Ruang Jelajah
Materi Tata Bahasa Jepang: Bentuk Konjugasi
Pelajari materi tata bahasa Jepang jenis Bentuk Konjugasi dengan makna, bentuk, contoh, perbandingan, dan latihan singkat.
90 entri
Menampilkan 49-90 dari 90 entri // Halaman 2 dari 2
~かねる
~かねる
Akhiran ~かねる adalah ungkapan bahasa Jepang yang sangat formal yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan sulit atau tidak mungkin dilakukan karena kendala sosial, profesional, atau psikologis. Meskipun merupakan bentuk verba afirmatif, bentuk ini selalu membawa makna negatif, berfungsi sebagai alternatif sopan untuk bentuk negatif potensial standar seperti ~できない. Pola ini paling sering digunakan dalam lingkungan bisnis dan layanan pelanggan untuk memperhalus penolakan, ditempelkan langsung ke bentuk pre-ます dari verba yang berkaitan dengan pikiran, komunikasi, dan pengambilan keputusan.
~かねない
~かねない
Pola tata bahasa Jepang 「かねない」 digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan besar bahwa suatu akibat buruk bisa terjadi. Pola ini sering berfungsi sebagai peringatan, yang menyiratkan bahwa jika kondisi saat ini terus berlanjut atau jika seseorang bertindak dengan cara tertentu, hasil yang tidak diinginkan sangat mungkin terjadi. Kamu akan sering menemukan pola ini dalam berita, peringatan resmi, dan percakapan serius saat seseorang khawatir akan skenario terburuk.
~にあたる
~にあたる
Pola tata bahasa N2 ~にあたる berarti 'sering dipadankan secara kasar dengan', 'berpadanan dengan', atau 'termasuk dalam'. Pola ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana sesuatu berpadanan dengan kategori, peran, atau satuan tertentu dalam sistem yang berbeda. Ungkapan formal ini umum ditemukan dalam definisi, terjemahan, dan diskusi tentang aturan atau hubungan.
~つつある
~つつある
Pola ~つつある menempel pada verba perubahan untuk menggambarkan perkembangan yang sedang berangsur terjadi. Ini adalah ungkapan formal yang sering digunakan dalam berita, tulisan akademis, dan laporan objektif. Berbeda dengan bentuk sehari-hari seperti ~ている, pola ini memberikan penekanan kuat pada sifat berkelanjutan dari suatu keadaan yang sedang berkembang.
~得る
~得る
Akhiran bahasa Jepang ~得る (eru/uru) digunakan untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau situasi mungkin terjadi secara logis atau objektif. Akhiran ini menempel pada bagian verba sebelum ます dan utamanya digunakan dalam konteks formal, tertulis, atau berita. Perhatikan bahwa pola ini tidak digunakan untuk menggambarkan kemampuan fisik atau keterampilan pribadi yang dipelajari.
~得ない
~得ない
Akhiran verba bahasa Jepang ~得ない adalah ungkapan formal yang digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu secara objektif atau mendasar tidak mungkin terjadi. Bentuk ini menempel pada bentuk pre-ます dari verba untuk menunjukkan bahwa tidak ada potensi atau kemungkinan sama sekali bagi suatu peristiwa untuk terjadi. Akhiran ini khusus untuk situasi objektif dan tidak dapat digunakan untuk mendeskripsikan ketiadaan kemampuan pribadi atau keadaan sementara.
~ようもない
~ようもない
Pola tata bahasa Jepang ~ようもない digunakan untuk mengungkapkan bahwa sama sekali tidak ada metode, cara, atau kemungkinan untuk menyelesaikan suatu tindakan. Pola ini menempel pada bentuk pre-ます dari verba volisional dan menekankan ketiadaan opsi sama sekali, sering kali membawa nuansa keputusasaan atau menyerah yang kuat. Pembelajar biasanya menemui bentuk ini dalam materi bahasa Jepang tingkat menengah atas saat mendeskripsikan situasi di mana suatu tugas pada dasarnya mustahil dilakukan karena alat, petunjuk, atau metodenya sama sekali tidak ada.
