BUNPOU.JEPANG.ORG

Ruang Jelajah

Materi Tata Bahasa Jepang: Bentuk Konjugasi

Pelajari materi tata bahasa Jepang jenis Bentuk Konjugasi dengan makna, bentuk, contoh, perbandingan, dan latihan singkat.

90 entri

Menampilkan 1-48 dari 90 entri // Halaman 1 dari 2

すぎる

~すぎる

Perbandingan, Derajat, dan Batas

Bentuk tata bahasa すぎる dilekatkan pada verba dan adjektiva untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau keadaan telah melewati batas wajar atau batas yang diinginkan. Bentuk ini sepadan dengan ungkapan dalam bahasa Indonesia seperti "terlalu banyak" atau "terlalu mahal". Karena menyiratkan adanya batas yang dilanggar, bentuk ini biasanya membawa nuansa negatif atau bermasalah, meskipun percakapan kasual terkadang menggunakannya dengan nada bercanda untuk memuji sesuatu.

辞書形

辞書形

Bentuk Konjugasi

Bentuk kamus adalah bentuk dasar yang paling sederhana dari sebuah verba bahasa Jepang. Bentuk ini menyatakan tindakan sekarang atau masa depan dalam percakapan kasual dan merupakan bentuk yang akan kamu temukan saat mencari verba di kamus. Bentuk ini juga berfungsi sebagai dasar penting yang dihubungkan langsung ke nomina dan berbagai pola tata bahasa dasar lainnya.

ます形

ます形

Bentuk Konjugasi

Bentuk ます (ます形) adalah konjugasi kata kerja sopan standar dalam bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan di akhir kalimat utama untuk menyatakan kebiasaan sehari-hari, fakta objektif, dan tindakan di masa depan. Menguasai bentuk ini sangat penting karena memberikan kesan hormat dan profesional saat berbicara dengan kenalan, rekan kerja, dan orang asing.

て形

て形

Bentuk Konjugasi

Bentuk te (て形) dalam bahasa Jepang adalah konjugasi verba penting yang berfungsi sebagai penghubung. Bentuk ini memungkinkan kamu menghubungkan beberapa aksi dalam urutan kronologis, menunjukkan dengan tepat bagaimana peristiwa terjadi. Selain menghubungkan kalimat, bentuk ini berfungsi sebagai fondasi tata bahasa untuk banyak pola penting sehari-hari.

た形

た形

Bentuk Konjugasi

た形 (bentuk-ta) adalah bentuk lampau kasual dari kata kerja bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan dalam percakapan santai dengan teman atau keluarga untuk membicarakan tindakan yang telah selesai atau peristiwa yang terjadi di masa lalu. Selain dalam ragam lisan kasual, bentuk-ta adalah dasar penting yang digunakan untuk memodifikasi nomina dan menyambung ke berbagai struktur tata bahasa penting lainnya.

ない形

ない形

Bentuk Konjugasi

Bentuk ない adalah bentuk negatif dasar kasual dari verba bahasa Jepang. Bentuk ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan tidak terjadi atau tidak akan terjadi dalam percakapan kasual dengan teman dan keluarga. Selain untuk ragam bahasa santai, bentuk ない adalah dasar penting yang digunakan untuk memodifikasi nomina dan menyusun pola tata bahasa yang penting seperti permintaan negatif dan keharusan.

ます

~ます

Bentuk Konjugasi

Akhiran verba ます adalah cara sopan standar untuk menyatakan tindakan dalam bahasa Jepang. Bentuk ini bertindak sebagai kala non-lampau, yang berarti kamu dapat menggunakannya untuk membicarakan kebiasaan saat ini, rutinitas harian, fakta umum, atau hal-hal yang akan kamu lakukan di masa depan. Dengan menambahkan ます pada akhir verba, kamu menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara, menjadikannya bentuk verba yang paling aman dan paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

~ません

~ません

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~ません menempel pada verba untuk membentuk kalimat negatif yang sopan. Bentuk ini digunakan untuk menyatakan bahwa kamu tidak melakukan kebiasaan tertentu, tidak akan melakukan suatu tindakan di masa depan, atau bahwa suatu keadaan tertentu (seperti mengerti atau memiliki sesuatu) tidaklah benar. Bentuk ini adalah bahasa Jepang sopan standar, sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari dengan rekan kerja, kenalan, dan orang asing.

