Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang JLPT N4
Pelajari materi tata bahasa Jepang JLPT N4 dengan makna, bentuk, contoh kalimat, perbandingan pola, dan latihan singkat.
173 entri
Menampilkan 1-48 dari 173 entri // Halaman 1 dari 4
普通形+と言う
普通形+と言う
普通形+と言う adalah pola inti N4 untuk mengutip atau melaporkan apa yang dikatakan seseorang: letakkan klausa bentuk biasa sebelum と, lalu akhiri dengan verba 言う. Penutur asli biasanya ditandai dengan は atau が di luar kutipan, sementara isi kutipan tetap bentuk biasa meskipun kalimat luarnya sopan. Pembelajar menemui pola ini saat menceritakan pengumuman, klaim, dan ucapan sehari-hari, serta saat membedakan ucapan yang dilaporkan dengan pikiran yang dilaporkan (思う).
~られる
~られる
Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk membentuk ungkapan pasif, potensial, dan hormat. Karena fungsi-fungsi yang berbeda ini memiliki bentuk yang sama persis, kamu harus bergantung pada konteks dan partikel untuk memahami makna yang dimaksud. Dalam ragam lisan, bentuk potensial sering menghilangkan ら menjadi ~れる, yang membantu membedakannya dari penggunaan pasif dan hormat.
~させる
~させる
Bentuk kausatif (~させる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Bentuk ini mencakup paksaan (memaksa seseorang melakukan sesuatu) dan izin (membiarkan seseorang melakukan sesuatu), yang bergantung sepenuhnya pada konteks. Setelah dikonjugasikan, bentuk kausatif berfungsi layaknya verba ichidan standar.
~させられる
~させられる
Bentuk kausatif-pasif mengungkapkan perasaan dipaksa, disuruh, atau diwajibkan untuk melakukan sesuatu di luar kemauan oleh orang lain. Bentuk ini menggabungkan struktur kausatif dan pasif untuk menekankan rasa jengkel, beban, atau ketiadaan pilihan bagi pembicara. Bentuk ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan ketika suatu pengalaman yang mengharukan secara alami membuat kamu berpikir atau merasakan hal tertentu.
~てしまう
~てしまう
~てしまう adalah verba bantu yang menempel pada verba utama bentuk て. Bentuk ini banyak digunakan dalam bahasa Jepang sehari-hari untuk menekankan bahwa suatu tindakan telah diselesaikan sepenuhnya sampai akhir, atau untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi secara tidak sengaja dan menimbulkan penyesalan. Dalam percakapan kasual bahasa Jepang, bentuk ini sering disingkat menjadi bentuk yang lebih pendek seperti 「ちゃう」 dan 「じゃう」, menjadikannya pola penting untuk percakapan yang alami.
~てある
~てある
Akhiran verba bahasa Jepang ~てある mendeskripsikan keadaan terlihat yang sedang berlangsung karena seseorang dengan sengaja melakukan tindakan untuk membuatnya menjadi seperti itu. Bentuk ini hampir secara eksklusif digunakan bersama verba transitif dan mengalihkan fokus dari orang yang melakukan tindakan tersebut ke objek yang dikenai tindakan. Kamu akan sering melihat pola ini saat mendeskripsikan persiapan yang telah selesai atau bukti fisik yang ditinggalkan, seperti catatan di atas meja.
~ておく
~ておく
Akhiran verba bahasa Jepang ~ておく digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan sebelumnya sebagai persiapan untuk masa depan, atau membiarkan suatu keadaan persis seperti semula. Bentuk ini juga dapat menggambarkan langkah sementara yang diambil untuk saat ini, sering kali berfungsi sebagai langkah praktis untuk kenyamanan segera. Kamu akan sering menemui pola tata bahasa ini dalam materi JLPT N4 dan percakapan sehari-hari, di mana bentuk ini sering disingkat menjadi ~とく atau ~どく dalam ragam kasual.
~てみる
~てみる
Pola ~てみる mengungkapkan suatu tindakan yang dilakukan sebagai percobaan, ujian, atau eksperimen. Pola ini digunakan saat kamu ingin mengalami hal baru, memeriksa hasil dari suatu situasi, atau mendorong orang lain untuk mencobanya. Kata kerja bantu 「みる」 biasanya ditulis dengan huruf hiragana dan dikonjugasikan seperti verba ichidan pada umumnya.