~きる
~きる
Sufiks verba bahasa Jepang ~きる menyatakan bahwa suatu tindakan dilakukan sampai tuntas, tanpa menyisakan apa pun. Pola ini sering digunakan saat menghabiskan sumber daya sepenuhnya, mencapai batas ekstrem dari suatu keadaan fisik atau mental, atau menyatakan sesuatu dengan keyakinan penuh. Kamu akan sering mendengarnya dalam bentuk potensial ~きれる yang berarti "bisa menyelesaikan", dan bentuk negatif potensialnya ~きれない yang berarti "tidak bisa menyelesaikan".
~かける
~かける
Sufiks verba ~かける melekat pada verba bentuk pre-ます untuk menunjukkan bahwa sebuah aksi telah dimulai tetapi dibiarkan tidak selesai, atau bahwa suatu kejadian hampir terjadi tetapi pada akhirnya tidak terjadi. Saat dipasangkan dengan verba yang memiliki durasi jelas, seperti makan atau membaca, bentuk ini mendeskripsikan keadaan setengah selesai. Saat dipasangkan dengan verba instan, seperti jatuh atau lupa, bentuk ini menunjukkan bahwa aksi mencapai ambang batas mutlak untuk terjadi sebelum akhirnya terhenti.
~っぱなし
~っぱなし
Sufiks ~っぱなし digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan terus berlanjut tanpa henti atau bahwa sesuatu telah dibiarkan dalam keadaan yang seharusnya diselesaikan. Pola ini sering kali membawa nuansa negatif, seperti keluhan tentang tugas yang terbengkalai atau kelelahan fisik karena melakukan sesuatu terlalu lama. Karena nadanya kasual, pola ini lebih banyak digunakan dalam bahasa Jepang lisan dan percakapan sehari-hari daripada tulisan formal.
~めく
~めく
Sufiks ~めく menempel pada sekumpulan nomina terbatas untuk menyatakan bahwa sesuatu mulai menunjukkan tanda-tanda suatu keadaan tertentu atau memiliki suasana tertentu. Sufiks ini mengubah nomina tersebut menjadi verba godan beraturan, sehingga kamu bisa menggunakan bentuk konjugasi seperti めいて dan めいた untuk mendeskripsikan musim, situasi misterius, atau nada bercanda. Karena ini adalah ungkapan formal dan sastra, kamu akan lebih sering menjumpainya dalam tulisan, salam musiman, dan observasi bernuansa daripada dalam percakapan kasual sehari-hari.
~びる / ~びて / ~びた
~びる/~びて/~びた
Akhiran びる melekat pada sejumlah nomina terbatas untuk menggambarkan sesuatu yang secara alami memiliki tampilan, karakteristik, atau suasana tertentu. Akhiran ini mengubah nomina menjadi verba ichidan, meskipun paling sering digunakan dalam bentuk ta びた atau bentuk て びて untuk menerangkan nomina lain atau menggambarkan keadaan. Berbeda dengan ぶる, yang menyiratkan kepura-puraan secara sengaja, びる menggambarkan kesan alami, bawaan, atau yang telah berkembang.
自動詞と他動詞
自動詞と他動詞
自動詞と他動詞 adalah dua jenis verba berpasangan yang menggambarkan jenis perubahan yang sama dari dua sudut: sesuatu terjadi sendiri, atau seseorang membuatnya terjadi. Di N4 kamu belajar memilih anggota pasangan yang cocok dari pasangan umum seperti 開く・開ける dan 始まる・始める, serta menandai yang mengalami perubahan dengan が atau objek dengan を. Pilihan partikel mengikuti verba yang aktif: klausa intransitif memusatkan hal yang berubah, sedangkan klausa transitif menyebut agen yang bertindak pada sesuatu.
意志動詞
意志動詞
verba kehendak menamai verba yang tindakan intinya bisa dikendalikan kehendak orang yang melakukannya, misalnya memilih pergi, belajar, duduk, atau membuka jendela. Label pengayaan N4 ini berbasis makna, bukan keluarga konjugasi baru seperti verba godan atau verba ichidan, dan membantu kamu menilai verba mana yang secara alami cocok dengan kerangka niat, keinginan, ajakan, dan permintaan. Jaga kelas ini terpisah dari verba non-kehendak dan dari pasangan transitif versus intransitif: kendali adalah soal kehendak, bukan soal apakah objek ditandai dengan を.
