BUNPOU.JEPANG.ORG

Ruang Jelajah

Materi Tata Bahasa Jepang JLPT N2

Pelajari materi tata bahasa Jepang JLPT N2 dengan makna, bentuk, contoh kalimat, perbandingan pola, dan latihan singkat.

136 entri

Menampilkan 1-48 dari 136 entri // Halaman 1 dari 3

それにしても

それにしても

Kontras dan Konsesi

Konjungsi bahasa Jepang それにしても digunakan untuk mengatakan "walaupun begitu", "bagaimanapun juga", atau "meskipun demikian". Konjungsi ini mengakui kebenaran pernyataan atau situasi sebelumnya, tetapi memperkenalkan perasaan terkejut, kesal, atau kontras yang tak terduga pada hasilnya. Tidak seperti penghubung objektif sederhana, kata ini sangat menekankan evaluasi pribadi atau reaksi emosional pembicara terhadap keadaan.

~くせに

~くせに

Kontras dan Konsesi

~くせに adalah ungkapan yang kuat dan sangat subjektif, digunakan untuk mengkritik atau mencela seseorang ketika tindakan mereka bertentangan dengan apa yang diharapkan dari mereka. Meskipun kurang lebih diterjemahkan menjadi "padahal" atau "meskipun", pola ini tidak dapat digunakan untuk kontras netral atau fakta objektif. Pola ini secara ketat mengharuskan subjek yang sama pada kedua klausa dan membawa nada ketidakpuasan, sehingga tidak pantas digunakan kepada atasan atau dalam situasi formal.

ものの

ものの

Kontras dan Konsesi

Konjungsi formal bahasa Jepang 「ものの」 menghubungkan dua klausa untuk menyatakan "walaupun" atau "meskipun". Pola ini mengakui fakta yang sudah mapan pada klausa pertama, tetapi memperkenalkan kenyataan pada klausa kedua yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pola kalimat ini terutama digunakan dalam tulisan formal dan ragam bahasa lisan yang kaku, sehingga penting untuk pemahaman bacaan dan konteks profesional.

~ものなら

~ものなら

Kondisional dan Pengandaian

Pola tata bahasa 「ものなら」 digunakan untuk membentuk kondisi pengandaian yang pembicara yakini praktis mustahil atau sangat sulit untuk diwujudkan. Saat menyatakan harapan pribadi, pola ini sering dipasangkan dengan verba potensial dan akhiran yang menyatakan keinginan seperti 「~たい」 untuk mengatakan 'kalau bisa melakukannya, (saya) akan melakukannya.' Saat ditujukan kepada orang lain, pola ini dapat bernada provokatif, menantang mereka dengan mengatakan 'kalau merasa bisa melakukannya, coba saja.'

~上に

~上に

Konektor Formal

Pola tata bahasa Jepang 上に, yang dibaca “ue ni,” berarti "selain itu" atau "lebih lagi." Pola ini digunakan untuk menambahkan poin terkait kedua ke poin pertama, menekankan efek kumulatif. Yang penting, kedua bagian kalimat harus memiliki nada positif atau negatif yang sama, sehingga cocok untuk menyebutkan alasan mengapa sesuatu itu sangat baik atau sangat buruk.

~ばかりか

~ばかりか

Fokus, Penekanan, dan Cakupan

Pola ~ばかりか digunakan untuk menyatakan "bukan hanya A, bahkan B". Pola ini menekankan bahwa suatu situasi melampaui apa yang dianggap normal atau diharapkan, sering kali menyoroti peningkatan yang mengejutkan. Karena pola ini mendeskripsikan fakta dan keadaan yang objektif, paruh kedua kalimat tidak dapat berisi perintah, permintaan, atau niat pembicara.

~のみならず

~のみならず

Konektor Formal

Pola tata bahasa Jepang formal ~のみならず mengungkapkan bahwa suatu situasi tidak hanya berlaku untuk satu hal, tetapi meluas ke hal lain juga. Pola ini adalah padanan yang kaku dan formal untuk ungkapan sehari-hari ~だけでなく dan terutama digunakan dalam pidato, siaran berita, dan tulisan resmi. Kamu hampir selalu akan melihatnya diikuti oleh klausa kedua yang berisi partikel inklusif seperti 「も」 (juga) atau 「まで」 (bahkan) untuk menyeimbangkan pernyataan.

