. Ini menciptakan kata baru yang berfungsi persis seperti adjektiva-i, yang berarti kata ini dapat berkonjugasi untuk kala dan secara langsung memodifikasi nomina. Pola ini berfokus pada kesulitan bawaan dari objek atau tugas tersebut, bukan pada keengganan emosional.
~を~にまかせる
~を~にまかせる
Pola 「~を~にまかせる」 digunakan saat kamu mempercayakan tugas, tanggung jawab, atau keputusan kepada orang lain. Pola ini mengisyaratkan penyerahan kendali atas suatu situasi dan memberikan kepercayaan pada penilaian atau kemampuan pihak lain. Kamu juga dapat menggunakannya dengan konsep abstrak, seperti menyerahkan hasil sepenuhnya pada keberuntungan atau nasib.
~にあたる
~にあたる
Pola tata bahasa N2 ~にあたる berarti 'sering dipadankan secara kasar dengan', 'berpadanan dengan', atau 'termasuk dalam'. Pola ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu berpadanan dengan kategori, peran, atau satuan tertentu dalam sistem yang berbeda. Ungkapan formal ini umum ditemukan dalam definisi, terjemahan, dan diskusi tentang aturan atau hubungan.
~ないで済む
~ないで済む
Pola ~ないで済む mengungkapkan bahwa suatu situasi telah selesai tanpa perlu melakukan tindakan tertentu. Pola ini biasanya membawa perasaan lega yang positif karena tugas yang merepotkan, menyakitkan, atau mahal berhasil dihindari. Kamu akan sering mendengarnya digunakan dalam bentuk lampau untuk membicarakan masalah yang sudah terselesaikan.
~得る
~得る
Akhiran bahasa Jepang ~得る (eru/uru) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau situasi mungkin terjadi secara logis atau objektif. Akhiran ini menempel pada bagian verba sebelum ます dan utamanya digunakan dalam konteks formal, tertulis, atau berita. Perhatikan bahwa pola ini tidak digunakan untuk menggambarkan kemampuan fisik atau keterampilan pribadi yang dipelajari.
~得ない
~得ない
Akhiran verba bahasa Jepang ~得ない adalah ungkapan formal yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu secara objektif atau mendasar tidak mungkin terjadi. Bentuk ini menempel pada bentuk pre-ます dari verba untuk menunjukkan bahwa tidak ada potensi atau kemungkinan sama sekali bagi suatu peristiwa untuk terjadi. Akhiran ini khusus untuk situasi objektif dan tidak dapat digunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan kemampuan pribadi atau keadaan sementara.
~ようがない
~ようがない
Pola tata bahasa Jepang ようがない mengungkapkan bahwa tidak ada metode atau sarana yang tersedia untuk melakukan suatu tindakan, sehingga hal tersebut benar-benar mustahil dilakukan. Pola ini menempel pada akar verba untuk menekankan rasa ketidakberdayaan, menunjukkan bahwa meskipun ingin mencoba, usaha tersebut akan sia-sia. Dalam konteks formal atau ketika berbicara dengan atasan, bentuk sopan ようがありません digunakan.
~がたい
~がたい
Akhiran bahasa Jepang ~がたい menempel pada verba bentuk pre-ます untuk menyatakan bahwa suatu tindakan sulit dilakukan secara emosional atau psikologis. Akhiran ini berfungsi seperti adjektiva-i dan terutama digunakan dalam konteks formal atau tulisan dengan verba yang berkaitan dengan proses mental, persepsi, atau hubungan antarpribadi. Gunakan pola ini ketika sesuatu hampir tidak mungkin untuk dipercaya, diterima, atau dimaafkan berdasarkan perasaan batin kamu yang kuat.
~きる
~きる
Sufiks verba bahasa Jepang ~きる menyatakan bahwa suatu tindakan dilakukan sampai tuntas, tanpa menyisakan apa pun. Pola ini sering digunakan saat menghabiskan sumber daya sepenuhnya, mencapai batas ekstrem dari suatu keadaan fisik atau mental, atau menyatakan sesuatu dengan keyakinan penuh. Kamu akan sering mendengarnya dalam bentuk potensial ~きれる yang berarti "bisa menyelesaikan", dan bentuk negatif potensialnya ~きれない yang berarti "tidak bisa menyelesaikan".
~かける
~かける
Sufiks verba ~かける melekat pada verba bentuk pre-ます untuk menunjukkan bahwa sebuah aksi telah dimulai tetapi dibiarkan tidak selesai, atau bahwa suatu kejadian hampir terjadi tetapi pada akhirnya tidak terjadi. Saat dipasangkan dengan verba yang memiliki durasi jelas, seperti makan atau membaca, bentuk ini mendeskripsikan keadaan setengah selesai. Saat dipasangkan dengan verba instan, seperti jatuh atau lupa, bentuk ini menunjukkan bahwa aksi mencapai ambang batas mutlak untuk terjadi sebelum akhirnya terhenti.
自動詞と他動詞
自動詞と他動詞
自動詞と他動詞 adalah dua jenis verba berpasangan yang menggambarkan jenis perubahan yang sama dari dua sudut: sesuatu terjadi sendiri, atau seseorang membuatnya terjadi. Di N4 kamu belajar memilih anggota pasangan yang cocok dari pasangan umum seperti 開く・開ける dan 始まる・始める, serta menandai yang mengalami perubahan dengan が atau objek dengan を. Pilihan partikel mengikuti verba yang aktif: klausa intransitif memusatkan hal yang berubah, sedangkan klausa transitif menyebut agen yang bertindak pada sesuatu.