ました

~ました

Bentuk Konjugasi

「ました」 adalah akhiran bentuk lampau sopan untuk verba bahasa Jepang. Bentuk ini menggantikan akhiran sopan masa kini/depan 「ます」 untuk menyatakan bahwa suatu tindakan telah selesai atau suatu peristiwa terjadi pada masa lampau. Ini adalah bentuk sopan standar yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari dengan kenalan, rekan kerja, dan orang asing.

~ませんでした

~ませんでした

Bentuk Konjugasi

Akhiran ませんでした (masendeshita) adalah bentuk sopan standar untuk tindakan negatif lampau dalam bahasa Jepang. Kamu akan menggunakannya untuk menyatakan bahwa kamu tidak melakukan sesuatu, atau untuk menjelaskan bahwa suatu peristiwa tidak terjadi di masa lalu. Ini adalah bentuk dasar penting yang cocok untuk percakapan sopan sehari-hari dengan rekan kerja, orang asing, dan kenalan.

~てください

~てください

Permintaan, Perintah, dan Larangan

「~てください」 adalah cara sopan standar untuk meminta seseorang melakukan sesuatu. Bentuk ini menempel pada bentuk て dari verba aksi. Meskipun sopan, bentuk ini membawa sedikit nada instruksi, sehingga umum digunakan untuk permintaan sehari-hari, instruksi di kelas, dan arahan.

~てはいけません

~てはいけません

Permintaan, Perintah, dan Larangan

Pola 「~てはいけません」 digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan dilarang keras. Bentuk ini terdengar otoritatif dan umum digunakan oleh guru, dokter, atau pada tanda-tanda umum untuk menetapkan aturan yang jelas. Karena nadanya yang kuat dan bersifat memerintah, bentuk ini tidak boleh digunakan sekadar untuk meminta rekan sejajar atau atasan agar tidak melakukan sesuatu.

~ちゃいけない

~ちゃいけない

Permintaan, Perintah, dan Larangan

~ちゃいけない adalah akhiran verba bahasa Jepang santai yang digunakan untuk memberi tahu seseorang bahwa mereka tidak boleh melakukan suatu tindakan tertentu. Ini adalah kependekan percakapan dari bentuk larangan standar ~てはいけない. Karena terdengar langsung dan tegas, bentuk ini hanya pantas digunakan kepada teman dekat, anggota keluarga, atau orang dengan status lebih rendah.

~ている

~ている

Bentuk Konjugasi

Akhiran verba 「~ている」 adalah salah satu pola paling penting dalam bahasa Jepang, digunakan untuk menggambarkan aksi yang sedang terjadi atau keadaan yang tersisa setelah suatu perubahan. Karena maknanya sangat bergantung pada jenis verba yang dilekatkan, bentuk ini diterjemahkan menjadi "sedang melakukan" untuk aksi yang sedang berlangsung dan "dalam keadaan" untuk keadaan hasil. Bentuk ini juga merupakan cara standar untuk membicarakan pekerjaan, kebiasaan jangka panjang, dan keadaan pribadi seperti mengetahui sesuatu atau tinggal di suatu tempat.

~て

~て

Bentuk Konjugasi

Bentuk て (te) bahasa Jepang adalah akhiran verba serbaguna yang digunakan untuk menyambung beberapa aksi dalam satu kalimat. Bentuk ini menetapkan urutan kronologis yang alami, memungkinkan kamu untuk menyatakan bahwa kamu melakukan satu hal lalu melakukan hal lain. Dengan menggunakan bentuk ini, kalimat mengalir lancar sementara kala (waktu) dan tingkat kesopanan sepenuhnya ditentukan oleh verba terakhir.

~たり~たりする

~たり~たりする

Bentuk Konjugasi

Pola 〜たり〜たりする digunakan untuk menyebutkan beberapa aksi representatif sebagai contoh, tanpa mengisyaratkan daftar yang lengkap. Berbeda dengan bentuk て, yang menyambungkan aksi dalam urutan kronologis yang ketat, pola ini berfokus pada aksi itu sendiri tanpa memedulikan urutannya. Pola ini harus selalu diakhiri dengan bentuk dari する, yang menentukan kala dan tingkat kesopanan dari keseluruhan kalimat.

~たことがある

~たことがある

Bentuk Konjugasi

Pola tata bahasa Jepang 「~たことがある」 digunakan untuk membicarakan pengalaman hidup di masa lalu. Pola ini kira-kira berarti "pernah melakukan" atau "pernah mengalami" sesuatu di masa lalu. Berbeda dengan bentuk lampau biasa yang menyatakan fakta suatu kejadian, pola ini menekankan bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari riwayat atau pengalaman pribadimu.