~だけに

~だけに

Sebab, Alasan, dan Tujuan

Pola ~だけに menyatakan bahwa suatu hasil atau evaluasi adalah akibat yang wajar dan sesuai dugaan dari keadaan sebelumnya. Pola ini membawa nuansa 'justru karena' atau 'memang wajar karena', menunjukkan hubungan logis yang kuat antara penyebab dan tingkat hasil atau reaksi emosionalnya. Berbeda dengan pola alasan yang serupa, pola ini digunakan untuk konsekuensi alami, bukan untuk memberikan perintah atau permintaan langsung.

~だけあって

~だけあって

Sebab, Alasan, dan Tujuan

Pola tata bahasa Jepang だけあって menghubungkan fakta yang sudah ada dengan hasil wajar yang diharapkan. Pola ini sering digunakan untuk memuji seseorang atau sesuatu dengan menunjukkan bahwa hasil positif sangat masuk akal mengingat latar belakang, usaha, atau karakteristik mereka. Berbeda dengan pola sebab-akibat lainnya, pola ini membawa nada evaluasi yang kuat dan tidak dapat diikuti oleh permintaan atau perintah.

~だけのことはある

~だけのことはある

Evaluasi dan Penilaian

「だけのことはある」 adalah pola tata bahasa tingkat menengah atas yang digunakan untuk memberikan penilaian tinggi pada seseorang atau sesuatu, yang menyatakan bahwa hasilnya sepadan dengan usaha, status, atau reputasi di baliknya. Pola ini kurang lebih diterjemahkan menjadi "pantas saja", "tidak heran", "memang wajar", atau "sepadan dengan usahanya". Karena memiliki nada kekaguman atau kepuasan yang kuat, pola ini hampir secara eksklusif digunakan untuk hasil yang positif dan pujian.

ものですから

ものですから

Sebab, Alasan, dan Tujuan

「ものですから」 adalah ungkapan sopan yang digunakan untuk memberi alasan saat berkilah, meminta maaf, atau meminta pengertian. Pola ini membawa nuansa defensif, menekankan bahwa situasinya bersifat pribadi atau tidak dapat dihindari. Kamu akan sering mendengarnya dalam permintaan maaf di tempat kerja, permintaan tolong yang sopan, atau saat memperhalus penolakan.

および

および

Konektor Formal

Kata bahasa Jepang および adalah konjungsi yang sangat formal yang berarti "dan" atau "serta". Kata ini secara ketat digunakan untuk menghubungkan nomina atau frasa nomina, dan tidak pernah menghubungkan verba atau klausa lengkap. Kamu biasanya akan menemukannya di dalam dokumen resmi, pemberitahuan publik, teks hukum, dan pidato formal, bukan dalam percakapan sehari-hari.

~といっても

~といっても

Kontras dan Konsesi

Pola tata bahasa ~といっても, yang dibaca "to itte mo", digunakan untuk mengkualifikasi suatu pernyataan dengan menambahkan batasan realistis atau koreksi sederhana. Pola ini kira-kira berarti "walaupun dikatakan" atau "meskipun demikian", yang menunjukkan bahwa meskipun klaim pertamanya secara teknis benar, kenyataannya tidak memenuhi ekspektasi besar yang terkait dengannya. Kamu akan sering mendengar pola ini ketika pembicara ingin secara sopan merendahkan fakta yang terdengar mengesankan, seperti berbicara bahasa asing, memegang jabatan, atau bepergian.