~ていく
~ていく
Pola bahasa Jepang 「~ていく」 menggabungkan verba dalam bentuk て dengan verba bantu 「いく」 (pergi). Pola ini menyatakan pergerakan fisik yang menjauh dari lokasi kamu saat ini, atau menjelaskan tindakan yang kamu lakukan sebelum meninggalkan suatu tempat. Dalam makna yang lebih luas, pola ini juga mendeskripsikan keadaan, tindakan, atau perubahan yang dimulai sekarang dan akan berlanjut ke masa depan.
~てくる
~てくる
Pola verba bantu ~てくる mendeskripsikan tindakan, perubahan, atau keadaan yang bergerak mendekat ke arah pembicara atau titik saat ini. Bentuk ini digunakan untuk pergerakan fisik yang mendekat, untuk perubahan bertahap yang telah berkembang dari masa lalu hingga sekarang, dan untuk tindakan di mana seseorang pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu lalu kembali. Dengan menempelkan くる pada bentuk て dari sebuah verba, kamu menggeser sudut pandang untuk fokus pada kedatangan atau penyelesaian tindakan di lokasi atau waktu kamu saat ini.
~よう
~よう
Akhiran ~よう adalah bentuk volitional kasual yang digunakan untuk mengajak atau mengusulkan melakukan sesuatu bersama-sama dengan teman dekat dan keluarga. Bentuk ini juga sering digunakan untuk mengungkapkan niat pribadi kamu atau untuk berbicara pada diri sendiri tentang apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Akhiran ~よう ini digunakan secara khusus untuk verba ichidan dan verba tidak beraturan, sedangkan verba godan menggunakan akhiran yang berbeda.
~おう
~おう
Akhiran ~おう adalah bentuk volitional kasual yang khusus digunakan untuk verba godan. Bentuk ini adalah versi kasual dari bentuk sopan ~ましょう dan sering digunakan dengan teman serta keluarga yang berarti 'ayo' atau untuk menyatakan tekad pribadi yang kuat. Pembelajar akan sering menemui bentuk ini dalam percakapan sehari-hari, anime, dan manga saat karakter membuat keputusan spontan atau mengajak orang lain untuk ikut dalam suatu kegiatan.
命令形
命令形
Bentuk imperatif (命令形) adalah bentuk perintah langsung dan kuat dari verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan tegas. Karena bentuk ini sangat lugas dan bisa terdengar agresif, penggunaannya biasanya terbatas pada keadaan darurat, menyemangati di acara olahraga, atau mengutip perintah dalam tuturan tidak langsung. Pembelajar harus berhati-hati dan lebih baik menggunakan bentuk permohonan sopan seperti 「~てください」 dalam situasi sehari-hari.
~な
~な
Akhiran bahasa Jepang ~な menempel langsung pada verba bentuk kamus untuk membuat perintah larangan kasual yang keras. Bentuk ini adalah cara yang sangat langsung untuk menyuruh seseorang agar tidak melakukan sesuatu, sering digunakan dalam keadaan darurat, pada rambu peringatan umum, atau dalam situasi tegang. Karena terdengar blak-blakan dan agresif, bentuk ini umumnya dihindari dalam percakapan sopan.
~始める
~始める
Akhiran ~始める menempel pada bentuk sebelum ます dari verba untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau proses telah dimulai. Bentuk ini umumnya digunakan untuk tindakan berlanjut, kebiasaan baru, atau proses alami yang membutuhkan waktu untuk terjadi. Karena 始める berfungsi sebagai verba ichidan biasa, kamu dapat dengan mudah mengonjugasikan gabungan kata ini untuk menunjukkan bentuk lampau, bentuk negatif, atau ragam sopan.
~出す
~出す
Akhiran verba bahasa Jepang ~出す mendeskripsikan aksi atau keadaan yang dimulai secara tiba-tiba, tidak terduga, atau tidak terkendali. Bentuk ini dibuat dengan menambahkan 出す pada bentuk sebelum-ます dari suatu verba, menciptakan verba majemuk baru yang dikonjugasikan sebagai verba godan biasa. Selain untuk kejadian yang mulai tiba-tiba, bentuk ini juga dapat mendeskripsikan aksi yang diarahkan ke luar, atau membawa sesuatu yang tersembunyi menjadi terbuka.