意志動詞
意志動詞
verba kehendak menamai verba yang tindakan intinya bisa dikendalikan kehendak orang yang melakukannya, misalnya memilih pergi, belajar, duduk, atau membuka jendela. Label pengayaan N4 ini berbasis makna, bukan keluarga konjugasi baru seperti verba godan atau verba ichidan, dan membantu kamu menilai verba mana yang secara alami cocok dengan kerangka niat, keinginan, ajakan, dan permintaan. Jaga kelas ini terpisah dari verba non-kehendak dan dari pasangan transitif versus intransitif: kendali adalah soal kehendak, bukan soal apakah objek ditandai dengan を.
無意志動詞
無意志動詞
無意志動詞 adalah verba untuk peristiwa dan keadaan yang tidak dikendalikan pelaku lewat kehendak langsung, misalnya memahami, ada, menjadi, atau terlihat. Pelajaran pengayaan N4 ini adalah lensa klasifikasi, bukan satu akhiran konjugasi, dan membantu kamu memprediksi kapan pola niat, rencana, dan permintaan langsung terdengar dipaksakan. Pembelajar menemui istilah ini saat buku teks memisahkan tindakan yang dikendalikan kehendak dari predikat spontan, kognitif, indrawi, dan proses alamiah.
継続動詞
継続動詞
継続動詞 menamai verba berlanjut: verba aksi atau proses yang secara alami bisa berlangsung seiring waktu, misalnya 食べる, 読む, 歩く, atau 勉強する. Dengan kelas ini, bentuk て verba + いる / います paling sering menggambarkan aksi yang sedang berlangsung, bukan keadaan hasil yang sudah selesai. Pembelajar bertemu label ini sebagai pengayaan N4 agar bisa membaca ている progresif lebih akurat dan memisahkannya dari jenis terdekat seperti 瞬間動詞.
瞬間動詞
瞬間動詞
瞬間動詞 adalah verba sesaat (atau verba punctual): makna intinya adalah perubahan keadaan yang hampir seketika, bukan proses panjang yang bisa ditarik-tarik. Dalam bentuk kamus, verba ini menunjuk ke perubahan itu sendiri; dengan ている sering melaporkan hasil yang masih berlaku, misalnya terbuka, tertutup, menyala, atau sudah menikah. Ini kebiasaan makna dan aspek yang diajarkan di pengayaan N4 dasar, bukan kelas konjugasi khusus seperti verba godan atau verba ichidan.
知っている
知っている
知っている (ragam sopan: 知っています) menyatakan keadaan tahu saat ini: kamu sudah tahu orang, fakta, tempat, atau informasi tertentu. Bentuk ini dibentuk dari verba godan 知る plus ている; di sini ている menandai keadaan hasil setelah sempat mengetahui, bukan aksi progresif “sedang mengetahui.” Pola frekuensi tinggi ini sering muncul saat menyatakan atau menanyakan apa yang diketahui seseorang, serta saat membandingkannya dengan 知る biasa yang berarti “menjadi tahu / mengetahui (baru).”
可能形+を
可能形+を
可能形+を mempertahankan partikel objek を pada verba bentuk potensial ketika penutur masih menandai kemampuan sebagai melakukan aksi terhadap sesuatu. Kamu bertemu pola ini di N4 setelah belajar membentuk verba potensial, sebagai pengayaan tentang pilihan partikel, bukan konjugasi baru. Baik を maupun が bisa gramatikal dengan banyak bentuk potensial verba transitif; を pilihan yang alami saat nuansa “bisa melakukan X terhadap Y” tetap kuat.
直接受身
直接受身
直接受身 adalah pasif langsung: Aksi transitif diceritakan dari sisi yang terkena, sehingga objek asli menjadi subjek gramatikal. Kamu membentuk verba pasif, sering menandai pelaku dengan に bila perlu, dan meniadakan pelaku bila orang yang melakukan aksi tidak diketahui, sudah jelas, atau kurang penting. Pembelajar menemui pola ini di N4 saat mendeskripsikan peristiwa, pengumuman, dan situasi sehari-hari yang fokus pada orang atau benda yang dikenai aksi.
間接受身
間接受身
間接受身 adalah pola pasif Jepang yang menyajikan peristiwa dari sudut pandang orang yang terdampak, meskipun orang itu bukan objek langsung asli dari aksi tersebut. Kamu akan menjumpainya saat seseorang melaporkan hujan, anak yang menangis, kunjungan mendadak, atau sesuatu yang menimpa barang miliknya sebagai dampak pada dirinya atau orang lain. Bentuk ini memakai bentuk pasif verba yang sama dengan pasif lainnya, tetapi kursi subjek diisi pihak yang terdampak, bukan objek yang dinaikkan menjadi subjek.
迷惑受身
迷惑受身
迷惑受身 adalah pembacaan adversatif pada pasif Jepang: subjek adalah orang yang terganggu, dirugikan, atau dibuat kesal oleh suatu peristiwa. Bentuk ini memakai akhiran pasif biasa, sering menandai penyebab atau pelaku dengan に, dan bisa mencakup peristiwa intransitif seperti hujan serta kehilangan benda dalam adegan transitif. Pembelajar menemui pengayaan N4 frekuensi tinggi ini saat mengeluh, menjelaskan rencana yang terganggu, atau membaca laporan sehari-hari tentang gangguan dan kerugian.
受身+に
受身+に
Dalam kalimat pasif Jepang, に setelah orang, hewan, kelompok, atau kekuatan menamai pelaku—pihak yang melakukan aksi yang dialami subjek. Pola ini muncul di N4 setelah kamu bisa membentuk verba pasif: pihak yang terkena aksi menjadi subjek, dan pelaku diberi に. Jika pelaku sudah jelas atau tidak penting, bahasa Jepang sering menghapus frasa に; pelajaran ini fokus pada kasus di mana pelaku ingin dibuat eksplisit.