~からといって

~からといって

Kontras dan Konsesi

Bentuk tata bahasa Jepang 「からといって」 digunakan untuk menyangkal hasil logis yang diharapkan atau untuk memperingatkan agar tidak membuat asumsi berdasarkan satu alasan. Bentuk ini sering diterjemahkan sebagai 'hanya karena (alasan), bukan berarti (kesimpulan)'. Bentuk ini biasanya dipasangkan dengan negasi parsial atau ungkapan pembatas seperti 「わけではない」, 「とは限らない」, atau 「てはいけない」 di paruh kedua kalimat.

~にもかかわらず

~にもかかわらず

Kontras dan Konsesi

Pola ~にもかかわらず adalah ungkapan bahasa Jepang formal yang berarti "meskipun" atau "walaupun demikian". Pola ini menunjukkan bahwa hasil atau situasi sangat bertolak belakang dengan apa yang secara wajar diharapkan dari fakta atau kondisi sebelumnya. Pola ini membawa nuansa kuat berupa keterkejutan, kekaguman, atau ketidakpuasan pembicara terhadap kenyataan yang tidak terduga tersebut.

一方では

一方では

Kontras dan Konsesi

一方では adalah ungkapan formal yang digunakan untuk mengontraskan dua aspek, peran, atau sisi berbeda dari subjek yang sama. Fungsinya mirip dengan "di satu sisi... di sisi lain" dalam bahasa Indonesia. Meskipun memiliki makna inti yang sama dengan 一方で, penambahan partikel topik は memberikan penekanan retoris yang lebih kuat pada kontras tersebut. Kamu akan sering menemukan struktur ini dalam bahasa Jepang tertulis, pidato formal, dan perbandingan objektif.

一方で

一方で

Kontras dan Konsesi

一方で, yang dibaca "ippou de," adalah penghubung formal N2 yang digunakan untuk mengontraskan dua sisi berbeda dari suatu situasi atau menjelaskan dua tren paralel yang terjadi pada saat yang sama. Bentuk ini sering diterjemahkan menjadi "di satu sisi... di sisi lain," "sementara itu," atau "sementara" saat membandingkan fakta yang berlawanan atau perubahan yang terjadi bersamaan. Kamu akan sering menemukan struktur ini dalam berita, esai, dan pernyataan formal yang objektif, bukan dalam percakapan sehari-hari yang santai.

反面

反面

Kontras dan Konsesi

Pola tata bahasa Jepang 反面, yang diucapkan "hanmen," digunakan untuk menyajikan dua karakteristik, hasil, atau kecenderungan yang berlawanan yang dimiliki oleh satu subjek yang sama. Secara harfiah pola ini berarti "sisi sebaliknya" dan sering diterjemahkan sebagai "di sisi lain" atau "sementara," yang menyoroti sifat ganda dari sebuah situasi, seperti menimbang keuntungan yang jelas dengan kerugiannya. Karena pola ini secara ketat mengontraskan dua sisi dari satu topik, pola ini tidak dapat digunakan untuk membandingkan dua subjek yang sama sekali berbeda.

いったん~ば

いったん~ば

Kondisional dan Pengandaian

Pola tata bahasa Jepang いったん~ば digunakan untuk menyatakan bahwa sekali kondisi tertentu terpenuhi atau suatu tindakan dimulai, situasi yang tetap atau tak terelakkan secara alami akan mengikuti. Pola ini menekankan bahwa suatu ambang batas telah dilewati, sehingga sulit atau tidak mungkin untuk kembali ke keadaan sebelumnya. Pola ini umum digunakan baik dalam bahasa Jepang lisan maupun tulisan untuk memberikan peringatan, menyatakan fakta, atau menggambarkan konsekuensi yang tak terelakkan.

かたわら

かたわら

Waktu, Urutan, dan Aspek

Ekspresi formal かたわら digunakan untuk menunjukkan bahwa seseorang memiliki peran, kegiatan, atau pekerjaan sampingan di samping pekerjaan utamanya. Pola ini menjelaskan aktivitas atau gaya hidup jangka panjang yang saling melengkapi, bukan tindakan fisik jangka pendek. Pola tata bahasa ini paling umum digunakan dalam konteks tulisan formal seperti biografi, laporan berita, dan perkenalan formal.