~終わる
~終わる
Sufiks bahasa Jepang ~終わる melekat pada bentuk sebelum ます dari verba aksi untuk menunjukkan bahwa suatu proses atau tindakan yang berkelanjutan telah berakhir. Bentuk ini umum digunakan untuk menyatakan secara objektif selesainya tugas-tugas yang memakan waktu, seperti membaca, menulis, atau makan. Berbeda dengan bentuk penyelesaian lainnya, ~終わる hanya berfokus pada fakta bahwa aktivitas tersebut telah mencapai kesimpulannya.
~たら
~たら
Pola kalimat ~たら adalah bentuk yang sangat serbaguna, digunakan untuk menyatakan kondisi ("kalau") dan urutan kejadian ("saat" atau "setelah"). Pola ini menunjukkan bahwa aksi atau keadaan pada klausa pertama terjadi lebih dulu, dan setelah selesai, klausa kedua terjadi sebagai hasil atau kelanjutan. Karena memperbolehkan perintah, permintaan, dan kemauan pada klausa utama, pola ini adalah salah satu bentuk kondisional yang paling fleksibel dan umum dalam percakapan bahasa Jepang.
なら
なら
Pola なら adalah ungkapan syarat yang menetapkan topik atau syarat berdasarkan konteks, seperti sesuatu yang baru saja disebutkan oleh lawan bicara. Berbeda dengan bentuk syarat lainnya, なら sering digunakan untuk memberikan saran, membuat rekomendasi, atau menyatakan penilaian pribadi tentang topik spesifik tersebut. Karena fungsinya yang berfokus pada pengambilan konteks alih-alih sekadar urutan logis, tindakan dalam syarat なら tidak harus diselesaikan sebelum tindakan utama terjadi.
~ば
~ば
Bentuk verba bahasa Jepang ~ば digunakan untuk menyatakan syarat logis, menunjukkan bahwa satu aksi atau keadaan diperlukan agar hal lain terjadi. Bentuk ini sering digunakan untuk menyatakan akibat alami, menjelaskan cara kerja sesuatu, atau meminta nasihat. Berbeda dengan bentuk kondisional lainnya, ~ば terdengar objektif dan secara luas digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.
~ければ
~ければ
Bentuk ~ければ adalah akhiran kondisional standar dalam bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan "kalau" untuk adjektiva-i atau "kalau tidak" untuk pernyataan negatif. Bentuk ini dibuat dengan menghilangkan い terakhir dari adjektiva-i atau bentuk ない negatif, lalu menambahkan ければ. Berbeda dengan kondisional verba aksi ば, kondisi yang dibuat dengan ~ければ dapat secara alami diikuti oleh perintah, permintaan, dan ungkapan niat.
~と
~と
Akhiran kondisional bahasa Jepang 「~と」 menghubungkan dua kejadian di mana kejadian kedua adalah hasil alami, pasti, atau otomatis dari kejadian pertama. Bentuk ini umum digunakan untuk menjelaskan cara kerja mesin, memberikan arah jalan, dan menyatakan fakta umum. Karena menyatakan kenyataan yang objektif, kamu tidak dapat menggunakan permintaan pribadi, perintah, atau ajakan setelah 「~と」.
~たらどうですか
~たらどうですか
Pola ~たらどうですか digunakan untuk memberikan nasihat halus atau menyarankan suatu tindakan untuk dilakukan oleh orang lain. Pola ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan "bagaimana kalau..." atau "sebaiknya..." dalam bahasa Indonesia. Pola ini akan sering terdengar dalam percakapan sehari-hari saat pembicara ingin merekomendasikan tindakan yang bermanfaat tanpa terdengar terlalu memaksa.
~といいです
~といいです
Pola ~といいです digunakan untuk menyatakan harapan atau keinginan agar suatu situasi terjadi. Pola ini juga dapat berfungsi sebagai cara yang sangat lembut dan tidak langsung untuk memberikan saran atau anjuran kepada orang lain. Pola ini secara harfiah diterjemahkan menjadi "akan baik jika..." dan sering diikuti oleh partikel seperti ね atau な untuk menekankan perasaan pembicara.