~ないで

~ないで

Bentuk Konjugasi

Pola kalimat bahasa Jepang ~ないで menghubungkan dua tindakan untuk menunjukkan bahwa tindakan utama dilakukan dengan melewatkan tindakan pertama. Pola ini terutama digunakan untuk menyatakan melakukan sesuatu 'tanpa' tindakan penyerta yang diharapkan atau memilih untuk melakukan satu tindakan 'daripada' tindakan lainnya. Kala (tense) dari kalimat tersebut hanya ditandai pada verba akhir, sedangkan frasa ~ないで tetap tidak berubah terlepas dari kapan peristiwa itu terjadi.

~ましょう

~ましょう

Permintaan, Perintah, dan Larangan

Akhiran verba sopan ましょう digunakan untuk mengusulkan tindakan bersama, yang sering diterjemahkan sebagai "ayo" atau "mari" dalam bahasa Indonesia. Bentuk ini juga merupakan cara standar untuk menerima ajakan dengan antusias atau mengusulkan untuk memulai kegiatan kelompok. Karena membawa nada proaktif, bentuk ini paling cocok digunakan dalam percakapan sopan sehari-hari ketika kamu mengira pendengar akan setuju.

~たかったです

~たかったです

Keinginan, Niat, dan Keputusan

Pola ~たかったです adalah bentuk lampau sopan dari ~たいです, digunakan untuk menyatakan bahwa kamu ingin melakukan suatu tindakan di masa lalu. Kamu dapat menggunakannya untuk menyatakan keinginan masa lalumu sendiri atau untuk menanyakan apa yang ingin dilakukan pendengar. Karena pola ini mendeskripsikan perasaan internal, pola ini tidak dapat digunakan secara langsung untuk menyatakan apa yang ingin dilakukan oleh orang ketiga.

~られる

~られる

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~られる menempel pada verba ichidan dan verba tidak beraturan 来る untuk membentuk ungkapan pasif, potensial, dan hormat. Karena fungsi-fungsi yang berbeda ini memiliki bentuk yang sama persis, kamu harus bergantung pada konteks dan partikel untuk memahami makna yang dimaksud. Dalam ragam lisan, bentuk potensial sering menghilangkan ら menjadi ~れる, yang membantu membedakannya dari penggunaan pasif dan hormat.

~させる

~させる

Bentuk Konjugasi

Bentuk kausatif (~させる) adalah konjugasi verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang menyuruh atau membiarkan orang lain melakukan suatu tindakan. Bentuk ini mencakup paksaan (memaksa seseorang melakukan sesuatu) dan izin (membiarkan seseorang melakukan sesuatu), yang bergantung sepenuhnya pada konteks. Setelah dikonjugasikan, bentuk kausatif berfungsi layaknya verba ichidan standar.

~させられる

~させられる

Bentuk Konjugasi

Bentuk kausatif-pasif mengungkapkan perasaan dipaksa, disuruh, atau diwajibkan untuk melakukan sesuatu di luar kemauan oleh orang lain. Bentuk ini menggabungkan struktur kausatif dan pasif untuk menekankan rasa jengkel, beban, atau ketiadaan pilihan bagi pembicara. Bentuk ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan ketika suatu pengalaman yang mengharukan secara alami membuat kamu berpikir atau merasakan hal tertentu.

~てしまう

~てしまう

Bentuk Konjugasi

~てしまう adalah verba bantu yang menempel pada verba utama bentuk て. Bentuk ini banyak digunakan dalam bahasa Jepang sehari-hari untuk menekankan bahwa suatu tindakan telah diselesaikan sepenuhnya sampai akhir, atau untuk menyatakan bahwa sesuatu terjadi secara tidak sengaja dan menimbulkan penyesalan. Dalam percakapan kasual bahasa Jepang, bentuk ini sering disingkat menjadi bentuk yang lebih pendek seperti 「ちゃう」 dan 「じゃう」, menjadikannya pola penting untuk percakapan yang alami.