ゆえに

ゆえに

Sebab, Alasan, dan Tujuan

ゆえに adalah kata yang sangat formal dan puitis yang digunakan untuk menyatakan alasan, penyebab, atau konsekuensi alami. Kata ini berfungsi baik sebagai konjungsi di awal kalimat yang berarti "oleh karena itu" maupun sebagai akhiran sambungan yang berarti "karena" atau "dikarenakan". Karena nadanya yang kaku dan dramatis, kata ini lebih sering ditemukan dalam makalah akademis, literatur sejarah, dan pidato formal daripada dalam percakapan sehari-hari.

~ことから

~ことから

Sebab, Alasan, dan Tujuan

Pola tata bahasa ~ことから, yang berarti "dari fakta bahwa", digunakan untuk menyajikan fakta objektif sebagai dasar bagi suatu alasan, asal-usul, atau kesimpulan. Pola ini memiliki nada formal dan sering digunakan dalam ragam tulisan, sehingga umum ditemukan dalam berita, esai, dan penjelasan formal. Pembelajar biasanya menemukannya ketika menjelaskan bagaimana suatu tempat mendapatkan namanya, bagaimana kesimpulan ditarik dari bukti fisik, atau ketika menyatakan penyebab faktual yang jelas untuk suatu peristiwa.

~ことだから

~ことだから

Sebab, Alasan, dan Tujuan

Pola tata bahasa Jepang ~ことだから digunakan untuk membuat tebakan yang yakin tentang apa yang akan dilakukan seseorang atau bagaimana suatu situasi akan terjadi. Pola ini diterjemahkan secara alami menjadi "mengingat orang itu..." atau "melihat sifatnya..." dan sangat bergantung pada seberapa kenal pembicara dengan kebiasaan mereka. Pola ini secara khusus menunjuk pada kepribadian atau rekam jejak seseorang yang sudah mapan sebagai alasan untuk prediksi kamu.

~にしても

~にしても

Kontras dan Konsesi

Pola tata bahasa Jepang ~にしても berarti "bahkan jika" atau "sekalipun", tetapi membawa nuansa emosional yang spesifik. Pola ini digunakan untuk mengakui suatu fakta atau kondisi, sekaligus menyatakan bahwa penilaian, kritik, atau evaluasi kuat dari pembicara tetap berlaku. Berbeda dengan ~ても standar yang dapat menjelaskan fakta obyektif, paruh kedua dari kalimat ~にしても hampir selalu menyatakan sikap subyektif atau reaksi emosional.

なるべく

なるべく

Kata Keterangan Wacana

Adverbia なるべく digunakan untuk menyatakan keinginan atau usaha untuk melakukan sesuatu "sebisa mungkin" atau "lebih disukai". Kata ini berfokus pada melakukan usaha maksimal atau pilihan yang lebih disukai, daripada menuntut batas fisik yang mutlak. Kata ini sering dipasangkan dengan bentuk niat seperti ようにする untuk mendeskripsikan kebiasaan sehari-hari, atau dengan bentuk permintaan seperti てください untuk memperhalus sebuah tuntutan.

せっかく

せっかく

Kata Keterangan Wacana

Adverbia せっかく, yang berarti “sekkaku,” menyoroti bahwa usaha khusus telah dilakukan atau kesempatan langka telah muncul. Bentuk ini membawa ekspektasi emosional yang kuat bahwa usaha atau kesempatan ini harus membuahkan hasil positif dan tidak boleh disia-siakan. Kamu akan sering melihatnya dipasangkan dengan pola alasan seperti から untuk menyarankan agar memanfaatkan situasi, atau pola kontras seperti のに untuk mengungkapkan penyesalan saat kesempatan hilang.

なにしろ

なにしろ

Kata Keterangan Wacana

「なにしろ」 adalah adverbia tingkat menengah ke atas yang digunakan untuk menekankan alasan yang kuat, memberikan dalih, atau menyoroti keadaan yang ekstrem. Kata ini secara alami berpasangan dengan akhiran penanda alasan seperti 「から」 atau 「ので」 untuk menjelaskan mengapa suatu situasi tidak dapat disangkal. Kata ini membawa nuansa subjektif, sehingga umum digunakan dalam percakapan dan penjelasan pribadi daripada pelaporan objektif yang formal.