~ばいい
~ばいい
Pola tata bahasa Jepang ばいい digunakan untuk menyarankan solusi sederhana, memberi nasihat, atau mengungkapkan harapan untuk hasil yang baik. Dengan menggabungkan bentuk syarat ば dari verba dengan kata いい, yang berarti "baik", secara harfiah pola ini berarti 'jika kamu melakukan tindakan ini, itu baik'. Pola ini sangat serbaguna, baik saat kamu memberi tahu seseorang 'kamu hanya perlu menekan tombol ini', menjawab 'apa yang harus (saya) lakukan?' maupun berharap 'saya harap cuacanya cerah'.
場合は
場合は
「場合は」 (baai わ) adalah ungkapan formal dan objektif yang digunakan untuk memperkenalkan skenario atau kondisi tertentu sebelum menjelaskan apa yang harus dilakukan jika situasi tersebut terjadi. Bentuk ini kira-kira diterjemahkan menjadi "dalam kasus", "apabila", atau "jika", dan secara luas digunakan dalam bisnis, buku panduan, pengumuman, serta peraturan. Karena 「場合」 secara gramatikal berfungsi sebagai nomina yang berarti "kasus" atau "situasi", bentuk ini dihubungkan dengan kata-kata lain menggunakan aturan modifikasi nomina standar.
~てあげる
~てあげる
Pola kalimat ~てあげる digunakan untuk menyatakan bahwa kamu melakukan kebaikan atau tindakan yang bermanfaat bagi orang lain. Pola ini menggabungkan verba bentuk て dengan あげる, yang secara harfiah berarti "memberi". Karena pola ini menyoroti perbuatan baikmu sendiri, kamu harus menghindari penggunaannya secara langsung kepada atasan agar tidak terdengar menggurui.
~てくれる
~てくれる
Pola tata bahasa Jepang 「~てくれる」 (bentuk て + 「くれる」) menjelaskan tindakan yang dilakukan orang lain untuk kepentingan kamu. Berbeda dengan pola 「~てもらう」, struktur ini menjadikan orang yang memberikan bantuan sebagai subjek kalimat. Menggunakan pola ini secara alami mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas tindakan yang kamu terima.
~てもらう
~てもらう
Pola ~てもらう digunakan untuk mengungkapkan bahwa kamu menerima tindakan atau bantuan dari orang lain. Dengan menambahkan もらう pada verba bentuk て, kamu menunjukkan rasa terima kasih atas tindakan tersebut sambil menempatkan dirimu, sebagai penerima, menjadi subjek tata bahasa. Pola ini penting untuk komunikasi yang sopan dan natural dalam bahasa Jepang saat mengakui bantuan yang diterima.
~てくださる
~てくださる
Pola tata bahasa Jepang てくださる adalah ungkapan hormat yang digunakan saat seseorang dengan status lebih tinggi melakukan kebaikan atau tindakan untuk kamu. Pola ini menaikkan derajat orang yang melakukan tindakan, menunjukkan rasa hormat yang mendalam dari pembicara. Kamu akan menemui bentuk ini dalam situasi formal, layanan pelanggan, atau saat membicarakan tindakan bermanfaat yang dilakukan oleh guru, atasan, dan orang yang lebih tua.
~ていただく
~ていただく
~ていただく adalah akhiran verba bahasa Jepang formal yang digunakan saat kamu menerima suatu tindakan atau bantuan dari seseorang yang berstatus lebih tinggi dengan rendah hati. Bentuk ini adalah padanan rendah hati (kenjougo) dari ~てもらう, merendahkan status pembicara untuk menunjukkan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada pelakunya. Penerima tindakan adalah subjek gramatikal, sedangkan atasan yang melakukan tindakan ditandai dengan partikel に atau から.
~てくれませんか
~てくれませんか
Pola ~てくれませんか digunakan untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kamu dengan halus. Karena secara harfiah berarti "tidakkah (kamu) mau memberikan (saya) kebaikan dengan melakukan...", bentuk ini terdengar lebih lembut dan tidak menuntut dibandingkan instruksi langsung. Bentuk ini paling cocok digunakan dengan teman, rekan kerja, dan orang yang setara, bukan dengan atasan.