無意志動詞
無意志動詞
無意志動詞 adalah verba untuk peristiwa dan keadaan yang tidak dikendalikan pelaku lewat kehendak langsung, misalnya memahami, ada, menjadi, atau terlihat. Pelajaran pengayaan N4 ini adalah lensa klasifikasi, bukan satu akhiran konjugasi, dan membantu kamu memprediksi kapan pola niat, rencana, dan permintaan langsung terdengar dipaksakan. Pembelajar menemui istilah ini saat buku teks memisahkan tindakan yang dikendalikan kehendak dari predikat spontan, kognitif, indrawi, dan proses alamiah.
継続動詞
継続動詞
継続動詞 menamai verba berlanjut: verba aksi atau proses yang secara alami bisa berlangsung seiring waktu, misalnya 食べる, 読む, 歩く, atau 勉強する. Dengan kelas ini, bentuk て verba + いる / います paling sering menggambarkan aksi yang sedang berlangsung, bukan keadaan hasil yang sudah selesai. Pembelajar bertemu label ini sebagai pengayaan N4 agar bisa membaca ている progresif lebih akurat dan memisahkannya dari jenis terdekat seperti 瞬間動詞.
瞬間動詞
瞬間動詞
瞬間動詞 adalah verba sesaat (atau verba punctual): makna intinya adalah perubahan keadaan yang hampir seketika, bukan proses panjang yang bisa ditarik-tarik. Dalam bentuk kamus, verba ini menunjuk ke perubahan itu sendiri; dengan ている sering melaporkan hasil yang masih berlaku, misalnya terbuka, tertutup, menyala, atau sudah menikah. Ini kebiasaan makna dan aspek yang diajarkan di pengayaan N4 dasar, bukan kelas konjugasi khusus seperti verba godan atau verba ichidan.
知っている
知っている
知っている (ragam sopan: 知っています) menyatakan keadaan tahu saat ini: kamu sudah tahu orang, fakta, tempat, atau informasi tertentu. Bentuk ini dibentuk dari verba godan 知る plus ている; di sini ている menandai keadaan hasil setelah sempat mengetahui, bukan aksi progresif “sedang mengetahui.” Pola frekuensi tinggi ini sering muncul saat menyatakan atau menanyakan apa yang diketahui seseorang, serta saat membandingkannya dengan 知る biasa yang berarti “menjadi tahu / mengetahui (baru).”
見える
見える
見える adalah verba ichidan yang menyatakan keterlihatan spontan: sesuatu ada di pandangan atau menjadi terlihat tanpa usaha sengaja melihat. Pembelajar menemuinya di N4 saat mendeskripsikan pemandangan, layar, tulisan, dan lingkungan sehari-hari, dan biasanya menandai hal yang terlihat dengan が. Ini verba persepsi terpisah, bukan bentuk potensial biasa dari 見る, sehingga melihat sengaja serta kemampuan atau pasif 見られる tetap menjadi kontras di dekatnya.
聞こえる
聞こえる
聞こえる adalah verba ichidan yang dipakai ketika bunyi, suara, atau kebisingan terdengar tanpa membingkai mendengarkan sebagai usaha yang disengaja. Dalam kalimat sehari-hari, hal yang terdengar biasanya memakai が, dan pendengar sering dibiarkan tidak disebutkan. Pembelajar bertemu 聞こえる di level N4 sebagai verba persepsi berfrekuensi tinggi, berbeda dari 聞く yang disengaja dan 聞ける yang menitikberatkan kemampuan.
できる
できる
できる adalah verba ichidan mandiri yang sangat sering dipakai untuk menyatakan kemampuan atau keterampilan, menandai sesuatu sudah siap atau selesai, serta menggambarkan hal yang terbentuk, muncul, atau dibuat. Dalam kalimat kemampuan dan kesiapan sehari-hari, keterampilan, tugas, atau hasil biasanya ditandai dengan が, seperti 日本語ができる atau ご飯ができました. Pembelajar sering bertemu できる lebih dulu sebagai padanan kasar “bisa”, tetapi verba yang sama juga mencakup kesiapan, hubungan atau peluang baru, serta komposisi bahan dengan で.