やっぱり

やっぱり

Kata Keterangan Wacana

「やっぱり」 adalah adverbia kasual yang sangat sering digunakan ketika sebuah hasil sesuai dengan apa yang awalnya dipikirkan pembicara, sering diterjemahkan sebagai "ternyata" atau "memang". Kata ini juga mengekspresikan keputusan akhir yang dicapai setelah mempertimbangkan alternatif, berfungsi sebagai padanan alami untuk frasa seperti "akhirnya". Sebagai versi lisan atau percakapan sehari-hari dari 「やはり」, kata ini membawa nuansa kuat dari perasaan subjektif pembicara dan merupakan alat penting untuk percakapan sehari-hari yang alami.

とうてい

とうてい

Kata Keterangan Wacana

とうてい adalah adverbia yang digunakan untuk menekankan bahwa suatu tindakan atau situasi sama sekali tidak mungkin terjadi, tidak peduli seberapa besar usaha yang dilakukan. Kata ini selalu dipasangkan dengan verba negatif—biasanya dalam bentuk potensial—atau kata-kata yang pada dasarnya berarti tidak mungkin, seperti 無理 atau 不可能. Adverbia ini membawa nuansa yang sedikit formal dan sangat berfokus pada ketidakmampuan, bukan ketiadaan niat.

さすがに

さすがに

Kata Keterangan Wacana

Adverbia さすがに digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu hasil secara wajar sesuai dengan reputasi tinggi atau pengalaman masa lalu seseorang. Kata ini juga sering digunakan untuk mengakui bahwa suatu situasi telah mencapai batas yang sangat ekstrem sehingga memicu reaksi yang wajar. Kamu akan sering menemuinya saat memuji kemampuan seseorang yang sudah diduga, atau saat mengakui bahwa 'bahkan bagi saya' atau 'walau begitu', ambang batas tertentu telah terlampaui.

ろくに

ろくに

Kata Keterangan Wacana

Adverbia ろくに digunakan bersama verba negatif untuk menyatakan bahwa suatu tindakan hampir tidak dilakukan atau tidak dilakukan dengan layak. Berbeda dengan kata yang sekadar menyatakan jumlah sedikit, ろくに membawa nuansa subjektif bahwa suatu harapan dasar atau standar yang memuaskan tidak terpenuhi. Kata ini sering digunakan untuk mengungkapkan ketidakpuasan, penyesalan, atau kritik mengenai tindakan, keadaan, atau kemampuan yang tidak memadai.

たちまち

たちまち

Kata Keterangan Wacana

「たちまち」 adalah adverbia yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan keadaan yang terjadi dengan cepat, yang berarti 'seketika' atau 'dalam sekejap'. Kata ini biasanya dipasangkan dengan verba yang menunjukkan perkembangan atau perubahan, menekankan betapa cepatnya suatu situasi baru terbentuk. Karena membawa nuansa yang sedikit formal atau dramatis, pembelajar akan sering menemuinya dalam bacaan JLPT N2, narasi tertulis, dan laporan berita.

まんいち

まんいち

Kata Keterangan Wacana

Adverbia まんいち (man'ichi) digunakan untuk menekankan bahwa suatu situasi hipotesis sangat tidak mungkin terjadi. Bentuk ini diterjemahkan menjadi 'jika sampai terjadi' atau 'seandainya' dan hampir selalu dipasangkan dengan ungkapan kondisional seperti たら, ば, atau ても. Karena secara harfiah berarti 'satu berbanding sepuluh ribu', bentuk ini biasanya digunakan untuk bersiap menghadapi skenario terburuk, keadaan darurat, atau bencana.