~てもらえませんか
~てもらえませんか
Akhiran verba bahasa Jepang ~てもらえませんか adalah cara yang sopan dan rendah hati untuk meminta bantuan kepada seseorang. Dengan bertanya secara harfiah 'bisakah saya menerima kebaikan kamu melakukan...?', bentuk ini memperhalus permintaan kamu dan memberi pendengar ruang untuk menerima atau menolak. Bentuk ini sangat cocok untuk permintaan sopan sehari-hari yang ditujukan kepada rekan kerja, kenalan, atau staf pelayanan.
~ていただけませんか
~ていただけませんか
~ていただけませんか adalah akhiran kalimat yang sangat sopan yang digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu untuk kamu. Pola ini menggunakan verba rendah hati いただく dalam bentuk potensial negatifnya, merangkai permintaan sebagai "bisakah saya menerima kebaikan kamu dengan melakukan..." Pola ini ideal untuk berbicara dengan atasan, guru, pelanggan, atau orang asing ketika kamu perlu menunjukkan rasa hormat yang mendalam dan memberi mereka ruang untuk menolak.
~をあげる
~をあげる
Verba 「あげる」 berarti "memberi" dalam bahasa Jepang, tetapi penggunaannya sangat terbatas pada arah pemberian yang ke luar (menjauh dari sudut pandang pembicara). Kamu menggunakannya ketika kamu memberikan sebuah benda kepada orang lain, atau ketika satu pihak ketiga memberikan sesuatu kepada pihak ketiga lainnya. Kata ini tidak bisa digunakan ketika seseorang memberikan benda kepada kamu atau orang di lingkaran dalammu.
~をくれる
~をくれる
Verba くれる berarti "memberi", tetapi verba ini secara khusus digunakan ketika seseorang memberikan suatu objek kepada kamu atau kepada seseorang dalam kelompokmu. Tidak seperti verba bahasa Jepang lainnya untuk memberi, arah pemberiannya selalu ke dalam, bergerak menuju sisi pembicara. Karena arah ke dalam yang melekat pada verba ini, くれる secara alami membawa rasa terima kasih atau manfaat yang diterima dari pemberi.
~をもらう
~をもらう
Verba もらう mengungkapkan penerimaan benda fisik atau hal abstrak dari orang lain. Penerima barang bertindak sebagai subjek gramatikal dalam kalimat, sementara pemberi ditandai oleh partikel に atau から.
~をやる
~をやる
Verba bahasa Jepang 「やる」 adalah verba memberi berarah ke luar, yang digunakan ketika pembicara memberikan sesuatu kepada penerima dengan status sosial yang lebih rendah, hewan, atau tanaman. Walaupun bentuk ini berfungsi sebagai padanan kasual dan kasar dari 「あげる」 dalam interaksi manusia, bentuk ini merupakan pilihan netral yang standar untuk tindakan sehari-hari seperti menyiram tanaman dan memberi makan hewan peliharaan. Karena bentuk ini menetapkan hubungan hierarki atas-bawah yang ketat, kamu harus menghindari penggunaannya terhadap orang dengan status sosial yang lebih tinggi, guru, atau orang asing.
~し
~し
Pola ~し digunakan untuk mendaftar beberapa alasan, sifat, atau keadaan yang memiliki arah yang sama atau mendukung satu kesimpulan. Berbeda dengan urutan sederhana, pola ini mengakumulasi fakta-fakta yang sejajar, sering kali memperhalus suatu pernyataan dengan menyiratkan bahwa mungkin ada lebih banyak alasan yang tidak disebutkan. Pola ini sering dipasangkan dengan partikel も (juga) untuk menekankan bahwa beberapa hal benar pada saat yang sama.
~ながら
~ながら
Pola tata bahasa ながら menghubungkan dua verba untuk menunjukkan bahwa satu orang melakukan dua hal pada saat yang bersamaan. Pola ini dilekatkan pada aksi sekunder atau latar belakang, menyisakan fokus utama di akhir kalimat. Meskipun sering diterjemahkan sebagai "sambil", pola ini hanya digunakan ketika kedua aksi dilakukan oleh subjek yang sama persis.