可能形+を
可能形+を
可能形+を mempertahankan partikel objek を pada verba bentuk potensial ketika penutur masih menandai kemampuan sebagai melakukan aksi terhadap sesuatu. Kamu bertemu pola ini di N4 setelah belajar membentuk verba potensial, sebagai pengayaan tentang pilihan partikel, bukan konjugasi baru. Baik を maupun が bisa gramatikal dengan banyak bentuk potensial verba transitif; を pilihan yang alami saat nuansa “bisa melakukan X terhadap Y” tetap kuat.
直接受身
直接受身
直接受身 adalah pasif langsung: Aksi transitif diceritakan dari sisi yang terkena, sehingga objek asli menjadi subjek gramatikal. Kamu membentuk verba pasif, sering menandai pelaku dengan に bila perlu, dan meniadakan pelaku bila orang yang melakukan aksi tidak diketahui, sudah jelas, atau kurang penting. Pembelajar menemui pola ini di N4 saat mendeskripsikan peristiwa, pengumuman, dan situasi sehari-hari yang fokus pada orang atau benda yang dikenai aksi.
間接受身
間接受身
間接受身 adalah pola pasif Jepang yang menyajikan peristiwa dari sudut pandang orang yang terdampak, meskipun orang itu bukan objek langsung asli dari aksi tersebut. Kamu akan menjumpainya saat seseorang melaporkan hujan, anak yang menangis, kunjungan mendadak, atau sesuatu yang menimpa barang miliknya sebagai dampak pada dirinya atau orang lain. Bentuk ini memakai bentuk pasif verba yang sama dengan pasif lainnya, tetapi kursi subjek diisi pihak yang terdampak, bukan objek yang dinaikkan menjadi subjek.
迷惑受身
迷惑受身
迷惑受身 adalah pembacaan adversatif pada pasif Jepang: subjek adalah orang yang terganggu, dirugikan, atau dibuat kesal oleh suatu peristiwa. Bentuk ini memakai akhiran pasif biasa, sering menandai penyebab atau pelaku dengan に, dan bisa mencakup peristiwa intransitif seperti hujan serta kehilangan benda dalam adegan transitif. Pembelajar menemui pengayaan N4 frekuensi tinggi ini saat mengeluh, menjelaskan rencana yang terganggu, atau membaca laporan sehari-hari tentang gangguan dan kerugian.
使役+に
使役+に
Dalam kalimat kausatif, に menandai orang yang disuruh—orang yang disuruh atau diizinkan melakukan tindakan—sementara verba kausatif tetap menjadi predikat. Dengan verba dasar transitif, orang yang disuruh biasanya memakai に agar objek asli tetap memakai を; pada beberapa verba dasar intransitif, に sering membingkai izin, kebolehan, atau penugasan bertindak. Pembelajar menemui tata letak ini di N4 setelah mengenal bentuk kausatif, dan mudah mencampuradukkannya dengan に pelaku pasif atau dengan を orang yang disuruh di pelajaran terdekat.
使役+を
使役+を
Dalam kalimat kausatif, を dapat menandai orang yang disuruh melakukan tindakan. Pola ini sangat umum saat verba dasarnya intransitif, atau saat kalimat tidak sekaligus membutuhkan objek langsung terpisah dengan を. Kamu akan menemuinya di N4 saat membicarakan pengendalian, instruksi, latihan, dan tindakan terarah seperti menyuruh seseorang berdiri, berlari, duduk, atau tidur.
短縮使役受身
短縮使役受身
短縮使役受身 adalah bentuk kausatif-pasif yang dipendekkan untuk banyak verba godan: ambil bentuk baris あ yang sama seperti sebelum ない, lalu tambahkan される, misalnya 行かされる “(Saya) dipaksa pergi.” Bentuk ini membungkus arti “dipaksa / disuruh melakukan” dalam bentuk ringkas yang sering muncul dalam narasi sehari-hari, sering dengan nuansa merugikan atau terpaksa bagi orang yang harus bertindak. Pembelajar biasanya menemuinya sekitar N4 sebagai bentuk voice pengayaan setelah kausatif dan pasif, dan sebaiknya menyimpan pasangan panjang 〜せられる serta pasif biasa 〜れる / 〜られる sebagai kontras pengenalan, bukan sebagai target utama pelajaran ini.