別に~ない

別に~ない

Kata Keterangan Wacana

Pola tata bahasa Jepang 「別に~ない」 berarti "tidak terlalu" atau "bukan berarti". Pola ini adalah adverbia wacana yang sangat berguna untuk mengecilkan arti penting dari suatu situasi atau secara halus menepis asumsi yang dibuat orang lain. Walaupun pola ini harus dipasangkan dengan akhiran kalimat negatif, pola ini juga dapat muncul sebagai respons tunggal kasual yang berarti "tidak ada yang khusus".

いつのまにか

いつのまにか

Kata Keterangan Wacana

Adverbia いつのまにか mendeskripsikan tindakan atau perubahan yang terjadi tanpa disadari oleh pembicara. Bentuk ini sering diterjemahkan sebagai "tanpa disadari" atau "sebelum (saya) menyadarinya". Bentuk ini secara alami berpasangan dengan verba perubahan, tindakan masa lalu yang telah selesai, atau keadaan yang dihasilkan untuk menyatakan bahwa situasi baru telah terjadi.

なんといっても

なんといっても

Kata Keterangan Wacana

Frasa なんといっても adalah ungkapan adverbia yang digunakan untuk menekankan bahwa sesuatu tidak bisa dibantah sebagai faktor terbaik atau paling penting dalam situasi tertentu. Secara harfiah berarti "tidak peduli apa yang (siapa pun) katakan", frasa ini menyampaikan rasa penilaian pribadi yang kuat, menjadikannya sempurna untuk menyoroti fitur yang menonjol atau prioritas utama. Kamu akan sering mendengar frasa ini dalam percakapan sehari-hari, ulasan, dan rekomendasi ketika pembicara ingin menempatkan sesuatu di atas semua alternatif lainnya.

いよいよ

いよいよ

Kata Keterangan Wacana

Adverbia bahasa Jepang いよいよ digunakan untuk menyatakan bahwa acara penting atau yang sangat dinantikan akhirnya akan segera terjadi. Bentuk ini juga dapat menggambarkan situasi yang semakin memuncak saat mendekati puncaknya. Selain itu, bentuk ini muncul dalam frasa tetap untuk menggambarkan momen kritis atau menentukan di mana tindakan harus diambil.

あえて

あえて

Kata Keterangan Wacana

Adverbia あえて digunakan untuk mengungkapkan bahwa seseorang membuat pilihan yang disengaja, dan terkadang berani, untuk melakukan sesuatu. Kata ini menyoroti tekad psikologis untuk menghadapi kesulitan, mengambil risiko, atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Saat dipasangkan dengan verba bentuk negatif, kata ini menunjukkan keputusan sadar untuk tidak repot-repot melakukan sesuatu.

せめて

せめて

Kata Keterangan Wacana

せめて adalah adverbia yang digunakan untuk menyatakan harapan, permintaan, atau niat kuat untuk hasil minimal yang dapat diterima. Kata ini sering diterjemahkan menjadi "setidaknya" atau "paling tidak" dan membawa nada emosional, memohon, atau pasrah. Berbeda dengan kata yang digunakan untuk perkiraan objektif, せめて secara ketat digunakan ketika kamu telah menyerah pada situasi ideal dan dengan enggan meminta atau mengharapkan hal yang paling minimal.

たしか

たしか

Kata Keterangan Wacana

Adverbia たしか digunakan ketika kamu mengingat suatu fakta berdasarkan ingatan, tetapi tidak sepenuhnya yakin akan keakuratannya. Kata ini berfungsi sebagai pelembut percakapan yang mirip dengan "kalau tidak salah" atau "seingat saya" dalam bahasa Indonesia. Kata ini sering dipasangkan dengan akhiran konfirmasi atau kata-kata yang menyatakan pemikiran untuk menunjukkan bahwa kamu meyakini sesuatu itu benar berdasarkan pengalaman masa lalumu.

やむをえず

やむをえず

Kata Keterangan Wacana

Adverbia やむをえず digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan dengan terpaksa, karena keharusan, atau karena tidak ada pilihan lain yang memungkinkan. Kata ini membawa nuansa formal yang sedikit kaku dan umumnya terlihat dalam pengumuman tertulis, konteks bisnis, dan percakapan formal. Karena mengisyaratkan adanya batasan dari keadaan eksternal, kata ini sering membawa rasa keengganan atau hal yang tidak dapat dihindari.