~てある

~てある

Waktu, Urutan, dan Aspek

Akhiran verba bahasa Jepang ~てある mendeskripsikan keadaan terlihat yang sedang berlangsung karena seseorang dengan sengaja melakukan tindakan untuk membuatnya menjadi seperti itu. Bentuk ini hampir secara eksklusif digunakan bersama verba transitif dan mengalihkan fokus dari orang yang melakukan tindakan tersebut ke objek yang dikenai tindakan. Kamu akan sering melihat pola ini saat mendeskripsikan persiapan yang telah selesai atau bukti fisik yang ditinggalkan, seperti catatan di atas meja.

~ておく

~ておく

Bentuk Konjugasi

Akhiran verba bahasa Jepang ~ておく digunakan untuk menyatakan melakukan suatu tindakan sebelumnya sebagai persiapan untuk masa depan, atau membiarkan suatu keadaan persis seperti semula. Bentuk ini juga dapat menggambarkan langkah sementara yang diambil untuk saat ini, sering kali berfungsi sebagai langkah praktis untuk kenyamanan segera. Kamu akan sering menemui pola tata bahasa ini dalam materi JLPT N4 dan percakapan sehari-hari, di mana bentuk ini sering disingkat menjadi ~とく atau ~どく dalam ragam kasual.

~てみる

~てみる

Bentuk Konjugasi

Pola ~てみる mengungkapkan suatu tindakan yang dilakukan sebagai percobaan, ujian, atau eksperimen. Pola ini digunakan saat kamu ingin mengalami hal baru, memeriksa hasil dari suatu situasi, atau mendorong orang lain untuk mencobanya. Kata kerja bantu 「みる」 biasanya ditulis dengan huruf hiragana dan dikonjugasikan seperti verba ichidan pada umumnya.

~ていく

~ていく

Bentuk Konjugasi

Pola bahasa Jepang 「~ていく」 menggabungkan verba dalam bentuk て dengan verba bantu 「いく」 (pergi). Pola ini menyatakan pergerakan fisik yang menjauh dari lokasi kamu saat ini, atau menjelaskan tindakan yang kamu lakukan sebelum meninggalkan suatu tempat. Dalam makna yang lebih luas, pola ini juga mendeskripsikan keadaan, tindakan, atau perubahan yang dimulai sekarang dan akan berlanjut ke masa depan.

~てくる

~てくる

Bentuk Konjugasi

Pola verba bantu ~てくる mendeskripsikan tindakan, perubahan, atau keadaan yang bergerak mendekat ke arah pembicara atau titik saat ini. Bentuk ini digunakan untuk pergerakan fisik yang mendekat, untuk perubahan bertahap yang telah berkembang dari masa lalu hingga sekarang, dan untuk tindakan di mana seseorang pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu lalu kembali. Dengan menempelkan くる pada bentuk て dari sebuah verba, kamu menggeser sudut pandang untuk fokus pada kedatangan atau penyelesaian tindakan di lokasi atau waktu kamu saat ini.

~よう

~よう

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~よう adalah bentuk volitional kasual yang digunakan untuk mengajak atau mengusulkan melakukan sesuatu bersama-sama dengan teman dekat dan keluarga. Bentuk ini juga sering digunakan untuk mengungkapkan niat pribadi kamu atau untuk berbicara pada diri sendiri tentang apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Akhiran ~よう ini digunakan secara khusus untuk verba ichidan dan verba tidak beraturan, sedangkan verba godan menggunakan akhiran yang berbeda.

~おう

~おう

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~おう adalah bentuk volitional kasual yang khusus digunakan untuk verba godan. Bentuk ini adalah versi kasual dari bentuk sopan ~ましょう dan sering digunakan dengan teman serta keluarga yang berarti 'ayo' atau untuk menyatakan tekad pribadi yang kuat. Pembelajar akan sering menemui bentuk ini dalam percakapan sehari-hari, anime, dan manga saat karakter membuat keputusan spontan atau mengajak orang lain untuk ikut dalam suatu kegiatan.

命令形

命令形

Bentuk Konjugasi

Bentuk imperatif (命令形) adalah bentuk perintah langsung dan kuat dari verba bahasa Jepang yang digunakan untuk menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan tegas. Karena bentuk ini sangat lugas dan bisa terdengar agresif, penggunaannya biasanya terbatas pada keadaan darurat, menyemangati di acara olahraga, atau mengutip perintah dalam tuturan tidak langsung. Pembelajar harus berhati-hati dan lebih baik menggunakan bentuk permohonan sopan seperti 「~てください」 dalam situasi sehari-hari.