~てる
~てる
~てる adalah kontraksi percakapan kasual dari ている. Penutur menghilangkan い, sehingga 食べている menjadi 食べてる dan 読んでいる menjadi 読んでる. Maknanya tetap sama dengan ている lengkap: aksi yang sedang berlangsung, kebiasaan atau rutinitas saat ini, atau keadaan hasil setelah perubahan, tergantung verba dan konteks. Pembelajar N4 sering menjumpai bentuk pengayaan ini di percakapan, pesan, dan dialog bergaya manga; tulisan cermat dan tuturan formal biasanya mempertahankan ている lengkap atau ています.
~てた
~てた
~てた adalah kontraksi lisan kasual dari ていた: bentuk て verba diambil, lalu い dihilangkan sehingga 食べていた menjadi 食べてた. Bentuk ini mempertahankan rentang aspek inti yang sama dengan ていた—progresif lampau (“sedang … dulu”), keadaan hasil/lanjutan lampau (“sudah seperti itu”), dan kebiasaan lampau (“dulu sering …”)—tetapi terdengar lebih pendek dan lebih percakapan. Pembelajar menemukannya sejak N4 sebagai bentuk lisan berfrekuensi tinggi; pakai ていた lengkap atau ていました sopan bila situasi membutuhkan bahasa yang hati-hati atau sopan.
~じゃう
~じゃう
~じゃう adalah kontraksi lisan santai dari でしまう yang dipakai setelah bentuk て verba yang berakhiran で. Dalam percakapan sehari-hari, bentuk ini sering berarti tindakan diselesaikan sampai habis, atau sesuatu terjadi tanpa sengaja atau di luar keinginan pembicara. Pembelajar biasanya menemuinya di N4 sebagai pengayaan percakapan nyata, bersama kontraksi lisan terkait seperti ~ちゃう.
~なおす
~なおす
~なおす menempel pada bentuk pre-ます verba untuk menunjukkan bahwa kamu mengulang tindakan yang sama agar hasil pertama diperbaiki, dikoreksi, atau ditingkatkan. Pola ini sering muncul di kelas, pekerjaan rumah, dan percakapan kerja—menulis ulang jawaban, merumuskan ulang kalimat, atau mengulang tugas dengan lebih teliti. Berbeda dari もう一度〜する yang utamanya menandai pengulangan, ~なおす menempatkan tujuan perbaikan atau peningkatan di pusat maknanya.
~つづける
~つづける
~つづける menempel pada bentuk verba sebelum ます untuk mengatakan bahwa seseorang terus melakukan suatu tindakan atau melanjutkan suatu kegiatan tanpa berhenti. Ini adalah pola majemuk N4 yang umum untuk kelanjutan yang disengaja dalam rentang waktu, bukan sekadar potret singkat tentang apa yang sedang terjadi sekarang. Setelah menempel, seluruh bentuk berperilaku seperti verba ichidan, sehingga akhiran kala dan kesopanan ditempatkan pada つづける.
ございます
ございます
ございます adalah bentuk sangat sopan dari あります untuk menyatakan keberadaan, lokasi, atau ketersediaan benda tak bernyawa. Bentuk ini sering terdengar di toko, hotel, pengumuman, dan acara resmi. Partikelnya sama dengan ある / あります; hanya predikatnya yang berubah. Gunakan untuk benda, fasilitas, waktu, dan hal yang tersedia—bukan sebagai predikat utama untuk orang yang hadir.
いらっしゃいます
いらっしゃいます
いらっしゃいます adalah bentuk sopan kehormatan (sonkeigo) dari いらっしゃる. Pembicara memakainya untuk orang lain yang ditinggikan—misalnya pelanggan, tamu, guru, atau atasan—sebagai ganti 行きます, 来ます, atau います yang biasa. Satu bentuk permukaan mencakup gerak dan keberadaan makhluk hidup; partikel, kata tempat, dan situasi menunjukkan apakah maknanya pergi, datang, atau berada. Pembelajar biasanya menemukannya dalam percakapan layanan, resepsi, dan kantor di N4, saat menunjukkan rasa hormat terhadap tindakan atau keberadaan orang lain diharapkan.