よっぽど

よっぽど

Kata Keterangan Wacana

Kata 「よっぽど」 adalah adverbia yang sangat komunikatif dan digunakan dalam percakapan kasual untuk mengekspresikan bahwa tingkat suatu keadaan atau tindakan sangatlah tinggi. Kata ini sering kali membawa nuansa penilaian subjektif atau kejutan yang kuat, sehingga berguna untuk menarik kesimpulan yang kuat berdasarkan pengamatan. Kamu juga akan mendengarnya dalam perbandingan untuk menekankan bahwa satu pilihan jauh lebih baik, atau sebagai pewatas nomina untuk menggambarkan keadaan yang luar biasa.

いきなり

いきなり

Kata Keterangan Wacana

いきなり adalah adverbia yang digunakan untuk mendeskripsikan tindakan atau peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan sebelumnya. Bentuk ini sangat menekankan bahwa tahapan yang wajar telah dilewatkan, dan sering kali menyampaikan rasa terkejut pembicara. Adverbia ini sebagian besar digunakan untuk tindakan manusia yang tidak terduga dalam percakapan sehari-hari, bukan kejadian objektif atau alam.

いわゆる

いわゆる

Kata Keterangan Wacana

いわゆる adalah pewatas sebelum nomina yang digunakan untuk memperkenalkan istilah, label, atau konsep yang dikenal luas. Kata ini dapat dipahami sebagai "yang disebut", "yang biasa disebut", atau "yang dikenal sebagai". いわゆる umumnya bernuansa netral dan sekadar menyoroti kategori konvensional, tanpa membawa nada sarkastis atau keraguan.

おそらく

おそらく

Kata Keterangan Wacana

おそらく adalah adverbia formal bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau keadaan kemungkinan besar terjadi berdasarkan alasan yang objektif. Kata ini menjadi penanda awal yang kuat untuk akhiran dugaan di akhir kalimat, seperti だろう, でしょう, atau のではないか. Karena nuansanya yang analitis, kata ini lebih sering digunakan dalam siaran berita, lingkungan bisnis, dan tulisan formal daripada dalam percakapan kasual sehari-hari.

~にのぼる

~にのぼる

Perbandingan, Derajat, dan Batas

Pola にのぼる digunakan untuk menunjukkan bahwa hasil akhir, biaya, atau kuantitas telah mencapai angka yang mengejutkan atau sangat besar. Bentuk ini sering muncul dalam konteks formal seperti siaran berita dan laporan resmi untuk menekankan skala besar dari sebuah angka. Berbeda dengan verba netral untuk pencapaian angka, にのぼる selalu membawa nuansa bahwa total yang dihasilkan tak terduga tingginya.

~を~にまかせる

~を~にまかせる

Bentuk Konjugasi

Pola 「~を~にまかせる」 digunakan saat kamu mempercayakan tugas, tanggung jawab, atau keputusan kepada orang lain. Pola ini mengisyaratkan penyerahan kendali atas suatu situasi dan memberikan kepercayaan pada penilaian atau kemampuan pihak lain. Kamu juga dapat menggunakannya dengan konsep abstrak, seperti menyerahkan hasil sepenuhnya pada keberuntungan atau nasib.

~かねる

~かねる

Kemampuan, Izin, dan Kewajiban

Akhiran ~かねる adalah ungkapan bahasa Jepang yang sangat formal yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan sulit atau tidak mungkin dilakukan karena kendala sosial, profesional, atau psikologis. Meskipun merupakan bentuk verba afirmatif, bentuk ini selalu membawa makna negatif, berfungsi sebagai alternatif sopan untuk bentuk negatif potensial standar seperti ~できない. Pola ini paling sering digunakan dalam lingkungan bisnis dan layanan pelanggan untuk memperhalus penolakan, ditempelkan langsung ke bentuk pre-ます dari verba yang berkaitan dengan pikiran, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

IDENESFRPT