~な

~な

Permintaan, Perintah, dan Larangan

Akhiran bahasa Jepang ~な menempel langsung pada verba bentuk kamus untuk membuat perintah larangan kasual yang keras. Bentuk ini adalah cara yang sangat langsung untuk menyuruh seseorang agar tidak melakukan sesuatu, sering digunakan dalam keadaan darurat, pada rambu peringatan umum, atau dalam situasi tegang. Karena terdengar blak-blakan dan agresif, bentuk ini umumnya dihindari dalam percakapan sopan.

~始める

~始める

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~始める menempel pada bentuk sebelum ます dari verba untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan atau proses telah dimulai. Bentuk ini umumnya digunakan untuk tindakan berlanjut, kebiasaan baru, atau proses alami yang membutuhkan waktu untuk terjadi. Karena 始める berfungsi sebagai verba ichidan biasa, kamu dapat dengan mudah mengonjugasikan gabungan kata ini untuk menunjukkan bentuk lampau, bentuk negatif, atau ragam sopan.

~出す

~出す

Waktu, Urutan, dan Aspek

Akhiran verba bahasa Jepang ~出す mendeskripsikan aksi atau keadaan yang dimulai secara tiba-tiba, tidak terduga, atau tidak terkendali. Bentuk ini dibuat dengan menambahkan 出す pada bentuk sebelum-ます dari suatu verba, menciptakan verba majemuk baru yang dikonjugasikan sebagai verba godan biasa. Selain untuk kejadian yang mulai tiba-tiba, bentuk ini juga dapat mendeskripsikan aksi yang diarahkan ke luar, atau membawa sesuatu yang tersembunyi menjadi terbuka.

~終わる

~終わる

Waktu, Urutan, dan Aspek

Sufiks bahasa Jepang ~終わる melekat pada bentuk sebelum ます dari verba aksi untuk menunjukkan bahwa suatu proses atau tindakan yang berkelanjutan telah berakhir. Bentuk ini umum digunakan untuk menyatakan secara objektif selesainya tugas-tugas yang memakan waktu, seperti membaca, menulis, atau makan. Berbeda dengan bentuk penyelesaian lainnya, ~終わる hanya berfokus pada fakta bahwa aktivitas tersebut telah mencapai kesimpulannya.

~ば

~ば

Kondisional dan Pengandaian

Bentuk verba bahasa Jepang ~ば digunakan untuk menyatakan syarat logis, menunjukkan bahwa satu aksi atau keadaan diperlukan agar hal lain terjadi. Bentuk ini sering digunakan untuk menyatakan akibat alami, menjelaskan cara kerja sesuatu, atau meminta nasihat. Berbeda dengan bentuk kondisional lainnya, ~ば terdengar objektif dan secara luas digunakan baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan formal.

~てくださる

~てくださる

Memberi, Menerima, dan Manfaat

Pola tata bahasa Jepang てくださる adalah ungkapan hormat yang digunakan saat seseorang dengan status lebih tinggi melakukan kebaikan atau tindakan untuk kamu. Pola ini menaikkan derajat orang yang melakukan tindakan, menunjukkan rasa hormat yang mendalam dari pembicara. Kamu akan menemui bentuk ini dalam situasi formal, layanan pelanggan, atau saat membicarakan tindakan bermanfaat yang dilakukan oleh guru, atasan, dan orang yang lebih tua.

~て

~て

Bentuk Konjugasi

Bentuk て (~て) digunakan untuk menghubungkan beberapa klausa dalam satu kalimat bahasa Jepang. Bentuk ini dapat merangkai aksi berurutan, menggabungkan deskripsi menggunakan adjektiva-i (~くて), atau menyatakan sebab yang mengarah pada akibat alami atau emosi. Kala (waktu) dari keseluruhan kalimat hanya ditentukan oleh verba atau adjektiva yang berada di akhir kalimat.

~やすい

~やすい

Evaluasi dan Penilaian

Akhiran bahasa Jepang ~やすい digabungkan dengan verba untuk mendeskripsikan tindakan yang secara fisik atau kognitif mudah dilakukan. Akhiran ini juga dapat digunakan bersama verba tertentu untuk menunjukkan bahwa suatu peristiwa memiliki kecenderungan alami untuk terjadi, seperti kaca yang mudah pecah atau pakaian yang mudah kotor. Setelah digabungkan dengan verba, seluruh ekspresi tersebut berfungsi sepenuhnya sebagai adjektiva-i dan mengikuti aturan konjugasi adjektiva-i standar.