~あいだ
~あいだ
Pola ~あいだ digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aksi atau keadaan yang berkelanjutan terjadi secara bersamaan di sepanjang rentang waktu atau peristiwa lain. Pola ini menghubungkan dua blok waktu yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa selama kondisi pertama berlangsung, aksi atau keadaan kedua terus terjadi. Karena kedua klausa harus memiliki durasi yang sama persis, pola ini khusus digunakan untuk aksi yang berkelanjutan, bukan peristiwa sesaat yang terjadi pada satu titik selama suatu rentang waktu.
~あいだに
~あいだに
Pola tata bahasa Jepang ~あいだに menyatakan bahwa sebuah aksi singkat dan terbatas terjadi di dalam sebuah rentang waktu yang sedang berlangsung. Pola ini berbeda dengan ~あいだ, yang digunakan saat peristiwa latar belakang dan aksi utama terus berlangsung selama durasi yang sama persis. Kamu akan sering melihatnya diterjemahkan sebagai "saat" atau "selagi," yang diikuti oleh aksi selesai atau perubahan yang terjadi di dalam jendela waktu tersebut.
~うちに
~うちに
Pola tata bahasa Jepang ~うちに digunakan untuk mengatakan "selagi" atau "sebelum", dengan fokus pada mengambil tindakan selagi suatu kondisi tertentu masih berlangsung. Pola ini juga dapat mendeskripsikan perubahan alami dan tidak disengaja yang terjadi di latar belakang saat suatu aksi sedang berlangsung. Karena membawa nuansa urgensi atau transisi alami, pola ini biasanya dipasangkan dengan aksi sengaja atau keadaan yang sedang berlangsung, bukan tenggat waktu yang ketat.
~までに
~までに
Pola までに menetapkan tenggat waktu yang jelas di mana suatu aksi harus diselesaikan. Pola ini menempel pada nomina waktu atau verba (bentuk kamus) untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi sebelum atau pada titik waktu tersebut. Berbeda dengan まで yang digunakan untuk keadaan berlanjut, までに menandai batas untuk aksi tunggal yang selesai.
~ために
~ために
Pola 「ために」 digunakan untuk menyatakan tujuan yang jelas di balik suatu tindakan atau untuk menunjukkan bahwa sesuatu dilakukan demi manfaat orang lain. Pola ini sering diterjemahkan sebagai "untuk" saat digunakan dengan verba, atau "demi" saat digunakan dengan nomina. Untuk menggunakan pola ini sebagai tujuan, tindakan tersebut harus berupa sesuatu yang dapat kamu kendalikan secara aktif, dan orang yang sama harus melakukan kedua tindakan tersebut.
~ように
~ように
Pola kalimat 「ように」 digunakan untuk menyatakan tujuan atau keadaan yang ingin kamu wujudkan. Pola ini umumnya dipasangkan dengan verba bentuk potensial atau verba bentuk negatif untuk menunjukkan kondisi apa yang ingin kamu capai atau cegah. Tidak seperti ungkapan tujuan lainnya, 「ように」 berfokus pada perwujudan suatu keadaan dan memungkinkan subjek dari klausa tujuan berbeda dengan subjek dari tindakan utama.
~ずに
~ずに
Pola ~ずに menghubungkan dua tindakan, menunjukkan bahwa tindakan utama dilakukan tanpa melakukan tindakan kedua yang diharapkan. Pola ini memiliki arti yang sama persis dengan ないで tetapi lebih formal, sehingga umum digunakan dalam bahasa Jepang tertulis, berita, dan pidato. Aturan paling penting untuk diingat adalah bahwa する berubah menjadi せずに, yang merupakan pengecualian umum dalam pola ini.
~あとで
~あとで
Pola ~あとで menyatakan bahwa suatu tindakan atau kejadian terjadi secara kronologis setelah tindakan lainnya. Pola ini memperlakukan tindakan pertama sebagai penanda waktu yang sudah selesai sebelum tindakan kedua dimulai. Kamu akan menggunakannya dengan verba bentuk-ta lampau atau dengan menyambungkannya ke nomina kejadian menggunakan partikel の.