なさいます
なさいます
なさいます adalah bentuk hormat sopan yang menggantikan します saat kamu menggambarkan tindakan orang yang kamu angkat derajatnya, misalnya pelanggan, tamu, atasan, atau guru. Bentuk ini adalah bentuk ます dari verba hormat なさる dan termasuk bahasa hormat (sonkeigo), bukan bahasa rendah hati, sehingga tidak dipakai untuk tindakanmu sendiri. Pembelajar menemuinya dalam percakapan kerja, layanan, dan sekolah formal sebagai pengayaan keigo dasar pada tingkat N4.
召し上がります
召し上がります
召し上がります adalah verba kehormatan (sonkeigo) yang dipakai saat orang yang dihormati makan atau minum. Bentuk ini menggantikan 食べます dan 飲みます biasa untuk orang tersebut dalam satu bentuk sopan yang tetap. Kamu sering menemuinya di restoran, hotel, saat menjamu tamu, dan dalam percakapan kerja yang hati-hati tentang pelanggan, klien, guru, atau atasan. Pakai hanya untuk makan atau minum orang lain; untuk makanmu sendiri, tetap gunakan 食べます/飲みます atau いただきます sebagai ritual makan, bukan 召し上がります.
おっしゃいます
おっしゃいます
おっしゃいます adalah verba hormat (sonkeigo) tetap yang meninggikan perbuatan mengatakan ketika penuturnya adalah orang yang kamu hormati, misalnya pelanggan, guru, atau atasan. Bentuk ini adalah bentuk sopan non-lampau dari おっしゃる dan menggantikan 言います biasa ketika kamu melaporkan atau menanyakan ucapan orang itu, bukan ucapanmu sendiri. Pembelajar biasanya menemuinya di studi keigo N4, percakapan layanan, dan bahasa Jepang bisnis, di mana memilih arah penghormatan sama pentingnya dengan kala atau kutipan.
~へん
~へん
~へん adalah akhiran dialek Kansai yang santai untuk menandai negasi verba, yang biasanya dipetakan ke ~ない biasa baku dalam makna sehari-hari. Kamu terutama akan menemuinya di bahasa Jepang lisan Osaka, Kyoto, Kobe, dan sekitarnya, plus media dan komedi regional. Perlakukan sebagai pengenalan pengayaan: pahami saat mendengar, tetapi pakai ~ない dan ~ません baku untuk tuturan hati-hati, tulisan, dan ujian.
~はる
~はる
~はる adalah akhiran verba hormat lisan Kansai yang menandai tindakan orang lain dengan rasa hormat sehari-hari yang ringan. Bentuk ini dibuat dari bentuk pra-ます (dasar yang sama yang dipakai sebelum ます), dan di percakapan serta media nyata kamu paling sering menemui lampau はった dan progresif はってる. Ini adalah rasa hormat regional yang lembut, bukan pengganti penuh keigo formal nasional, dan dalam pembicaraan hormat biasa tidak dipakai untuk tindakan pembicara sendiri.
~とる
~とる
~とる adalah permukaan lisan atau dialek yang membawa bacaan aspek yang sama luasnya dengan ている dan ておる standar: tindakan yang sedang berlangsung, keadaan atau kebiasaan yang berlanjut, atau keadaan hasil setelah perubahan. Pembelajar terutama menemuinya dalam percakapan santai, ujaran regional, dan media yang meniru dialek; untuk produksi bahasa Jepang standar sehari-hari, ている atau ています sopan tetap pilihan yang lebih aman. Pelajaran pengayaan ini melatih pengenalan dan pemetaan terkendali: dengarkan bentuk て verba plus とる, pulihkan makna ている / ておる, dan jangan anggap ~とる sebagai bahasa Jepang formal tertulis atau untuk ujian.
~とった
~とった
~とった adalah bentuk lampau lisan, sering berciri regional, dari rantai progresif dan keadaan hasil yang dibangun dari bentuk て + いる / おる. Pemetaan yang paling jelas adalah ke ~ていた standar, dan pada jalur register tertentu ke ~ておった. Pembelajar biasanya menemui bentuk ini dalam percakapan kasual, media dialek, dan dialog tokoh. Tujuan pelajaran ini adalah pengenalan dan pemetaan makna ke bentuk standar, bukan produksi ~とった sebagai bahasa tulis netral untuk ujian. Bedakan dari ~とる dialek masa kini dan dari lampau sederhana ~た: ~とった tetap membawa pembacaan progresif atau keadaan hasil, hanya digeser ke waktu lampau.