~にくい

~にくい

Bentuk Konjugasi

Akhiran ~にくい menempel pada bentuk sebelum ます dari verba untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan secara fisik atau objektif sulit dilakukan. Ini menciptakan kata baru yang berfungsi persis seperti adjektiva-i, yang berarti kata ini dapat berkonjugasi untuk kala dan secara langsung memodifikasi nomina. Pola ini berfokus pada kesulitan bawaan dari objek atau tugas tersebut, bukan pada keengganan emosional.

~づらい

~づらい

Evaluasi dan Penilaian

Akhiran verba ~づらい menyatakan bahwa suatu tindakan sulit dilakukan karena penolakan psikologis, ketidaknyamanan emosional, atau rasa sakit fisik. Bentuk ini menempel langsung pada verba dan berkonjugasi persis seperti adjektiva-i. Pola ini penting untuk menjelaskan mengapa sesuatu terasa sulit dilakukan secara subjektif, bukan sekadar rumit secara objektif.

~なさい

~なさい

Permintaan, Perintah, dan Larangan

Bentuk ~なさい digunakan untuk memberikan perintah yang langsung dan tegas dari posisi otoritas. Bentuk ini paling sering digunakan oleh orang tua saat berbicara kepada anak-anak, atau dalam instruksi tertulis pada ujian dan lembar kerja sekolah. Karena bentuk ini menetapkan hubungan hierarki dari atas ke bawah, bentuk ini tidak boleh digunakan kepada atasan, orang yang lebih tua, atau orang asing.

~始める

~始める

Waktu, Urutan, dan Aspek

Pola ~始める menempel pada verba untuk menunjukkan dimulainya suatu aksi, kebiasaan, atau proses. Pola ini dibentuk dengan menghilangkan ます dari sebuah verba dan menambahkan 始める. Pola ini menciptakan verba gabungan baru yang berkonjugasi layaknya verba ichidan biasa, sehingga kamu bisa dengan mudah membicarakan kapan sesuatu dimulai.

~続ける

~続ける

Waktu, Urutan, dan Aspek

Akhiran verba ~続ける digunakan untuk menyatakan bahwa suatu tindakan, proses, atau kebiasaan berlanjut tanpa henti. Dengan menempelkannya pada verba bentuk pre-ます, pola ini menekankan durasi, upaya, atau sifat kegiatan yang tidak terputus. Kamu akan sering melihatnya digunakan untuk menggambarkan proses alami yang sedang berlangsung, upaya pribadi yang gigih, dan tren yang berkelanjutan.

~終わる

~終わる

Waktu, Urutan, dan Aspek

Verba bantu ~終わる ditempelkan pada verba lain untuk menunjukkan bahwa suatu tindakan yang berkelanjutan atau memakan waktu telah selesai sepenuhnya. Bentuk ini utamanya digunakan dengan tindakan disengaja yang memakan waktu untuk diselesaikan, seperti membaca buku, makan, atau menulis laporan. Dengan menempelkannya pada bentuk sebelum ます dari suatu verba, kamu membuat verba majemuk baru yang berkonjugasi seperti verba godan biasa.

~出す

~出す

Waktu, Urutan, dan Aspek

Pola ~出す ditempelkan pada verba untuk menunjukkan bahwa sebuah aksi atau kejadian telah dimulai secara tiba-tiba atau mendadak. Pola ini paling umum digunakan untuk hal-hal di luar kendali manusia, seperti perubahan cuaca yang tiba-tiba atau reaksi fisik yang tidak disengaja seperti tiba-tiba menangis. Berbeda dengan ~始める, yang digunakan untuk permulaan yang terencana atau bertahap, ~出す membawa nuansa kuat tentang kejutan atau kejadian tanpa peringatan sebelumnya.

~まい

~まい

Keinginan, Niat, dan Keputusan

Akhiran tata bahasa まい adalah akhiran yang sangat formal dan sastrawi yang digunakan untuk menyatakan pendirian negatif yang kuat. Bentuk ini memiliki dua fungsi utama: Menyatakan tekad pribadi yang kuat untuk tidak melakukan sesuatu, atau membuat deduksi yang meyakinkan bahwa sesuatu tidak akan terjadi. Karena nadanya yang dramatis dan formal, bentuk ini terutama digunakan dalam tulisan, pidato, atau monolog internal, bukan dalam percakapan santai sehari-hari.

IDENESFRPT